| Langkah 1 | Langkah 2 | Langkah 3 | Langkah 4 | Langkah 5 | Langkah 6 | Langkah 7 | Langkah 8 | Langkah 9 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis | Data Pembuka Wawasan | Isu Gender | Kebijakan dan Rencana Ke Depan | Pengukuran Hasil | ||||
| Faktor Kesenjangan | Sebab Kesenjangan Internal | Sebab Kesenjangan Eksternal | Reformasi Tujuan | Rencana Aksi | Data Dasar (Base-line) | Indikator Gender | ||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
|
Visi:
Gotong Royong Menuju Surabaya Kota Dunia yang Maju, Humanis dan Berkelanjutan
Misi:
Membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul berkarakter, sehat jasmani rohani, produktif, religius, berbudaya dalam bingkai kebhinnekaan melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, pendidikan serta kebutuhan dasar lainnya
Program:
Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat
Kegiatan:
Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/ Kota.
Sub Kegiatan:
Pengelolaan Pelayanan Kelanjutusiaan pada 63 Puskesmas
Tujuan Kegitan Sub Kegiatan:
Terlaksananya pelayanan kelanjutusiaan sesuai standar
Sasaran Sub Kegiatan:
1. Tenaga kesehatan selaku penanggungjawab (PJ) program kesehatan usia lanjut di 63 puskesmas. 2. Pendamping usia lanjut. 6. Pengelola sub kegiatan sejumlah 1 orang (L= 0; P= 1). 7. Jumlah SDM Dinas Kesehatan Kota Surabaya terlatih PUG/PPRG Tahun 2023 adalah 3 orang (L = 0; P = 3 |
Dasar Hukum:
Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2019 Tentang Pengarusamaan Gender Peraturan Walikota Surabaya Nomor 43 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Pengarustamaan Gender
Data Umum:
1. Jumlah usia lanjut di Kota Surabaya Tahun 2023 adalah 314.690 orang (L = 150.939 P = 163.751).
2. Capaian pelayanan skrining usia lanjut di Kota Surabaya Tahun 2023 adalah 103,81 persen (L = 93,78 persen P = 109,01 persen)
3. Jumlah posyandu lansia di Kota Surabaya Tahun 2023 adalah 775 posyandu di 153 kelurahan
4. Penyakit terbanyak pada usia lanjut di Kota Surabaya Tahun 2023 adalah gangguan hipertensi sejumlah 61.682 orang (L = 26.029 P = 35.653).
5. Jumlah tenaga kesehatan selaku penanggungjawab program usia kesehatan lanjut adalah 63
|
Akses:
Kurangnya informasi dalam mengakses pelayanan perawatan jangka panjang untuk usia lanjut.
Partisipasi:
Jumlah tenaga kesehatan selaku penanggungjawab program kesehatan usia lanjut lebih banyak perempuan daripada laki-laki.
Kontrol:
Pengelola sub kegiatan pengelolaan pelayanan kesehatan usia lanjut adalah perempuan
Manfaat:
Tenaga kesehatan selaku penanggungjawab program kesehatan usia lanjut dan pendamping usia lanjut mendapatkan informasi dan edukasi terkait pelayanan kesehatan usia lanjut. |
1. Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) di Dinas Kesehatan Kota Surabaya. 2. Masih sedikit perencana di Dinas Kesehatan yang memahami konsep Pengarusutamaan Gender (PUG) & Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG). | 1. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebutuhan perawatan jangka panjang untuk usia lanjut. 2. Kurangnya perhatian pendamping usia lanjut dalam menggali informasi mengenai pelayanan perawatan jangka panjang untuk usia lanjut. 3. Masih terdapat pandangan bahwa pendamping usia lanjut sebaiknya perempuan karena dianggap lebih mampu | 1. Meningkatkan pelayanan kesehatan usia lanjut melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. 2. Menekan morbiditas usia lanjut. 3. Mengoptimalkan fasilitas (sarana dan prasarana) Puskesmas Santun Lansia. | Pelayanan home care pada usia lanjut dengan perawatan jangka panjang oleh tenaga kesehatan puskesmas. | 1. Jumlah sasaran proyeksi usia lanjut di Kota Surabaya pada Tahun 2024 adalah 378.637 orang (L = 169.937 P = 208.700). 2. Cakupan pelayanan skrining usia lanjut di Kota Surabaya pada Semester 1 Tahun 2024 adalah 210.675 orang (L = 91.463 P = 119.212). 3. Jumlah posyandu lansia di Kota Surabaya Tahun 2024 adalah 782 posyandu di 153 kelurahan. 4. Penyakit terbanyak pada usia lanjut di Kota Surabaya pada Tahun 2024 adalah Hipertensi sejumlah 56.796 orang (L = 20.961 P = 25.304) 5. Jumlah tenaga kesehatan selaku penanggungjawab program usia kesehatan lanjut adalah 63 orang (L = 10; P = 53). |
Indikator Aktifitas:
a. Terlaksananya pelatihan pelayanan perawatan jangka panjang usia lanjut kepada tenaga kesehatan selaku penanggung jawab program kesehatan usia lanjut dan pendamping usia lanjut. b. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan puskesmas terkait perawatan usia lanjut. c. Terlaksananya monitoring dan evaluasi Puskesmas Santun Lansia. d. Tersusunnya dokumen pencatatan dan pelaporan Puskesmas Santun Lansia.
Indikator Sub Kegiatan:
Terlaksananya pelayanan kesehatan usia lanjut sesuai standar
Indikator Kegiatan:
Tersedianya layanan kesehatan untuk UKM dan UKP rujukan tingkat daerah kabupaten/ kota.
Outcome Program:
Meningkatnya status kesehatan lansia melalui pelayanan promotif, preventif, dan kuratif
Impact:
Terwujudnya kesetaraan gender dalam pelayanan kesehatan lansia |
|
Mengetahui
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg ![]()
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg ![]()
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg
Nanik Sukristina S.KM, M.KesNIP.
Gambar tidak tersedia atau file hilang. https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg |