Gender Analysis Pathway
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Visi:
Gotong Royong Menuju Kota Dunia Yang Maju, Humanis Dan Berkelanjutan
Misi:
Membangun Sumber Daya Manusia (Sdm) Unggul, Sehat Jasmani Dan Rohani, Produktif Serta Berkarakter Melalui Peningkatan Akses Dan Kualitas Pelayanan Kesehatan, Pendidikan Dan Kebutuhan Dasar Lainnya
Program:
Program Penyediaan dan Pengembangan Sarana Pertanian
Kegiatan:
Pengawasan Penggunaan Sarana Pertanian
Sub Kegiatan:
Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian
Tujuan Kegitan Sub Kegiatan:
Tersusunnya 4 Laporan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian
Sasaran Sub Kegiatan:
4 laporan pelaksanaan kegiatan pendampingan penggunaan sarana pendukung pertanian
Dasar Hukum:
Peraturan Walikota Nomor 78 Tahun 2021 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas Dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kota Surabaya Pasal 9 Ayat (2) Keputusan Walikota Surabaya Nomor: 188.45/276/436.1.2/2021 tentang Nomenklatur Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya Bidang Pertanian mempunyai tugas salah satunya adalah melaksanakan penyediaan dan pemeliharaan sarana prasarana pertanian perkotaan
Data Umum:
Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian terdiri dari laporan: 1. Laporan TW I Tahun 2024 kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian 2. Laporan TW II Tahun 2024 kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian 3. Laporan TW III Tahun 2024 kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian 4. Laporan TW IV Tahun 2024 kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian
Didalam kegiatan tersebut diselenggarakan kegiatan pelatihan Budidaya Tanaman Sayuran dalam Pot, Budidaya Hidroponik, Pengembangan Usaha dan Diversifikasi Usaha bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan pengetahuan masyarakat pembudidaya dan untuk mengembangkan usahanya baik dalam hal manajemen budidaya maupun manajemen pemasaran produk
1. Kegiatan pelatihan budidaya tasapot (tanaman sayuran dalam pot) telah dilaksanakan sebanyak 5 kali dengan diikuti lebih banyak perempuan 124 orang (62%) daripada laki-laki 76 orang (38%) 2. Kegiatan pelatihan budidaya sayuran dengan cara hidroponik telah dilaksanakan sebanyak 5 kali dengan diikuti lebih banyak perempuan 125 orang (62,5%) daripada laki-laki 75 orang (37,5%) 3. Kegiatan Pelatihan Diversifikasi Usaha telah dilaksanakan sebanyak 2 kali dengan diikuti lebih banyak perempuan 35 orang (70%) dan laki-laki 15 orang (30%) 4. Kegiatan Pelatihan Pengembangan usaha telah dilaksanakan sebanyak 2 kali dan diikuti lebih banyak perempuan 33 orang (66%) dan laki-laki 17 orang (34%) 5. Presentasi dari kelompok pemuda/i yang telah mengikuti pelatihan Tahun 2024 sebanyak 25 orang 25%
-
-
Akses:
Peserta kegiatan mendapat akses berdasarkan usulan Kecamatan, PPL, dan Tim Urban Farming
Partisipasi:
Proporsi pembudidaya tanaman hortikultur yang mengikuti Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian lebih tinggi perempuan 317 orang (63,4%) daripada laki-laki 183 orang (36,6%).
Kontrol:
Pejabat pengampu kegiatan -Eselon II P: 1 Orang -Eselon III L: 1 Orang
Manfaat:
masyarakat yang teredukasi tentang budidaya tasapot, hidroponik, pengembangan usaha dan diversifikasi usaha secara baik dan benar sehingga bisa meningkatkan ketersediaan dan kualitas konsumsi produk pertanian
'1. Belum adanya mekanisme pelatihan yang mengatur partisipasi dan manfaat yang bisa diambil secara adil antara laki-laki dan perempuan 2. Dinas tidak bisa menyelenggarakan kegiatan pelatihan secara optimal karena menyesuaikan ketersediaan anggaran '1. Adanya anggapan di masyarakat bahwa untuk menjadi pembudidaya tanaman hortikultura dilahan pekarangan lebih sesuai dilaksanakan oleh perempuan karena dianggap perempuan lebih telaten dan bisa menjadi pekerjaan sampingan/ hobby 2. Kurangnya ketertarikan generasi muda dalam mengembangkan budidaya pertanian perkotaan Laporan yang disusun dalam rangka Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian terdiri dari 1. Laporan TW I Tahun 2025 kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian 2. Laporan TW II Tahun 2025 kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian 3. Laporan TW III Tahun 2025 kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian 4. Laporan TW IV Tahun 2025 kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian 1. Kegiatan pelatihan budidaya tasapot (tanaman sayuran dalam pot) 2. Kegiatan pelatihan budidaya sayuran dengan cara hidroponik 3. Kegiatan Pelatihan Diversifikasi Usaha 4. Kegiatan Pelatihan Pengembangan Usaha 5. Yang menjadi Rencana Kegiatan Selanjutya adalah Distribusi bantuan sarpras pengembangan pertanian perkotaan ; Kegiatan pokja pengembangan pertanian perkotaan Pendampingan usaha budidaya bagi pelaku usaha pertanian perkotaan yang sudah di lakasnakan Tahun sebelumnya serta Kegiatan pengelolaan sarana edukasi pertanian perkotaan (eduwisata) Pada Tahun 2024: DATA TERPILAH: 1. Kegiatan pelatihan budidaya tasapot (tanaman sayuran dalam pot) telah dilaksanakan sebanyak 5 kali dengan diikuti lebih banyak perempuan 124 orang (62%) daripada laki-laki 76 orang (38%) 2. Kegiatan pelatihan budidaya sayuran dengan cara hidroponik telah dilaksanakan sebanyak 5 kali dengan diikuti lebih banyak perempuan 125 orang (62,5%) daripada laki-laki 75 orang (37,5%) 3. Kegiatan Pelatihan Diversifikasi Usaha telah dilaksanakan sebanyak 2 kali dengan diikuti lebih banyak perempuan 35 orang (70%) dan laki-laki 15 orang (30%) 4. Kegiatan Pelatihan Pengembangan usaha telah dilaksanakan sebanyak 2 kali dan diikuti lebih banyak perempuan 33 orang (66%) dan laki-laki 17 orang (34%) 5. Presentasi dari kelompok pemuda/i yang telah mengikuti pelatihan Tahun 2024 sebanyak 25 orang 25%
Indikator Aktifitas:
1. Kegiatan pelatihan budidaya tasapot (tanaman sayuran dalam pot) 2. Kegiatan pelatihan budidaya sayuran dengan cara hidroponik 3. Kegiatan Pelatihan Diversifikasi Usaha 4. Kegiatan Pelatihan Pengembangan usaha
Indikator Sub Kegiatan:
Tersusunnya 4 Laporan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian
Indikator Kegiatan:
Terpenuhinya 10 Jenis Sarana Pertanian Yang Disediakan Bagi Pembudidaya Pekarangan
Outcome Program:
Tercapainya 40 orang pembudidaya pekarangan yang berproduksi konsisten dengan hasil layak dipasarkan
Impact:
-
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg Ir. Antiek Sugiharti, M.Si
NIP.
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg

Gambar tidak tersedia atau file hilang.

https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
 
Mengetahui
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian
Kota Surabaya
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg