GENDER BUDGET STATEMENT (GBS)
Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja

NAMA PERANGKAT DAERAH Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja
UNIT ORGANISASI Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja
TAHUN ANGGARAN 2024
PROGRAM Pengendalian Izin Usaha Industri
KEGIATAN Penerbitan Izin Usaha Industri (IUI), Izin Perluasan Usaha Industri (IPUI), Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) dan Izin Perluasan Kawasan Industri (IPKI) Kewenangan Kabupaten/Kota Berbasis Sistem Informasi Industri Nasional (SIINAS)
SUB KEGIATAN Koordinasi dan Sinkronisasi Pengawasan terhadap Perizinan Berusaha sektor perindustrian yang menjadi kewenangan Kabupaten/Kota
TUJUAN SUB KEGIATAN Meningkatnya sektor strategis berbasis potensi lokal
KODE SUB KEGIATAN 3.31.03.2.01.0003
ANALISIS SITUASI
  1. Data Pembuka wawasan
    • Pengawasan Langsung ke lapangan terhadap pelaku usaha sektor industri kecil dan menengah yang mempunyai legalitas perizinan. Di dalam target Pengawasan tahun 2023 sebesar 375 pelaku usaha dan terealisasi sebanyak 470 pelaku usaha yang diawasi. L: 301 (64,04%) P: 169 (35,96%)
    • -
    • -
    • -
    • -
  2. Isu dan Faktor Kesenjangan Gender
    1. Faktor Kesenjangan :
      Akses:
      Kegiatan pengawasan terhadap izin usaha yang telah diterbitkan diwilayah surabaya yang kepemilikan usahanya baik laki – laki dan perempuan mendapatkan akses yang sama terkait pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya.
      Partisipasi:
      Persentase pengawasan terhadap izin usaha yang telah memiliki perizinan
      Kontrol:
      Kontrol kebijakan dan pengawasan kegiatan Pengawasan pelaku industri kecil dan menengah oleh Kepala Bidang Industri P = 1 Orang Ketua Tim Kerja Pengawasan L= 1 Orang Ketua Tim Kerja Pembinaan L= 1 Orang
      Manfaat:
      Penerima manfaat kegiatan Pengawasan pelaku industri kecil dan menengah adalah pelaku industri kecil dan menengah di wilayah Kota Surabaya.
    2. Sebab Kesenjangan Internal :
      Terbatasnya pegawai yang dapat melakukan pengawasan kelapangan yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian Tenaga Kerja Kota Surabaya
    3. Sebab Kesenjangan Eksternal :
      - Alamat tidak ditemukan - Bangunan/rumah kosong - Pindah lokasi usaha - Usaha tidak ditemukan - Usaha tutup - Kegiatan usaha tidak sesuai izin
CAPAIAN SUB KEGIATAN
  1. Tolak Ukur :
    - Updating data pelaku usaha yang memiliki perizinan berusaha dalam sektor perindustrian di Kota Surabaya - Meningkatkan kepatuhan pelaku usaha industri terhadap segala peraturan yang berlaku - Melakukan pengawasan ke pelaku usaha dan perusahaan yang mempunyai legalitas Perizinan Berusaha di sektor perindustrian yang diterbitkan
  2. Indikator dan Target Kinerja :
    Output: Persentase Pengawasan Industri kecil dan menengah yang mempunyai legilitas perizinan tahun 2023 sebesar 375 pelaku usaha dan terealisasi sebanyak 470 pelaku usaha laki – laki sebanyak 301 (64,04%) dan perempuan sebanyak 169 (35,96%)
    Outcome: 1.Indikator Program : Persentase dokumen data dan analisis yang mendukung kebijakan perencanaan Industri. 2.Indikator Kegiatan : Laporan penyusunan dokumen data pelaku usaha dan analisis sektor industri, yang berlokasi di Kota surabaya. 3.Indikator Sub Kegiatan : Jumlah Dokumen Hasil Fasilitasi Pengumpulan, Pengolahan dan Analisis Data Industri, Data Kawasan Industri serta Data Lain Lingkup Kabupaten/Kota Melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).
JUMLAH ANGGARAN SUB KEGIATAN(Rp.) 310334267
RENCANA AKSI
Aktivitas 1 Penerbitan Izin Usaha Industri (IUI), Izin Perluasan Usaha Industri (IPUI), Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) dan Izin Perluasan Kawasan Industri (IPKI) Kewenangan Kabupaten/Kota Berbasis Sistem Informasi Industri Nasional (SIINAS)
Aktivitas 2 Pengawasan Langsung ke lapangan terhadap pelaku usaha sektor industri kecil dan menengah yang mempunyai legalitas perizinan
INDIKATOR OUTCOME / DAMPAK / HASIL SECARA LUAS Output:
Persentase Pengawasan Industri kecil dan menengah yang mempunyai legilitas perizinan tahun 2023 sebesar 375 pelaku usaha dan terealisasi sebanyak 470 pelaku usaha laki – laki sebanyak 301 (64,04%) dan perempuan sebanyak 169 (35,96%)
Outcome:
1.Indikator Program : Persentase dokumen data dan analisis yang mendukung kebijakan perencanaan Industri. 2.Indikator Kegiatan : Laporan penyusunan dokumen data pelaku usaha dan analisis sektor industri, yang berlokasi di Kota surabaya. 3.Indikator Sub Kegiatan : Jumlah Dokumen Hasil Fasilitasi Pengumpulan, Pengolahan dan Analisis Data Industri, Data Kawasan Industri serta Data Lain Lingkup Kabupaten/Kota Melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).