| Langkah 1 | Langkah 2 | Langkah 3 | Langkah 4 | Langkah 5 | Langkah 6 | Langkah 7 | Langkah 8 | Langkah 9 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis | Data Pembuka Wawasan | Isu Gender | Kebijakan dan Rencana Ke Depan | Pengukuran Hasil | ||||
| Faktor Kesenjangan | Sebab Kesenjangan Internal | Sebab Kesenjangan Eksternal | Reformasi Tujuan | Rencana Aksi | Data Dasar (Base-line) | Indikator Gender | ||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
|
Visi:
Gotong Royong Menuju Kota Dunia yang Maju, Humanis dan Berkelanjutan
Misi:
Membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul berkarakter, sehat jasmani rohani, produktif, religius, berbudaya dalam bingkai kebhinnekaan melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, pendidikan serta kebutuhan dasar lainnya
Program:
Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)
Kegiatan:
Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota
Sub Kegiatan:
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan pada Usia Produktif
Tujuan Kegitan Sub Kegiatan:
Meningkatkan Jumlah Penduduk Usia Produktif yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Sesuai Standar
Sasaran Sub Kegiatan:
Pelayanan Kesehatan Usia Produktif 15-59 tahun yang berkunjung/berobat ke Puskesmas |
Dasar Hukum:
a. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan b. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan c. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2024 tentang Standa Teknis Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal Kesehatan
Data Umum:
1. Jumlah Puskesmas di Surabaya sebanyak 63 Puskesmas
2. Data Kependudukan warga Kota Surabaya pada tahun 2024 berdasarkan data Dispendukcapil adalah 2.921.996 jiwa, dengan rincian sebagai berikut
L : 1.446.305 jiwa
P : 1.475.691 jiwa
3. Penduduk Usia Produktif tahun 2024 sejumlah 1.923.364 dengan rincian Laki-laki = 959.736 dan perempuan = 963.623
4. Jumlah penduduk usia produktif yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar pada bulan januari sampai juli tahun 2024, sebanyak 1.336.635, Laki-laki = 502.779 Perempuan = 833.856
-
|
Akses:
Adanya kesamaan akses perempuan dan laki-laki terhadap pelayanan Puskesmas
Partisipasi:
Proporsi perempuan yang berkunjung ke puskesmas lebih besar dibandingkan laki-laki
Kontrol:
Dinas Kesehatan Kota, Puskesmas, Tim P2PTM
Manfaat:
Laki-laki dan perempuan mendapatkan manfaat yang sama untuk meningkatkan derajat kesehatannya |
1. Banyak individu usia produktif tidak menyadari pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, seperti tes darah, skrining penyakit kronis, atau pemeriksaan kesehatan reproduksi 2. Usia produktif cenderung merasa "sehat" sehingga tidak merasa perlu mengakses layanan rutin. | Masih ada anggapan kuat di masyarakat bahwa penduduk usia produktif laki-laki lebih mengabaikan kesehatannya daripada perempuan | 1. Melakukan deteksi dini risiko penyakit pada masyarakat 2. Meningkatkan pencegahan dan penemuan dini faktor risiko. 3. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam penanganan kesehatan jiwa di wilayahnya | 1. Melaksanakan Skrining Terintegrasi yang terdiri : • Wawancara faktor resiko PTM • Pengukuran antropometri dan pemeriksaan tekanan darah • Pemeriksaan Gula Darah, Indera, SRQ,IVA SADANIS, deteksi dini jantung menggunakan EKG, deteksi dini PPOK pada perokok dan kadar CO pernapasan 2. Skrining terintegrasi di 63 Puskesmas 3. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi | 1. Jumlah Puskesmas di Surabaya sebanyak 63 Puskesmas 2. Data Kependudukan warga Kota Surabaya pada tahun 2024 berdasarkan data Dispendukcapil adalah 2.921.996 jiwa, dengan rincian sebagai berikut: L : 1.446.305 jiwa P : 1.475.691 jiwa 3. Penduduk Usia Produktif tahun 2024 sejumlah 1.923.364 dengan rincian Laki-laki = 959.736 dan perempuan = 963.623 4. Jumlah penduduk usia produktif yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar pada bulan januari sampai juli tahun 2024, sebanyak 1.336.635, Laki-laki = 502.779 Perempuan = 833.856 |
Indikator Aktifitas:
• Wawancara faktor resiko PTM • Pengukuran antropometri dan pemeriksaan tekanan darah • Pemeriksaan Gula Darah, Indera, SRQ, IVA SADANIS, deteksi dini jantung menggunakan EKG, deteksi dini PPOK pada perokok dan kadar CO pernapasan • Skrining terintegrasi di 63 Puskesmas • Pelaksanaan monitoring dan evaluasi
Indikator Sub Kegiatan:
Jumlah Penduduk Usia Produktif yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Sesuai Standar
Indikator Kegiatan:
Jumlah lembaga yang melaksanakan pembinaan terpadu Penyakit Tidak Menular (bindu PTM)
Outcome Program:
Meningkatnya derajat kesehatan usia produktif Berkurangnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, dll. Deteksi dini faktor risiko penyakit meningkat
Impact:
Meningkatnya kualitas sumber daya manusia (SDM) |
|
Mengetahui
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg ![]()
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg ![]()
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg
Nanik Sukristina S.KM, M.KesNIP.
Gambar tidak tersedia atau file hilang. https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg |