GENDER BUDGET STATEMENT (GBS)
Kecamatan Wiyung

NAMA PERANGKAT DAERAH Kecamatan Wiyung
UNIT ORGANISASI Kecamatan Wiyung
TAHUN ANGGARAN 2024
PROGRAM Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan
KEGIATAN Pemberdayaan Kelurahan
SUB KEGIATAN Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan
TUJUAN SUB KEGIATAN Terwujudnya pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Babatan
KODE SUB KEGIATAN Pemberdayaan masyarakat di Kelurahan 7.01.03.2.02.0003
ANALISIS SITUASI
  1. Data Pembuka wawasan
    • 1. Pemberdayaan masyarakat di Kelurahan digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang meliputi pengelolaan kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat, pelayanan pendidikan dan kebudayaan, pengembangan usaha mikro kecil dan menengah, Lembaga Kemasyarakatan, ketentraman ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta penguatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana serta kejadian luar biasa lainnya.
    • 2. Kegiatan dilaksanakan secara swakelola tipe IV dengan dapat melibatkan Kelompok Masyarakat dan/atau Organisasi Masyarakat dengan mempertimbangkan asas-asas penyelenggaraan : kepastian hukum, transparansi, akuntabilitas, kemanfaatan, kecermatan.
    • 3. Wilayah Kelurahan Babatan seluas 4.400.000 m² yang terdiri dari 11 RW (Rukun Warga) dan 68 RT (Rukun Tetangga).
    • 4. Jumlah penduduk di Kelurahan Babatan sebanyak 29.782 orang, terdiri dari 14.703 orang laki-laki dan 14.628 orang perempuan.
    • Pelaksana Sub Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan :  Laki-laki (L) : 3 orang  Perempuan (P) : 2 orang Rincian pegawai : 1. PNS : 3 orang L : 2 orang P : 1orang 2. Non PNS : 3 orang L : 2 orang P : 1 orang
  2. Isu dan Faktor Kesenjangan Gender
    1. Faktor Kesenjangan :
      Akses:
      Setiap masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan, dapat menerima informasi yang sama terkait bantuan sosial, program kesejahteraan sosial, maupun kegiatan yang akan dilaksanakan pada Sub Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan
      Partisipasi:
      Setiap masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan yang masuk dalam kategori Kelurarga Miskin / Pramiskin, dapat mengikuti program kegiatan yang akan dilaksanakan di Kelurahan.
      Kontrol:
      Pejabat pengambil keputusan dalam Sub Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan terdiri dari : L : 3 orang P : 2 orang
      Manfaat:
      Dengan pemberian berbagai bantuan sosial dan intervensi padat karya maupun pelatihan yang diberikan, kedepannya, masyarakat yang masuk dalam kategori Kelurarga Miskin / Pramiskin dapat mengembangkan kemampuan dan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan sosialnya
    2. Sebab Kesenjangan Internal :
      1. Keterbatasan SDM yang memahami tentang permasalahan gender. 2. Kecenderungan bahwa isu gender belum dianggap sebagai hal penting yang harus ditangani secara serius dan berkelanjutan.
    3. Sebab Kesenjangan Eksternal :
      1. Tidak ada yang menggantikan peran perempuan di rumah apabila mengikuti program Sub Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan. 2. Motivasi dari masyarakat yang masuk kategori Keluarga Miskin dan Pramiskin untuk mengikuti berbagai program kerja / kegiatan yang ditawarkan relatif rendah karena menganggap bahwa hal tersebut tidak akan berpengaruh secara instan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan sosial mereka.
CAPAIAN SUB KEGIATAN
  1. Tolak Ukur :
    Untuk peningkatan kapasitas, kapabilitas dan pemenuhan kebutuhan masyarakat di Kelurahan dengan mendayagunakan potensi dan sumber daya sendiri, dengan menerapkan responsive gender.
  2. Indikator dan Target Kinerja :
    Output: Jumlah Pokmas yang usulan pemberdayaan masyarakatnya direalisasikan pada tahun berjalan : 4 Pokmas/Ormas.
    Outcome: 1. Peningkatan kemampuan dan keahlian dari masyarakat yang masuk kategori Keluarga Miskin / Pramiskin sehingga dapat meningkatkan taraf perekonomian dan kesejahteraan sosialnya. 2. Terciptanya masyarakat yang maju, dinamis, dan sejahtera. 3. Berkurangnya jumlah masyarakat dalam kategori Keluarga Miskin di Surabaya.
JUMLAH ANGGARAN SUB KEGIATAN(Rp.) 1043387172
RENCANA AKSI
Aktivitas 1 Untuk meningkatkan kondisi ekonomi dan kesejahteraan sosial masyarakat dengan menerapkan responsive gender pada Sub Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan maka dilakukan pengadaan : 1. Kolam Terpal Kegiatan ini diberikan kepada Poktan dinama terdapat anggota dari keluarga miskin dan pramiskin. 2. Bibit Ikan Lele dan NIla Kegiatan ini diberikan kepada Poktan dimana terdapat anggota dari keluarga miskin dan pramiskin. 3. Paket Pakan Ikan Kegiatan ini diberikan kepada Poktan dimana terdapat anggota dari keluarga miskin dan pramiskin. 4. Mesin Jahit High Speed Kegiatan ini diberikan kepada kelompok jahit dimana anggotanya dari keluarga miskin dan pramiskin untuk memberikan tambahan pengasilan keluarga. 5. Mesin Obras +Neci Kegiatan ini diberikan kepada kelompok jahit dimana anggotanya dari keluarga miskin dan pramiskin untuk memberikan tambahan pengasilan keluarga. 6. Mesin Sablon Manual Kegiatan ini diberikan kepada karang taruna kelompok padat karya sablon dimana anggotanya dari keluarga miskin dan pramiskin untuk memberikan tambahan pengasilan keluarga. 7. Mesin Sablon Digital Kegiatan ini diberikan kepada karang taruna kelompok padat karya sablon dimana anggotanya dari keluarga miskin dan pramiskin untuk memberikan tambahan pengasilan keluarga. 8. Lemari Besi Pintu Kaca Kegiatan ini diberikan untuk balai RW untuk mendukung kegiatan layanan masyakat. 9. Kursi Lipat Kegiatan ini diberikan untuk balai RW untuk mendukung kegiatan layanan masyakat. 10. Meja Lipat Kegiatan ini diberikan untuk balai RW untuk mendukung kegiatan layanan masyakat. 11. Kipas Angin Standing (Bilah Besi) Kegiatan ini diberikan untuk balai RW untuk mendukung kegiatan layanan masyakat.
Aktivitas 2 Sub Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang meliputi pengelolaan kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat, pelayanan pendidikan dan kebudayaan, pengembangan usaha mikro kecil dan menengah, Lembaga Kemasyarakatan, ketentraman ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta penguatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana serta kejadian luar biasa lainnya.
INDIKATOR OUTCOME / DAMPAK / HASIL SECARA LUAS Output:
Jumlah Pokmas yang usulan pemberdayaan masyarakatnya direalisasikan pada tahun berjalan : 4 Pokmas/Ormas.
Outcome:
1. Peningkatan kemampuan dan keahlian dari masyarakat yang masuk kategori Keluarga Miskin / Pramiskin sehingga dapat meningkatkan taraf perekonomian dan kesejahteraan sosialnya. 2. Terciptanya masyarakat yang maju, dinamis, dan sejahtera. 3. Berkurangnya jumlah masyarakat dalam kategori Keluarga Miskin di Surabaya.