Gender Analysis Pathway
Sekretariat DPRD

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Visi:
Gotong Royong menuju Kota Dunia yang Maju, Humanis dan Berkelanjutan
Misi:
Memantapkan transformasi birokrasi yang bersih, dinamis dan tangkas berbasis digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik
Program:
Dukungan Pelaksanaan Tugas Dan Fungsi DPRD
Kegiatan:
Fasilitasi Tugas DPRD
Sub Kegiatan:
Koordinasi dan Konsultasi Pelaksanaan Tugas DPRD
Tujuan Kegitan Sub Kegiatan:
Memfasilitasi kegiatan koordinasi dan konsultasi dalam pelaksanaan tugas DPRD
Sasaran Sub Kegiatan:
Pimpinan dan anggota DPRD Kota Surabaya , OPD, masyarakat, dan narasumber
Dasar Hukum:
Peraturan Walikota Nomor 68 Tahun 2021
Data Umum:
Data Pegawai DPRD Kota Surabaya
Data Anggota DPRD Kota Surabaya: L= 37 P= 9
Data Pimpinan DPRD Kota Surabaya: L= 3 P= 1
Data Pejabat Struktural Sekretariat DPRD: L=3 P=1
Data Pegawai ASN Sekretariat DPRD Kota Surabaya: L= 35 P=11
Akses:
Adanya perbedaan dalam tingkat akses yang dimiliki oleh perempuan dan laki-laki terhadap informasi, sumber daya, atau kesempatan untuk berpartisipasi dalam koordinasi dan konsultasi.
Partisipasi:
Dalam konteks gender bisa terjadi jika perempuan memiliki kesempatan yang lebih sedikit untuk terlibat dalam konsultasi atau pengambilan keputusan dibandingkan laki-laki.
Kontrol:
Pihak laki-laki memiliki kontrol yang lebih besar terhadap hasil keputusan atau kebijakan dibandingkan perempuan.
Manfaat:
Adanya kebijakan atau program yang dihasilkan dari kegiatan koordinasi dan konsultasi DPRD tidak memperhatikan perbedaan kebutuhan antara perempuan dan laki-laki, atau lebih menguntungkan salah satu kelompok gender saja.
Salah satu penyebab kesenjangan internal adalah dominasi laki-laki dalam posisi kepemimpinan dan pengambilan keputusan di DPRD. Jika struktur organisasi DPRD atau forum konsultasi didominasi oleh laki-laki, maka kebijakan yang dihasilkan cenderung lebih berpihak pada perspektif laki-laki dan kurang memperhatikan kebutuhan perempuan. Kurangnya pemahaman tentang kesetaraan gender di tingkat masyarakat luas dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk mengidentifikasi dan menangani kesenjangan gender dalam kegiatan koordinasi dan konsultasi. Memastikan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dalam koordinasi dan konsultasi pelaksanaan tugas DPRD, sehingga kebijakan yang dihasilkan juga mencerminkan kebutuhan dan aspirasi perempuan Mengidentifikasi dan mengundang baik perempuan dan laki-laki dari berbagai latar belakang disiplin ilmu untuk berpartisipasi dalam forum koordinasi dan konsultasi kebijakan yang diadakan oleh DPRD. Jumlah undangan kegiatan rapat dan konsultasi DPRD
Indikator Aktifitas:
Waktu pelaksanaan sub kegiatan adalah 1 tahun anggaran
Indikator Sub Kegiatan:
Jumlah Dokumen hasil Koordinasi dan Konsultasi Pelaksanaan Tugas DPRD
Indikator Kegiatan:
Rata-rata waktu penyelesaian risalah rapat paripurnaan notulensi rapat
Outcome Program:
Presentase pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD
Impact:
Terwujudnya pelaksanaan kegiatan koordinasi dan konsultasi oleh DPRD Bersama masyarakat, OPD dan narasumber.
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg Ir. Musdiq Ali Suhudi, MT
NIP.
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg

Gambar tidak tersedia atau file hilang.

https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
 
Mengetahui
Kepala Sekretariat DPRD
Kota Surabaya
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg