GENDER BUDGET STATEMENT (GBS)
Kecamatan Rungkut

NAMA PERANGKAT DAERAH Kecamatan Rungkut
UNIT ORGANISASI Kecamatan Rungkut
TAHUN ANGGARAN 2024
PROGRAM PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DAN KELURAHAN KELURAHAN RUNGKUT KIDUL
KEGIATAN Kegiatan Pemberdayaan Kelurahan Rungkut Kidul
SUB KEGIATAN Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan
TUJUAN SUB KEGIATAN Meningkatkan kualitas pelayanan publik yang efektif dan inovatif
KODE SUB KEGIATAN 7.01.03.2.02.0003 Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan
ANALISIS SITUASI
  1. Data Pembuka wawasan
    • Jumlah Penduduk Kelurahan Rungkut Kidul Tahun 2024 L: 14.379 orang P: 14.763 orang Total: 29.142 orang Jumlah KK di Kel. Rungkut Kidul Th 2024 : 9.777 KK
    • Jumlah LPMK Tahun 2024 L : 1 orang Jumlah Ketua RW Tahun 2024 L : 15 orang P : 0 orang Jumlah Ketua RT Tahun 2004 L : 105 orang P : 3 orang
    • Jumlah Pokmas/Ormas Tahun h 2024 Kel. Rungkut Kidul : a. Kader Surabaya Hebat (KSH) : L : 19 orang P: 264 orang b. Tim KTPR : L : 5 orang P : 2 orang c. Forum Anak : L : 9 P : 12 d. Karang Taruna L : 10 P : 10 - Jumlah UMKM: 198 UMKM
    • Data awal Tahun 2023 GAMIS:213 KK Tahun 2024 GAMIS: 11 KK, 23 orang (Mayoritas lansia, PACA dan balita)
    • Intervensi Ke POKMAS dan Ormas : - Pendampingan pemberdayaan masyarakat kelurahan - Peningkatan Ekonomi GAMIS dengan padat karya, pemberdayaan dan pendampingan UMKM di Kelurahan Rungkut Kidul.
  2. Isu dan Faktor Kesenjangan Gender
    1. Faktor Kesenjangan :
      Akses:
      Pokmas/ormas dapat mengakses pembinaan dari Kelurahan
      Partisipasi:
      Pokmas/ormas yang masuk daftar intervensi dapat aktif dalam pembinaan dari kelurahan
      Kontrol:
      Pokmas/ormas dapat mengembangkan kegiatannya selain mendapatkan pembinaan dari Kelurahan
      Manfaat:
      Pokmas/ormas mendapatkan manfaat melalui pembinaan yang dilakukan Kelurahan Pokmas/ormas dapat berkolaborasi dengan kelurahan untuk menurunkan jumlah warga miskin, pendampingan balita stunting, pendampingan dan pemberdayaan UMKM
    2. Sebab Kesenjangan Internal :
      - Belum optimalnya perencanaan anggaran tahun 2023 untuk pengembangan program kegiatan padat karya pengolahan pangan, sehingga optimalisasinya dapat dilaksanakan secara bertahap pada tahun berikutnya.
    3. Sebab Kesenjangan Eksternal :
      - Pelaksanaan Padat karya pada warga gamis yang memiliki pekerjaan tidak dapat terlibat penuh dalam pengembangan kegiatan padat karya - Pelaksana kegiatan sulit menentukan jadwal pelatihan - Terbatasnya kemampuan RT dan RW dalam hal Teknologi Informasi, menyebabkan pelayanan kurang optimal.
CAPAIAN SUB KEGIATAN
  1. Tolak Ukur :
    Mengembangkan Pokmas dan Ormas yang Melaksanakan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan dengan melaksanakan program padat karya bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja
  2. Indikator dan Target Kinerja :
    Output: 1. Tidak ada warga gamis diharapkan dengan pelatihan padat karya di Kelurahan Rungkut Kidul memiliki pasar dan disinergikan dengan program urban farming lain yang relevan 2. Terlaksananya pelatihan olahan makanan dan packaging sebanyak 2 kali dalam 1 tahun 3. Terlaksananya pembangunan pojok UMKM sebagai upaya padat karya tahap 1 berupa penampilan produk dan penjual produk UMKM 4. Pendampingan UMKM
    Outcome: Indikator Subkegiatan: Nilai Kepuasan Masyarakat Kelurahan dalam rangkat kegiatan pemberdayaan masyarakat Indikator Kegiatan: Tingkat kepuasan masyarakat terhadap inovasi pengembangan wilayah dan layanan ketentraman dan ketertiban umum Indikator Program: Presentase Kelurahan yang menindaklanjuti konsep inovasi padat karya dan pemberdayaan dan ppendampingan UMKM
JUMLAH ANGGARAN SUB KEGIATAN(Rp.) 1135144901
RENCANA AKSI
Aktivitas 1 Penyediaan Jumlah Pokmas dan Ormas yang melaksanakan Pemberdayaan masyarakat Kelurahan
INDIKATOR OUTCOME / DAMPAK / HASIL SECARA LUAS Output:
1. Tidak ada warga gamis diharapkan dengan pelatihan padat karya di Kelurahan Rungkut Kidul memiliki pasar dan disinergikan dengan program urban farming lain yang relevan 2. Terlaksananya pelatihan olahan makanan dan packaging sebanyak 2 kali dalam 1 tahun 3. Terlaksananya pembangunan pojok UMKM sebagai upaya padat karya tahap 1 berupa penampilan produk dan penjual produk UMKM 4. Pendampingan UMKM
Outcome:
Indikator Subkegiatan: Nilai Kepuasan Masyarakat Kelurahan dalam rangkat kegiatan pemberdayaan masyarakat Indikator Kegiatan: Tingkat kepuasan masyarakat terhadap inovasi pengembangan wilayah dan layanan ketentraman dan ketertiban umum Indikator Program: Presentase Kelurahan yang menindaklanjuti konsep inovasi padat karya dan pemberdayaan dan ppendampingan UMKM