Gender Analysis Pathway
Kecamatan Benowo

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Visi:
Gotong royong menuju Kota Dunia yang maju, humanis, dan berkelanjutan.
Misi:
Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan inklusif melalui perencanaan pembangunan yang berkualitas dan partisipatif.
Program:
Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan Kegiatan: Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Tingkat Kecamatan dan Kelurahan (Kecamatan BENOWO)
Kegiatan:
Peningkatan Kesadaran Keluarga dalam Membangun Kerja Sama antar-Keluarga Warga, dan Kelompok Masyarakat
Sub Kegiatan:
Peningkatan Kesadaran Keluarga dalam Membangun Kerja Sama antar-Keluarga Warga, dan Kelompok Masyarakat
Tujuan Kegitan Sub Kegiatan:
Meningkatkan peran keluarga dan masyarakat sebagai ujung tombak pemerintah kota dalam menangani permasalahan skala lingkungan, termasuk stunting, gizi buruk, kesehatan ibu dan anak, PHBS, serta pendataan dan pelaporan masalah sosial.
Sasaran Sub Kegiatan:
Kader Surabaya Hebat RT RW dan Semua Lapisan Masyarakat di wilayah Kecamatan BENOWO
Dasar Hukum:
Dasar Hukum: Peraturan Daerah Nomor 4 tahun 2019 tentang Pengarusutamaan Gender dan Peraturan Walikota Nomor 43 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Pengarusutamaan Gender untuk mencapai pembangunan di Kota Surabaya yang adil baik bagi laki-laki maupun perempuan.
Data Umum:
Jumlah penduduk Kecamatan BENOWO dan Tokoh Pelaksana (RW)
Jumlah penduduk Kecamatan BENOWO: 75.716 orang Laki-laki: 37.797 orang Perempuan: 37.919 orang
Tokoh Pelaksana (RW): 27 orang Laki-laki: 27 orang Perempuan: 0 orang
Akses informasi dan pendampingan terkait stunting, kesehatan ibu dan anak, serta PHBS lebih banyak diterima oleh perempuan dibandingkan laki-laki., Partisipasi laki-laki dalam kegiatan peningkatan kesadaran keluarga dan pemberdayaan masyarakat masih rendah., Pengambilan keputusan terkait kesehatan keluarga dan pengasuhan anak sebagian besar dibebankan kepada perempuan., Manfaat program belum optimal bagi seluruh anggota keluarga karena peran ayah dan anggota keluarga laki-laki belum maksimal.
Pola pelaksanaan kegiatan masih berfokus pada ibu dan kader perempuan. 2. Materi dan metode sosialisasi belum sepenuhnya mendorong peran setara laki-laki dan perempuan.
Akses:
Akses informasi dan pendampingan terkait stunting, kesehatan ibu dan anak, serta PHBS lebih banyak diterima oleh perempuan dibandingkan laki-laki.
Partisipasi:
Partisipasi laki- laki dalam kegiatan peningkatan kesadaran keluarga dan pemberdayaan masyarakat masih rendah.
Kontrol:
Pengambilan keputusan terkait kesehatan keluarga dan pengasuhan anak sebagian besar dibebankan kepada perempuan.
Manfaat:
Manfaat program belum optimal bagi seluruh anggota keluarga karena peran ayah dan anggota keluarga laki-laki belum maksimal.
1. Pola pelaksanaan kegiatan masih berfokus pada ibu dan kader perempuan. 2. Materi dan metode sosialisasi belum sepenuhnya mendorong peran setara laki- laki dan perempuan. 1. Norma sosial yang menganggap urusan kesehatan dan pengasuhan sebagai tanggung jawab perempuan. 2. Waktu dan pola kerja laki-laki yang membatasi keikutsertaan dalam kegiatan masyarakat. kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga, baik laki-laki maupun perempuan, dalam membangun kerja sama keluarga dan masyarakat yang sehat, peduli, dan berdaya. 1. Pelibatan aktif laki-laki (ayah) dalam kegiatan kesadaran keluarga, PHBS, dan pencegahan stunting. 2. Penguatan kapasitas Kader Surabaya Hebat dengan perspektif responsif gender. 3. Pendampingan keluarga secara partisipatif dan inklusif 1. Jumlah keluarga yang mengikuti kegiatan: 18.604 keluarga 2. Tingkat partisipasi laki- laki dalam kegiatan keluarga: masih terbatas
Indikator Aktifitas:
Tingkat partisipasi keluarga (laki-laki dan perempuan) dalam kegiatan peningkatan kesadaran keluarga.
Indikator Sub Kegiatan:
Jumlah Keluarga yang Mengikuti Peningkatan Kesadaran Keluarga (30.208 keluarga).
Indikator Kegiatan:
Jumlah kegiatan Peningkatan Kesadaran Keluarga dalam Membangun Kerja Sama antar-Keluarga, Warga, dan Kelompok Masyarakat yang terselenggara (1 kegiatan).
Outcome Program:
Meningkatnya peran keluarga dalam pencegahan masalah kesehatan dan sosial di lingkungan.
Impact:
Menurunnya permasalahan stunting, gizi buruk, dan meningkatnya perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat.
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg Denny Christupel Tupamahu, AP, S.H, SE, M.Si, M.H, M.Psi
NIP.
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg

Gambar tidak tersedia atau file hilang.

https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
 
Mengetahui
Kepala Kecamatan Benowo
Kota Surabaya
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg