| Langkah 1 | Langkah 2 | Langkah 3 | Langkah 4 | Langkah 5 | Langkah 6 | Langkah 7 | Langkah 8 | Langkah 9 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis | Data Pembuka Wawasan | Isu Gender | Kebijakan dan Rencana Ke Depan | Pengukuran Hasil | ||||
| Faktor Kesenjangan | Sebab Kesenjangan Internal | Sebab Kesenjangan Eksternal | Reformasi Tujuan | Rencana Aksi | Data Dasar (Base-line) | Indikator Gender | ||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
|
Visi:
Gotong Royong Menuju Kota Dunia yang Maju, Humanis dan Berkelanjutan
Misi:
Membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul berkarakter, sehat jasmani rohani, produktif, religius, berbudaya dalam bingkai kebhinnekaan melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, pendidikan serta kebutuhan dasar lainnya
Program:
Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat
Kegiatan:
Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota
Sub Kegiatan:
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Orang Terduga Tuberkulosis
Tujuan Kegitan Sub Kegiatan:
Terlaksananya kegiatan-kegiatan yang tergabung dalam sub kegiatan Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Orang Terduga Tuberkulosis Tahun 2025
Sasaran Sub Kegiatan:
Petugas Pendamping TBC RO, Satgas TBC dan Petugas Kesehatan Fasilitas Kesehatan Kota Surabaya. |
Dasar Hukum:
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 67 Tahun 2016 tentang Penanngulangan Tuberculosis Pasal 1 Ayat (2) Penanggulangan Tuberkulosis yang selanjutnya disebut Penanggulangan TB adalah segala upaya kesehatan yang mengutamakan aspek promotif dan preventif, tanpa mengabaikan aspek kuratif dan rehabilitatif yang ditujukan untuk melindungi kesehatan masyarakat, menurunkan angka kesakitan, kecacatan atau kematian, memutuskan penularan, mencegah resistensi obat dan mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan akibat Tuberkulosis
Data Umum:
Jumlah terduga TBC Tahun 2024 (semester 1) sebanyak 53.667 dengan rincian laki – laki 22.299 (42%) dan perempuan 31.368 (58%).
-
-
-
-
|
Akses:
1. Orang Terduga Tuberkulosis Laki-laki dan perempuan mempunyai akses yang sama untuk mendapatkan pelayanan Kesehatan. (deteksi dini, pemeriksaan dan pendampingan) 2. Keterbatasan Informasi yang diterima orang Terduga Tuberkulosis menyebabkan kurangnya pengetahuan tentang Tuberkulosis 3. Perempuan cenderung mendapatkan informasi lebih banyak daripada laki-laki saat kegiatan pertemuan sosial masyarakat.
Partisipasi:
Jumlah perempuan terduga Tuberkulosis lebih tinggi dari pada laki-laki, Tidak semua orang terduga Tuberkulosis memeriksakan kesehatannya ke fasilitas-fasilitas Kesehatan.
Kontrol:
Pemegang Program di bidang P2P di Dinas Kesehatan, Petugas Pelayanan Kesehatan dan Petugas Pendamping yang Sebagian besar perempuan.
Manfaat:
Meningkatkan kapasitas petugas pendamping terkait pendampingan pasien TBC RO |
1. Berkurangnya SDM Dinas Kesehatan 2. Berkurangnya Petugas Kesehatan terlatih di Fasilitas Pelayanan Kesehatan 3. Berkurangnya Personil lainnya (contoh : Petugas Pendamping) 4. Melakukan contact tracing melalui kunjungan rumah baik bagi pasien TBC RO yang didampingi, maupun kontak erat pasien tersebut 5. Melacak dan melakukan kunjungan rumah jika ada pasien TBC RO yang mangkir/putus berobat | Peran seluruh sektor terkait dalam untuk mendukung upaya pengendalian TBC belum maksimal | 1. Memenuhi target program deteksi dini, penemuan kasus, dan terduga kasus TBC; 2. Meningkatkan angka kesembuhan dengan melakukan pendampingan pasien TBC RO secara optimal; 3. Mengidentifikasi kondisi sosial dan ekonomi pasien TBC RO dengan melakukan kegiatan Contact Tracing; 4. Menurunkan angka drop out dengan melakukan pelacakan pasien TBC RO mangkir; 5. Meningkatkan kapasitas terkait Program TBC melalui pertemuan; | 1. Pendampingan pasien TBC RO yang optimal dan Pertemuan-Pertemuan Program TBC. 2. Melakukan validasi data Program TBC Melalui Aplikasi Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB); 3. Melakukan Monitoring dan Evaluasi TBC Data Program TBC. | Jumlah terduga TBC Tahun 2024 (semester 1) sebanyak 53.667 dengan rincian laki – laki 22.299 (42%) dan perempuan 31.368 (58%) |
Indikator Aktifitas:
1. Melakukan pendampingan bagi pasien TBC RO 2. Memberikan dukungan dan motivasi pada pasien TBC RO untuk terus menjalankan pengobatan sampai dengan selesai(tuntas) 3. Mengidentifikasi, memonitor, dan menginformasikan kepada petugas kesehatan jika ada keluhan efek samping obat pada pasien TBC RO 4.Melakukan contact tracing melalui kunjungan rumah baik bagi pasien TBC RO yang didampingi, maupun kontak erat pasien tersebut 5. Melacak dan melakukan kunjungan rumah jika ada pasien TBC RO yang mangkir/putus berobat
Indikator Sub Kegiatan:
Jumlah Orang Terduga Menderita Tuberkulosis yang Mendapatkan Pelayanan Sesuai Standar
Indikator Kegiatan:
Jumlah puskesmas yang melaksanakan pencegahan dan pengendalian penyakit menular
Outcome Program:
Terlaksananya kegiatan Pendampingan pasien TBC RO yang optimal dan Pertemuan-Pertemuan Program TBC.
Impact:
Meningkatnya Status Kesehatan Masyarakat |
|
Mengetahui
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg ![]()
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg ![]()
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg
Nanik Sukristina S.KM, M.KesNIP.
Gambar tidak tersedia atau file hilang. https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg |