GENDER BUDGET STATEMENT (GBS)
Kecamatan Wonokromo

NAMA PERANGKAT DAERAH Kecamatan Wonokromo
UNIT ORGANISASI Kecamatan Wonokromo
TAHUN ANGGARAN 2024
PROGRAM Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan
KEGIATAN Pemberdayaan Kelurahan- Sub Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan (Kelurahan Sawunggaling)
SUB KEGIATAN Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan
TUJUAN SUB KEGIATAN Terbentuknya Pokmas yang Melaksanakan Pemberdayaan Masyarkat di Kelurahan sebanyak 2 Pokmas
KODE SUB KEGIATAN 7.01.03.2.02.0003
ANALISIS SITUASI
  1. Data Pembuka wawasan
    • Jumlah penduduk di Kelurahan Sawunggaling (Data Konsolidasi Bersih 2020 – Semester II) : L : 13. 277 orang P : 13.710 orang Jumlah Ketua RW (tahun 2023) : L : 11 orang P : 1 orang Jumlah Ketua RT (tahun 2023) : L : 70 orang P : 16 orang
    • Jumlah keluarga miskin 1.494 KK
    • Jumlah UMKM yang mempunyai : NIB = 355 UMKM Terdaftar di e-peken = 2 UMKM
    • Keberadaan Pokmas yang masih minim dalam membantu optimalisasi pemberdayaan keluarga miskin dan atau UMKM
    • -
  2. Isu dan Faktor Kesenjangan Gender
    1. Faktor Kesenjangan :
      Akses:
      Adanya kesamaan kesempatan untuk terlibat dalam Kelompok Masyarakat (Pokmas) guna optimalisasi pemberdayaan masyarakat
      Partisipasi:
      Perempuan dan laki-laki sering terlibat dalam forum yang terpisah dalam keterlibatan pada suatu Kelompok Masyarakat (Pokmas)
      Kontrol:
      Perempuan lebih mendominasi/memiliki kontrol dalam pengambilan keputusan suatu Kelompok Masyarakat (Pokmas)
      Manfaat:
      Perempuan dan laki-laki akan memperoleh manfaat yang sama dari optimalisasi pemberdayaan masyarakat melalui peras serta Kelompok Masyarakat (Pokmas)
    2. Sebab Kesenjangan Internal :
      - Keterlibatan Pokmas dalam pemberdayaan masyarakat masih minim dan cenderung hanya berhubungan dengan perempuan - Kurang koordinasi dan komunikasi antara komunitas perempuan dan laki-laki yang ada di masyarakat
    3. Sebab Kesenjangan Eksternal :
      Masih adanya pandangan bahwa pemberdayaan masyarakat khususnya melalui UMKM hanya berkaitan dengan perempuan
CAPAIAN SUB KEGIATAN
  1. Tolak Ukur :
    Meningkatkan kesadaran bersama bahwa Pokmas dibentuk untuk optimalisasi pemberdayaan masyarakat di kelurahan dengan anggota bisa terdiri dari perempuan dan laki-laki
  2. Indikator dan Target Kinerja :
    Output: Terwujudnya Pokmas yang Melaksanakan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan sebanyak 2 Pokmas
    Outcome: Terwujudnya sinergitas antara keberadaan Pokmas dengan masyarakat khususnya UMKM dan Keluarga Miskin sehingga terjadi peningkatan dalam pendapatan UMKM dan pengentasan Keluarga Miskin
JUMLAH ANGGARAN SUB KEGIATAN(Rp.) 1624025736
RENCANA AKSI
Aktivitas 1 Tidak ada pembedaan antara Pokmas khusus anggota perempuan atau laki-laki saja agar pemeberdayaan masyarakat di kelurahan bisa optimal
INDIKATOR OUTCOME / DAMPAK / HASIL SECARA LUAS Output:
Terwujudnya Pokmas yang Melaksanakan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan sebanyak 2 Pokmas
Outcome:
Terwujudnya sinergitas antara keberadaan Pokmas dengan masyarakat khususnya UMKM dan Keluarga Miskin sehingga terjadi peningkatan dalam pendapatan UMKM dan pengentasan Keluarga Miskin