Gender Analysis Pathway
Kecamatan Tegalsari

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Visi:
Gotong Royong menuju Surabaya Kota Dunia yang maju, humanis dan berkelanjutan
Misi:
Memantapkan transpormasi birokrasi yang bersih, dinamis dan tangkas berbasis digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik
Program:
Program Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan Kedungdoro.
Kegiatan:
Pemberdayaan Kelurahan (Kelurahan Kedungdoro)
Sub Kegiatan:
Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan (Kedungdoro)
Tujuan Kegitan Sub Kegiatan:
Meningkatkan kegiatan yang dilaksanakan pokmas yang melaksanakan pemberdayaan masyarakat di kelurahan
Sasaran Sub Kegiatan:
Warga Masyarakat Kelurahan Kedungdoro
Dasar Hukum:
Peraturan Walikota Surabaya Nomor 123 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas Perwali No. 68 Tahun 2019 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan. Sub Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan
Data Umum:
Kelurahan Kedungdoro Kecamatan Tegalsari, dengan jumlah penduduk: 22.557 jiwa L: 11.078 jiwa P: 11.479 orang (sesuai dengan Data Kependudukan Kota Surabaya)
Jumlah RT pada akhir tahun 2024 dan tahun 2025 adalah sejumlah 69 RT, Jumlah RW pada akhir tahun 2024 dan tahun 2025 adalah sejumlah 10 RW
Jumlah Pengurus PKK 20 orang, KSH 222 orang, Posga 14 Lokasi
Jumlah UMKM yang terdata 113 UMKM
Jumlah Pokmas pada tahun 2025 adalah 3 Pokmas
Akses:
Semua kegiatan RT dan RW dapat diakses oleh laki-laki dan perempuan.
Partisipasi:
Dalam hal berkegiatan di RT dan RW, laki-laki lebih banyak jumlahnya dibandingkan perempuan. Sedangkan dalam hal berkegiatan sebagai KSH (Kader Surabaya Hebat), perempuan lebih berperan aktif
Kontrol:
Masyarakat baik laki-laki atau perempuan hadir atas kehendak sendiri
Manfaat:
Meningkatkan semangat kegotong royongan warga masyarakat
Adanya anggapan kemampuan petugas perempuan hanya mendukung tugas administrasi tidak pada tugas-tugas lapangan budaya dalam masyarakat yang masih menganggap bahwa yang lebih aktif dan produktif dalam kegiatan kepengurusan adalah laki-laki Meningkatkan kapasitas masyarakat yang melaksanakan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan secara proposional dan seimbang dalam gender Rakor dengan LPMK, RW, RT dan OPD terkait LPMK = 1, RW = 10, RT = 69, Kelompok Masyarakat = 3
Indikator Aktifitas:
Monitoring BOP LPMK, RW dan RT
Indikator Sub Kegiatan:
Jumlah Pokmas dan Ormas yang Melaksanakan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan
Indikator Kegiatan:
Jumlah Kelurahan yang dikembangkan potensi wilayahnya
Outcome Program:
Persentase kelurahan yang menindaklanjuti konsep inovasi
Impact:
Nilai Kepuasan Masyarakat Layanan Kelurahan dan Kecamatan
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg Drs. Kartika Indrayana
NIP.
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg

Gambar tidak tersedia atau file hilang.

https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
 
Mengetahui
Kepala Kecamatan Tegalsari
Kota Surabaya
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg