Gender Analysis Pathway
Dinas Kesehatan

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Visi:
Gotong Royong Menuju Surabaya Kota Dunia yang Maju, Humanis dan Berkelanjutan
Misi:
Membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul berkarakter, sehat jasmani rohani, produktif, religius, berbudaya dalam bingkai kebhinnekaan melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, pendidikan serta kebutuhan dasar lainnya
Program:
Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat.
Kegiatan:
Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/ Kota
Sub Kegiatan:
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Reproduksi Pada 63 Puskesmas.
Tujuan Kegitan Sub Kegiatan:
Terlaksananya pelayanan kesehatan Reproduksi sesuai standar
Sasaran Sub Kegiatan:
1. Remaja 2. Pasangan Usia Subur (PUS) 3. Tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan Kespro dan KB
Dasar Hukum:
Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2000 Tentang Pengarustamaan Gender Dalam Pembangunan Nasional Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2019 Tentang Pengarusamaan Gender Peraturan Walikota Surabaya Nomor 43 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Pengarustamaan Gender
Data Umum:
1. Jumlah Pasangan Usia Subur di Kota Surabaya Tahun 2023 adalah 499.262 orang.
2. Jumlah Peserta KB aktif di Kota Surabaya Tahun 2023 adalah 378.048 orang.(L= 20.072 ; P = 357.976)
3. Jumlah Kasus kekerasan terhadap Perempuan dan anak yang terlaporkan Kota Surabaya Triwulan 2 adalah 51 Orang
4. Jumlah sasaran Remaja di Kota Surabaya Tahun 2024 adalah 357.818 balita (L = 183.535; P = 174.283).
-
Akses:
.Laki-laki cenderung kurang mendapatkan akses informasi tentang kesehatan reproduksi dan KB , 2. Kurangnya Akses ke layanan pengaduan dan perlindungan hukum terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak
Partisipasi:
Kurangnya partisipasi dan peran keluarga/suami untuk memanfaatkan informasi yang ada tentang kesehatan reproduksi , KB dan pencegahan terhadap KTPA
Kontrol:
Sebagian besar pengambilan keputusan tentang kesehatan reproduksi dan KB masih di dominasi oleh laki-laki
Manfaat:
Remaja dan Pasangan usia subur (PUS) mendapatkan edukasi kesehatan
Sebab Kesenjangan Internal 1. Keterbatasan tenaga kesehatan (penanggungjawab wilayah) untuk mengetahui semua masalah kesehatan reproduksi , KB, KTPA dan layanan kesehatan untuk penyandang disabilitas 2. Tenaga kesehatan di puskesmas belum memahami konsep Pengarusutamaan Gender (PUG) & Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG). 1. Masih ada anggapan bahwa kesehatan Reproduksi dan KB hanya menjadi tanggungjawab perempuan 2. Korban kekerasan enggan melapor karena takut stigma sosial dan ancaman . 3. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang hak-hak perempuan dan anak 4. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengimplementasikan edukasi yang telah diberikan. 5. Tingginya mobilisasi masyarakat pendatang di suatu daerah sehingga akan meningkatkan permasalahan sosial ekonomi yang menjadi pemicu kekerasan dalam rumah tangga . 1. meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terkait kesehatan reproduksi , KB , Pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak , serta kesehatan penyandang disabilitas. 2. Mendorong perubahan sikap dan perilaku yang mendukung penghormatan terhadap hak-hak perempuan dan anak 1. Penyuluhan dan program keluarga berencana, praktik P2GP, pencegahan kekerasan pada perempuan dan anak, serta kesehatan penyandang disabilitas di 63 Puskesmas 1. Jumlah Pasangan Usia Subur di Kota Surabaya Tahun 2024 adalah 496.739 orang orang. 2. Jumlah Peserta KB AKtif di Kota Surabaya Triwulan II 2024 adalah 379.628 ( L : 20.215 ; P 359.413) 3. Jumlah Kasus kekerasan terhadap Perempuan dan anak yang terlaporkan Kota Surabaya Triwulan 2 adalah 51 Orang 4. Jumlah sasaran Remaja di Kota Surabaya Tahun 2024 adalah 357.818 balita (L = 183.535; P = 174.283).
Indikator Aktifitas:
Persentase remaja dan pasangan usia subur (PUS) (laki-laki dan perempuan) yang mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi sesuai standar di 63 Puskesmas
Indikator Sub Kegiatan:
Jumlah remaja yang mendapatkan layanan kesehatan reproduksi sesuai standar, terpilah jenis kelamin.
Indikator Kegiatan:
Jumlah tenaga kesehatan terlatih dalam pelayanan kesehatan reproduksi responsif gender.
Outcome Program:
Meningkatnya pengetahuan dan perilaku sehat terkait kesehatan reproduksi.
Impact:
Terwujudnya kesetaraan gender dalam pelayanan kesehatan reproduksi
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg Nanik Sukristina S.KM, M.Kes
NIP.
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg

Gambar tidak tersedia atau file hilang.

https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
 
Mengetahui
Kepala Dinas Kesehatan
Kota Surabaya
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg