ANALISIS SITUASI
|
-
Data Pembuka wawasan
- Kecamatan Tandes adalah salah satu kecamatan di Kota Surabaya yang memiliki luas wilayah 10,09 Km2 dan terbagi dalam 6 Kelurahan, yaitu:
Kelurahan Balongsari
Kelurahan Banjarsugihan
Kelurahan Tandes
Kelurahan Karangpoh
Kelurahan ManukanKulon
Kelurahan ManukanWetan
- Jumlah Penduduk Kecamatan Tandes adalah 9.784 Jiwa
L : 45.195 orang (49,2 %) P: 46.589 Orang (50,8 %)
- Adapun jumlah lembaga kemasyarakatan sebanyak LPMK : 6 RW : 51 RT : 314
- Adapun kelompok yang hadir dalam Keglatan Musrenbang adalah dari beberapa unsur Lembaga antara laln
. Beppedalitbang, - Disbudporapar, . DSABM DLH, . Dishub, . DPRKPP, . DKPP, . Dinkopdag, - Polsek ,- Koramil . - Tokoh Masyarakat , Omas , . PKK, . LPMK - RT, - Karang Taruna, -Forum Anak, -Puskesmas, -Posyandu
- Sejak Tahun 2023 , sebelum Musrenbang, diadakan dilakukan Pra Musrenbang dahulu guna menampung usulan -usulan sebelum dl diserahkan di Forum Musrenbang Kecamatan
- Isu dan Faktor Kesenjangan Gender
- Faktor Kesenjangan :
Akses:
Adanya kesamaan kesempatan mengikuti kegiatan Musrenbang, namun laki-laki lebih banyak yang hadir dalam kegiatan ini.
Partisipasi:
Masyarakat yang berpartisipasi sebanyak 100 orang L = 67 P = 33
Kontrol:
Staf Seksi Pembangunan terdiri atas 3 orang laki-laki
Manfaat:
Masyarakat dapat mengikuti rapat untuk menyampaikan usulan rencana pembangunan serta dapat berkoordinasi langsung dengan
OPD terkait tentang usulan usulannya
- Sebab Kesenjangan Internal :
1. Usulan Masyarakat yang sifatnya belum dikategorikan Urgent/Prioritas dalam hal ini masih belum dapat di akomodir segera oleh OPD terkait
2. Kapasitas Lokasi penyelenggaraan Forum Masyarakat yang terbatas
3. Kuota Undangan yang terbatas
4. Tidak semua usulan Masyarakat bisa terealisasi
- Sebab Kesenjangan Eksternal :
1. Masih adanya pemahaman di Masyarakat bahwa hanya laki-laki yang memiliki tanggung jawab Pengawasan, Pengendalian, ketertiban dilingkungan Masyarakat
pada umumnya serta adanya pandangan bahwa untuk pekerjaan fisik adalah pekerjaan kaum laki-laki
2. Masyarakat kurang tertarik untuk hadir pada kegiatan Musrenbang
|