| Langkah 1 | Langkah 2 | Langkah 3 | Langkah 4 | Langkah 5 | Langkah 6 | Langkah 7 | Langkah 8 | Langkah 9 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis | Data Pembuka Wawasan | Isu Gender | Kebijakan dan Rencana Ke Depan | Pengukuran Hasil | ||||
| Faktor Kesenjangan | Sebab Kesenjangan Internal | Sebab Kesenjangan Eksternal | Reformasi Tujuan | Rencana Aksi | Data Dasar (Base-line) | Indikator Gender | ||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
|
Visi:
Gotong royong menuju kota dunia yang maju, humanis dan berkelanjutan
Misi:
Mewujudkan perekonomian inklusif untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan pembukaan lapangan kerja baru melalui penguatan kemandirian ekonomi lokal, kondusifitas iklim investasi, penguatan daya saing surabaya sebagai pusat penghubung perdagangan dan jasa antar pulau serta internasional
Program:
PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DAN KELURAHAN
Kegiatan:
Kegiatan Pemberdayaan Kelurahan
Sub Kegiatan:
Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan
Tujuan Kegitan Sub Kegiatan:
Terpenuhinya kesejahteraan lembaga pelayanan administrasi kemasyarakatan yang mendapatkan peningkatan mutu
Sasaran Sub Kegiatan:
Organisasi Masyarakat LPMK.RW.RT |
Dasar Hukum:
Peraturan Walikota Nomor 123 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 68 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan.
Data Umum:
Jumlah Penduduk tahun 2024 Total = 21.003 - Laki-laki = 10.309 orang - Perempuan = 10.694 orang
Jumlah Organisasi Masyarakat
- RW = 10, L = 8 orang , P = 2 orang
- RT = 63, L = 53 orang.P = 10 orang
- LPMK = 10, L= 7 orang, P= 2 orang
Jumlah KSH th. 2024
- L = 0
- P = 246
Jumlah TP PKK
- L = 0
- P = 27
Jumlah Kelompok Tani = 5 poktan
|
Akses:
Adanya kesamaan akses dalam mendapatkan informasi dan pelayanan
Partisipasi:
Perempuan akan banyak terlibat dalam kegiatan di sosial kemasyarakatan
Kontrol:
Masyarakat dapat memiliki kontrol dalam pengambilan keputusan baik laki-laki maupun perempuan
Manfaat:
Meningkatnya kualitas pelayanan dan pemberdayaan secara efektif dan efisien |
-Kurang terlibatnya keadilan dan kesetaraan gender pada kegiatan musbangkel karena dominan laki-laki -Tidak dilibatkannya organisasi perempuan pada kegiatan musbangkel | kurang tersosialisasikannya konsep, isu, dan analisa gender kepada masyarakat | Melibatkan organisasi wanita, remaja dan lansia dalam mendapatkan informasi dari pelaksanaan mubangkel | Pengadaan : - BOP Ketua LPMK, RW,RT - BOP Balai RW dan RT | Tersedianya : - BOP Ketua LPMK, RW,RT - BOP Balai RW dan RT |
Indikator Aktifitas:
- Lancarnya kegiatan di Balai RW,RT - Terbayarnya honorarium Ketua LPMK, RW,RT - Terbayarnya tagihan listrik dan air
Indikator Sub Kegiatan:
Jumlah ormas yang melaksanakan pemberdayaan masyarakat
Indikator Kegiatan:
Jumlah kelurahan yang dikembangkan potensi wilayahnya
Outcome Program:
Persentase kelurahan yang menindaklanjuti konsep inovasi
Impact:
Terpenuhinya kesejahteraan lembaga pelayanan administrasi kemasyarakatan yang mendapatkan peningkatan mutu selama 12 bulan |
|
Mengetahui
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
Kepala Kecamatan Wonocolo Kota Surabaya
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg ![]()
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg ![]()
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg
Muslich Hariadi S.SosNIP.
Gambar tidak tersedia atau file hilang. https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg |