GENDER BUDGET STATEMENT (GBS)
Dinas Kesehatan

NAMA PERANGKAT DAERAH Dinas Kesehatan
UNIT ORGANISASI Dinas Kesehatan
TAHUN ANGGARAN 2024
PROGRAM Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)
KEGIATAN Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota
SUB KEGIATAN Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Gizi Masyarakat
TUJUAN SUB KEGIATAN Pelaksanaan Pelayanan Pengelolaan Gizi Masyarakat dan penyelenggaraan penanggulangan masalah gizi pada siklus kehidupan akibat penyakit secara terpadu dan berkesinambungan
KODE SUB KEGIATAN 1.02.02
ANALISIS SITUASI
  1. Data Pembuka wawasan
    • Jumlah posyandu kota Surabaya tahun 2023 adalah 2.682 posyandu di 153 kelurahan di Kota Surabaya
    • Jumlah Kader Surabaya Hebat (KSH) pada tahun 2023 adalah 28.158 orang dengan rincian: L : 476 orang (1.69%) P: 27.682 orang (98.31%)
    • Data Ibu Hamil tahun 2023 = 43.881, Bufas tahun 2023 = 41.885
    • Bayi Lahir Hidup = 39.891 (L= 19.750 P = 20.141), Bayi = 41.180 (L = 20.388 P = 20.792)
    • Balita = 205.688 (L = 103.975 P = 101.713)
  2. Isu dan Faktor Kesenjangan Gender
    1. Faktor Kesenjangan :
      Akses:
      Proporsi Balita Laki-laki dan perempuan mendapatkan pelayanan dan penanganan gizi
      Partisipasi:
      Kemudahan mendapatkan pelayanan dan penanganan Gizi buruk
      Kontrol:
      Bidang Kesmas, Kader Surabaya Hebat, Lintas Sektor, PKK, OPD Terkait, Pendamping Balita
      Manfaat:
      Jumlah Balita yang mendapatkan pelayanan dan pengananan gizi sesuai kebutuhan gizinya
    2. Sebab Kesenjangan Internal :
      1. Keterbatasan Jumlah Sumber Daya Manusia di Dinas Kesehatan Kota Surabaya 2. Keterbatasan Anggaran untuk pengelolaan gizi masyarakat
    3. Sebab Kesenjangan Eksternal :
      1. Masih adanya warga/masyarakat yang tidak aktif menimbangkan balitanya di posyandu 2. Kurangnya pengetahuan masyarakat, Remaja, ibu Hamil dan Ibu Nifas tentang pemberian gizi yang baik di 1000 Hari Pertama Kehidupan
CAPAIAN SUB KEGIATAN
  1. Tolak Ukur :
    1. Meningkatkan dan mempertahankan status gizi pada siklus kehidupan untuk menjadi lebih baik 2. Mempertahankan dan meningkatkan kuantitas dan kualitas gizi pada siklus kehidupan 3. Memberikan acuan penilaian kinerja program Kesga Gizi
  2. Indikator dan Target Kinerja :
    Output: 1. Terlaksananya kegiatan Hari Gizi Nasional 2. Terlaksananya pendampingan tenaga ahli 3. Terlaksananya pendampingan konsultan 4. Terlaksananya kegiatan Surabaya EMAS dan Kampung Emas 5. Terpenuhinya kebutuhan gizi pada bayi dan balita 6. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia kesehatan, khususnya tenaga ahli gizi dan pendamping balita 7. Meningkatnya pengetahuan dan peran serta keluarga dan masyarakat dalam upaya penurunan angka stunting di Kota Surabaya 8. Tersusunnya dokumen pelaksanaan program gizi di Kota Surabaya
    Outcome: Keberhasilan pelayanan pengelolaan gizi masyarakat
JUMLAH ANGGARAN SUB KEGIATAN(Rp.) 2589898918
RENCANA AKSI
Aktivitas 1 kegiatan Hari Gizi Nasional
Aktivitas 2 pendampingan tenaga ahli
Aktivitas 3 pendampingan konsultan
Aktivitas 4 kegiatan Surabaya EMAS dan Kampung Emas
Aktivitas 5 Pemberian susu CFC tipe 3
Aktivitas 6 Pelatihan terhadap ahli gizi dan pendamping balita
Aktivitas 7 Pendampingan balita, catin, ibu hamil dengan melibatkan puskesmas, PKK dan Kecamatan/ Kelurahan
Aktivitas 8 Pelaksanaan monitoring evaluasi program gizi
INDIKATOR OUTCOME / DAMPAK / HASIL SECARA LUAS Output:
1. Terlaksananya kegiatan Hari Gizi Nasional 2. Terlaksananya pendampingan tenaga ahli 3. Terlaksananya pendampingan konsultan 4. Terlaksananya kegiatan Surabaya EMAS dan Kampung Emas 5. Terpenuhinya kebutuhan gizi pada bayi dan balita 6. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia kesehatan, khususnya tenaga ahli gizi dan pendamping balita 7. Meningkatnya pengetahuan dan peran serta keluarga dan masyarakat dalam upaya penurunan angka stunting di Kota Surabaya 8. Tersusunnya dokumen pelaksanaan program gizi di Kota Surabaya
Outcome:
Keberhasilan pelayanan pengelolaan gizi masyarakat