NAMA PERANGKAT DAERAH
|
Kecamatan Wonokromo |
UNIT ORGANISASI
|
Kecamatan Wonokromo |
TAHUN ANGGARAN
|
2024 |
PROGRAM
|
Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Dan Kelurahan (KELURAHAN WONOKROMO) |
KEGIATAN
|
Kegiatan Pemberdayaan Kelurahan - Sub Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan (Kelurahan Wonokromo) |
SUB KEGIATAN
|
Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan |
TUJUAN SUB KEGIATAN
|
Pengembangan Pokmas dan Ormas yang Melaksanakan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan |
KODE SUB KEGIATAN
|
7.01.03.2.02.0003 (KELURAHAN WONOKROMO) |
ANALISIS SITUASI
|
-
Data Pembuka wawasan
- Jumlah Penduduk Kelurahan Wonokromo:
L: 19.623 orang
P: 20.207 orang
Jumlah RT tahun 2023:
L: 79 orang
P: 17 orang
Jumlah RW tahun 2023:
L: 8 orang
P: 0 orang
Jumlah Pokmas di Kelurahan Wonokromo:
• Pokmas KTPR:
1 Kelompok
L: 4 orang
P: 0 orang
• Karang Taruna:
3 Kelompok
L: 16 orang
P:18 orang
• Jumlah UMKM:
120
• Jumlah Keluarga Miskin: 330 KK
- Jumlah keluarga miskin di wilayah Kelurahan Wonokromo masih cukup banyak
Jumlah RW tahun 2023:
L: 8 orang
P: 0 orang
- Di area Kelurahan Wonokromo terdapat aset berupa bangunan eks kantor kelurahan yang telah dimanfaatkan sebagai Rumah Padat Karya.
- a. Jenis usaha yang telah difasilitasi melalui Rumah Padat Karya adalah produksi cairan pembersih lantai.
b. Pelatihan jahit, batik dan sablon belum terlaksana karena rasionalisasi anggaran
- Pokmas berupa kelompok usaha yang akan difasilitasi melalui Rumah Padat karya belum terbentuk
- Isu dan Faktor Kesenjangan Gender
- Faktor Kesenjangan :
Akses:
Pokmas/ormas dapat mengakses pembinaan dari Kelurahan
Partisipasi:
Pokmas/ormas yang masuk daftar intervensi dapat berkegiatan aktif dalam pembinaan dari kelurahan
Kontrol:
Pokmas/ormas dapat mengembangkan kegiatannya selain mendapatkan pembinaan dari Kelurahan
Manfaat:
a. Pokmas/ormas mendapatkan manfaat melalui pembinaan yang dilakukan Kelurahan
b. Pokmas/ormas dapat berkolaborasi dengan kelurahan untuk mengentaskan kemiskinan melalui program Rumah Padat Karya maupun pemberdayaan UMKM
c. Pokmas/ormas dapat berkolaborasi dengan kelurahan dalam memberikan pelayanan terhadap warga dalam kategori keluarga miskin melalui bantuan dan intervensi dari pemerintah
- Sebab Kesenjangan Internal :
• Belum optimalnya perencanaan anggaran tahun 2024 untuk mendukung pengembangan dan fasilitasi Rumah Padat Karya, sehingga optimalisasinya dapat dilaksanakan secara bertahap pada tahun berikutnya
• Belum terlaksananya pelatihan untuk jenis usaha lain yang akan difasilitasi melalui Rumah Padat Karya seperti jahit, sablon dan membatik dikarenakan kebijakan rasionalisasi anggaran TA 2023
• Kurangnya pemahaman SDM Kelurahan Wonokromo terkait perencanaan responsif gender
- Sebab Kesenjangan Eksternal :
• Budaya organisasi yang masih menganggap bahwa yang lebih aktif dan produktif dalam kegiatan kepengurusan adalah laki-laki
• Adanya persepsi dari masyarakat dalam pemberdayaan masyarakat Kelurahan Wonokromo lebih sesuai jika dilaksanakan laki-laki
• Masih adanya anggapan bahwa perempuan kurang pantas berkegiatan pada malam hari
• Sebagian besar pelaku UMKM adalah perempuan karena beberapa perempuan adalah tulang punggung keluarga dan juga membantu suami dalam pemenuhan ekonomi keluarga
|
CAPAIAN SUB KEGIATAN
|
-
Tolak Ukur :
Mengembangkan Pokmas dan Ormas yang melaksanakan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan dengan mendukung pemenuhan kebutuhan operasional (sarana dan prasarana)
-
Indikator dan Target Kinerja :
Output: a. Terlaksananya kegiatan 3 jenis pelatihan yaitu pembuatan kue, sablon dan jahit
b. Terpasangnya CCTV sebanyak 8 paket
c. Tersedianya honor untuk Ketua LPMK (1 orang), Ketua RW (8 orang) dan Ketua RT (96 Orang)
d. Tersedianya tenda terop untuk menunjang pelaksanaan kegiatan warga
Outcome: Sub Kegiatan: Jumlah Pokmas dan Ormas yang Melaksanakan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan sejumlah 5 Pokmas/Ormas
Kegiatan: Jumlah kelurahan yang dikembangkan potensi wilayahnya sejumlah 4 Kelurahan
Program: Persentase kelurahan yang menindaklanjuti konsep inovasi sebesar 62,5%
|
JUMLAH ANGGARAN SUB KEGIATAN(Rp.)
|
1594389976 |
RENCANA AKSI
|
Aktivitas 1 |
Pelaksanaan pelatihan sablon, pembuatan kue dan jahit |
Aktivitas 2 |
Pengadaan CCTV |
Aktivitas 3 |
Penyediaan honorarium Ketua LPMK, RW dan RT |
Aktivitas 4 |
Pengadaan tenda terop |
|
INDIKATOR OUTCOME / DAMPAK / HASIL SECARA LUAS
|
Output:
a. Terlaksananya kegiatan 3 jenis pelatihan yaitu pembuatan kue, sablon dan jahit
b. Terpasangnya CCTV sebanyak 8 paket
c. Tersedianya honor untuk Ketua LPMK (1 orang), Ketua RW (8 orang) dan Ketua RT (96 Orang)
d. Tersedianya tenda terop untuk menunjang pelaksanaan kegiatan warga
Outcome:
Sub Kegiatan: Jumlah Pokmas dan Ormas yang Melaksanakan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan sejumlah 5 Pokmas/Ormas
Kegiatan: Jumlah kelurahan yang dikembangkan potensi wilayahnya sejumlah 4 Kelurahan
Program: Persentase kelurahan yang menindaklanjuti konsep inovasi sebesar 62,5%
|