Gender Analysis Pathway
RSUD Dr. Mohamad Soewandhie

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Visi:
Gotong royong manuju kota dunia yang maju humanis dan berkelanjutan.
Misi:
Membangun SDM unggul sehat jasmsni dan rohani, produktif serta berkarakter melalui kebutuhan dasar lainnya
Program:
Program penunjang urusan pemerintahan daerah kabupaten/kota
Kegiatan:
Peningkatan pelayanan BLUD
Sub Kegiatan:
Pelayanan dan penunjang pelayanan BLUD
Tujuan Kegitan Sub Kegiatan:
Memenuhi kebutuhan dan jenis kebutuhan operasional pelayanan dan penunjang pelayanan BLUD RS
Sasaran Sub Kegiatan:
Penyediaan pemeriksaan laboratorium, radiologi, obat dan alat medis habis pakai, pemenuhan kebutuhan gizi pasien dan pendidikan pelatihan SDM terpenuhi
Dasar Hukum:
1.Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang kesehatan 2.Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Klasifikasi Dan Perizinan Rumah Sakit 3.Perwali Nomor 95 Tahun 2021 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas Dan Fungsi Serta Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Mohamad Soewandhie Kota Surabaya
Data Umum:
-Data total kunjungan pasien IGD Pada tahun 2022 pasien IGD mencapai 33.051 meningkat menjadi 41.127 di tahun 2023, pada semester 1 tahun 2024 jumlah pasien IGD mencapai 34.081 dan diprediksi akan meningkat melebihi jumlah pasien tahun 2023. Data di atas juga menunjukkan bahwa sejak tahun 2022 hingga tahun 2024, jumlah pasien perempuan di IGD lebih tinggi dari pasien laki-laki. -Data total kunjungan pasien klinik rawat jalan Pada tahun 2022 pasien klinik rawat jalan mencapai 251.157 meningkat menjadi 287.066 di tahun 2023, pada semester 1 tahun 2024 jumlah pasien klinik rawat jalan mencapai 217.162 dan diprediksi akan meningkat melebihi jumlah pasien tahun 2023. Data di atas juga menunjukkan bahwa sejak tahun 2022 hingga tahun 2024, jumlah pasien perempuan di klinik rawat jalan lebih tinggi dari pasien laki-laki.
-Jumlah pasien rawat inap Pada tahun 2022 jumlah pasien rawat inap mencapai 23.295 meningkat menjadi 27.833 di tahun 2023, pada semester 1 tahun 2024 jumlah pasien rawat inap mencapai 13.881 dan diprediksi akan meningkat melebihi jumlah pasien tahun 2023. Data di atas juga menunjukkan bahwa sejak tahun 2022 hingga tahun 2024, jumlah pasien rawat inap perempuan lebih tinggi dari pasien laki-laki. -Jumlah rawat inap pasien balita gizi buruk dan stunting Pada tahun 2022 jumlah pasien rawat inap pasien balita gizi buruk dan stunting mencapai 313 meningkat menjadi 343 di tahun 2023, pada semester 1 tahun 2024 jumlah pasien rawat inap pasien balita gizi buruk dan stunting mencapai 432 dan lebih tinggi dari jumlah pasien tahun 2023. Data di atas juga menunjukkan bahwa jumlah pasien rawat inap pasien balita gizi buruk dan stunting laki-laki lebih banyak dari perempuan.
-Jumlah pemeriksaan inst.radiologi pada tahun 2022 pemeriksaan inst.radiologi mencapai 37.366 meningkat 40.146 di tahun 2023, pada semester 1 tahun 2024 jumlah pemeriksaan inst.radiologi mencapai 32.058 dan diprediksi akan meningkat melebihi jumlah pemeriksaan tahun 2023. -Jumlah pemeriksaan lab. terintegrasi (Lab.PK) dan patologi anatomi (Lab.PA) Pada tahun 2022 pemeriksaan Lab.PK mencapai 401.800 dan Lab. PA mencapai 3.121. Pada tahun 2023 keduanya meningkat, Lab PK mencapai 461.383 dan Lab. PA 4.113 di tahun 2023, pada semester 1 tahun 2024 jumlah pemeriksaan Lab.PK mencapai 345.238 dan Lab. PA mencapai 2.563, diprediksi akan meningkat melebihi jumlah pemeriksaan tahun 2023.
-Jumlah pemeriksaan lab. terintegrasi (Lab.PK) yang dikirim keluar Pada tahun 2022 pemeriksaan Lab.PK yang dikirim keluar mencapai 805, pada tahun 2023 meningkat menjadi 935. Pada semester 1 tahun 2024 jumlah pemeriksaan Lab.PK yang dikirim keluar mencapai 689, diprediksi akan meningkat melebihi jumlah pemeriksaan tahun 2023. -Jumlah permintaan darah ke PMI Pada tahun 2022 jumlah permintaan darah ke PMI mencapai 9.520, pada tahun 2023 meningkat menjadi 11.525. Pada semester 1 tahun 2024 jumlah permintaan darah ke PMI mencapai 8.472, diprediksi akan meningkat melebihi jumlah permintaan tahun 2023.
-Jumlah resep yang dilayani farmasi Pada tahun 2022 jumlah resep yang dilayani farmasi mencapai 1.628.826, pada tahun 2023 meningkat menjadi 1.771.261. Pada semester 1 tahun 2024 resep yang dilayani farmasi mencapai 998.536, diprediksi akan meningkat melebihi jumlah permintaan tahun 2023. -Jumlah SDM yang mengikuti pelatihan Pada tahun 2022 jumlah SDM yang mengikuti pelatihan mencapai 212. Pada tahun 2023 jumlah SDM yang mengikuti pelatihan meningkat mencapai 418 dan di tahun 2023, pada semester 1 tahun 2024 jumlah SDM yang mengikuti pelatihan mencapai 286.
Akses:
-Ketersediaan beberapa alat kedokteran, obat dan profesi jenis tenaga kesehatan tertentu yang hanya bisa di akses oleh masyarakat di faskes tingkat lanjut. -Orangtua tidak tahu jika balitanya mengalami masalah gizi saat perawatan di rumah sakit. -Pendidikan dan pelatihan eksternal yang diikuti oleh SDM RS harus tetap memperhatikan komposisi dan jumlah SDM dan pasien di ruang perawatan,agar proses pelayanan kesehatan di ruangan tetap berjalan dengan baik.
Partisipasi:
-Partisipasi masyarakat dalam upaya kesehatan preventif dan promotif yang masih rendah sehingga permasalahan kesehatan berkembang menjadi kuratif dan rehabilitatif. -Orangtua tidak segera membawa balitanya saat memperoleh rujukan rawat inap dari puskesmas/fasilitas kesehatan tingkat pertama. -Peran dan kontrol ayah terkait pentingnya tumbuh kembang untuk anak masih rendah.
Kontrol:
-Kontrol upaya kesehatan preventif dan promotif di masyarakat belum optimal. -Kurangnya kontrol dan kewaspadaan orang tua dalam mengamati tumbuh kembang balitanya.
Manfaat:
-Masyarakat kurang menyadari manfaat dari upaya kesehatan preventif dan promotif -Beberapa orang tua tidak membawa balitanya ke RS untuk melakukan kontrol pertama pasca perawatan dari RS
-Volume kebutuhan darah PMI yang meningkat selama tahun 2020-2023. -Beberapa pemeriksaan laboratprium tidak tersedia di RS karena beberapa faktor. -Perkembangan ilmu kesehatan mutakhir sehingga SDM RS perlu meng-update kompetensinya -Kebijakan pemerintah tentang pelayanan rujukan mengakibatkan obat-obat tertentu hanya tersedia di fasilitas kesehatan tingkat lanjut -Laboratorium yang melakukan kerjasama dengan rsud soewandhie berpotensi mengalami keterlambatan. dalam pengelolaan sampel, hal ini mengakibatkan sampel rusak dan penentuan diagnosa di RS akan terhambat. -Kelanjutan perawatan balita stunting yang mendapatkan resep susu, harus mengambil di puskesmas selaku FKTP. -Peserta universal health coverage kota Surabaya tiap tahun meningkat sehingga fasilitas pelayanan kesehatan dituntut flexible menyediakan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat. -Memenuhi kebutuhan operasional pelayanan dan penunjang pelayanan di RS 1.Penyediaan jasa pemeriksaan laboratorium, radiologi luar dan PMI 2.Pengelolaan obat dan alat medis habis pakai rumah sakit 3.Pengelolaan pelayanan kesehatan gizi pasien dan tenaga beresiko 4.Pendidikan dan pelatihan SDM rumah sakit -Penyediaan pemeriksaan laboratorium, radiografi, obat dan alat medis habis pakai, pemenuhan kebutuhan gizi pasien dan pendidikan pelatihan SDM RS terpenuhi
Indikator Aktifitas:
Jumlah BLUD yang Menyediakan Pelayanan dan Penunjang Pelayanan
Indikator Sub Kegiatan:
Jumlah BLUD yang Menyediakan Pelayanan dan Penunjang Pelayanan
Indikator Kegiatan:
Jumlah BLUD yang Menyediakan Pelayanan dan Penunjang Pelayanan
Outcome Program:
-Pemeriksaan radiologi, lab luar, PMI, belanja obat dan alat medis habis pakai, belanja kebutuhan gizi pasien serta pendidikan pelatihan SDM RS terpenuhi
Impact:
Persentase jenis kebutuhan operasional pelayanan dan penunjang pelayanan BLUD di rumah sakit yang terpenuhi
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg dr. Billy Daniel Messakh, Sp.B
NIP.
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg

Gambar tidak tersedia atau file hilang.

https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
 
Mengetahui
Kepala RSUD Dr. Mohamad Soewandhie
Kota Surabaya
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg