Gender Analysis Pathway
Dinas Kesehatan

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Visi:
Gotong Royong Menuju Kota Dunia yang Maju, Humanis dan Berkelanjutan
Misi:
Membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul berkarakter, sehat jasmani rohani, produktif, religius, berbudaya dalam bingkai kebhinnekaan melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, pendidikan serta kebutuhan dasar lainnya
Program:
Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat
Kegiatan:
Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota
Sub Kegiatan:
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir
Tujuan Kegitan Sub Kegiatan:
Terlaksananya pelayanan kesehatan bayi baru lahir sesuai standar
Sasaran Sub Kegiatan:
Bayi baru lahir
Dasar Hukum:
1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan; 2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak; 3. Inpres 9 Tahun 2000 Tentang Pengarusutamaan Gender Dalam Pembangunan Nasional; 4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 25 tahun 2014 tentang Upaya Kesehatan Anak; 5. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 411/Menkes/PER/III/2010 tentang Laboratorium Klinik; 6. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 78 tahun 2014 tentang Skrining Hipotiroid Kongenital; 7. Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pengawasan Pelaksanaan Perencanaan Dan Penganggaran Yang Responsif Gender Untuk Pemerintah Daerah; 8. Peraturan Menteri Dalam Negeri 67 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2008 Tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender Di Daerah; 9. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1511/2023 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pelayanan Kebidanan dan Neonatal Dalam Rangka Implementasi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2023; 10. Surat Edaran Bersama 4 Menteri (Menteri Bappenas, Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri & KPPPA) Tahun 2012 tentang Percepatan Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender; 11. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 39 Tahun 2020 Tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2019 Tentang Pengarusutamaan Gender; 12. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2019 Tentang Pengarusutamaan Gender; 13. Keputusan Walikota Surabaya Nomor : 188.45/338.436.1.2/2012 Tentang Satuan Tugas Penurunan Kematian Ibu dan Bayi (Satgas Penakib) Kota Surabaya; 14. Keputusan Walikota Surabaya Nomor : 100.3.3.3/57/436.1.2/2024 Tentang Tim Focal Point Pengarusutamaan Gender Kota Surabaya; 15. Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Pengarustamaan Gender; 16. Keputusan Dinas Kesehatan Kota Surabaya Nomor : 400.7/624/436.7.2/2024 Tentang Tim Focal Point Pengarusutamaan Gender (PUG) Tahun 2024 Dinas Kesehatan Kota Surabaya.
Data Umum:
Jumlah bayi di Kota Surabaya Tahun 2023 adalah 41.180 bayi (L = 20.338; P = 20.792)
Jumlah bayi lahir hidup di Kota Surabaya Tahun 2023 adalah 39.891 bayi (L= 19.750; P = 20.141)
Jumlah berat bayi lahir rendah (BBLR) di Kota Surabaya Tahun 2023 adalah 1.418 bayi (L= 735; P = 683)
Jumlah bayi baru lahir yang dilakukan screening hipotiroid kongenital di Kota Surabaya Tahun 2023 adalah 14.796 bayi (L= 7.502; P = 7.294)
Kasus kematian bayi di Kota Surabaya Tahun 2023 adalah 4,04%
Akses:
Kurangnya informasi orang tua bayi tentang pentingnya pemeriksaan SHK pada bayi baru lahir (pengambilan darah pada tumit bayi/heel prick)
Partisipasi:
Sebagian fasilitas kesehatan melakukan pemeriksaan SHK secara mandiri, sehingga pencatatan dan pelaporan SHK tidak masuk dalam data kota
Kontrol:
Belum semua tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan tersosialisasi mengenai teknik pengambilan spesimen pemeriksaan SHK
Manfaat:
Bayi baru lahir mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar
Adanya anggapan bahwa pelayanan maupun pemeriksaan bayi dilakukan oleh tenaga kesehatan perempuan 1. Sosialisasi pelayanan kesehatan bayi baru lahir dilakukan secara bertahap; 2. Akses informasi yang terbatas serta tingkat pendidikan orang tua bayi menjadi faktor penghambat penyampaian informasi tentang pelayanan kesehatan bayi baru lahir; 3. Masih ada anggapan bahwa mengasuh bayi adalah tugas perempuan. 1. Mendeteksi adanya gangguan kongenital sedini mungkin, sehingga bila ditemukan dapat segera dilakukan intervensi secepatnya; 2. Mengkoordinir sistem rujukan bayi baru lahir di wilayah Kota Surabaya. 1. Pemeriksaan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK); 2. Neonatal Emegency Transportation Service (NETS). 1. Jumlah bayi lahir hidup di Kota Surabaya pada triwulan 2 Tahun 2024 adalah 18.999 bayi (L = 9.585; P = 9.484); 2. Jumlah berat bayi lahir rendah (BBLR) di Kota Surabaya pada triwulan 2 Tahun 2024 adalah 520 bayi (L = 271; P = 299.); 3. Jumlah bayi baru lahir yang dilakukan screening hipotiroid kongenital di Kota Surabaya pada triwulan 2 Tahun 2024 adalah 15.004 bayi (L = 7.737; P = 7.267); 4. Kasus kematian bayi di Kota Surabaya Tahun 2023 adalah 4,04%.
Indikator Aktifitas:
a. Terlaksananya pemeriksaan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK); b. Terlaksananya Neonatal Emegency Transportation Service (NETS).
Indikator Sub Kegiatan:
Terlaksananya pelayanan kesehatan bayi baru lahir sesuai standar
Indikator Kegiatan:
Tersedianya layanan kesehatan untuk UKM dan UKP rujukan tingkat daerah kabupaten/kota
Outcome Program:
Terpenuhinya Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat
Impact:
Terwujudnya Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, sehat jasmani dan rohani, produktif serta berkarakter
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg Nanik Sukristina S.KM, M.Kes
NIP.
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg

Gambar tidak tersedia atau file hilang.

https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
 
Mengetahui
Kepala Dinas Kesehatan
Kota Surabaya
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg