GENDER BUDGET STATEMENT (GBS)
Dinas Kesehatan

NAMA PERANGKAT DAERAH Dinas Kesehatan
UNIT ORGANISASI Dinas Kesehatan
TAHUN ANGGARAN 2024
PROGRAM Pemenuhan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat
KEGIATAN Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah/kabupaten
SUB KEGIATAN Pengelolaan pelayanan kesehatan orang dengan risiko terinfeksi HIV
TUJUAN SUB KEGIATAN Meningkatkan Jumlah Orang Terduga Menderita HIV yang Mendapatkan Pelayanan Sesuai Standar
KODE SUB KEGIATAN 1.02.02
ANALISIS SITUASI
  1. Data Pembuka wawasan
    • Data orang berisiko HIV Tahun 2023 sejumlah 85.471 dengan rincian L = 29.003 (33,93%), P = 56.468 (66,07%)
    • Data kasus HIV tahun 2023 sejumlah 1.260 orang, dengan rincian L = 983 (78,01%), P = 277 (21,99%)
    • Pemerintah Kota Surabaya saat ini mempunyai 10 Rumah Sakit dan 13 Puskesmas Rujukan pengobatan HIV
    • -
    • -
  2. Isu dan Faktor Kesenjangan Gender
    1. Faktor Kesenjangan :
      Akses:
      Perempuan lebih berisiko terinfeksi HIV dibandingkan laki-laki
      Partisipasi:
      Perempuan lebih tertutup daripada laki-laki untuk menyampaikan kasus HIV
      Kontrol:
      a. Dinas Kesehatan b. Puskesmas c. LSM d. Pendamping
      Manfaat:
      Orang dengan Risiko HIV mendapatkan pelayanan pemeriksaan dan pendampingan
    2. Sebab Kesenjangan Internal :
      Keterbatasan ASN Dinas Kesehatan, Puskesmas, LSM dan Pendamping tentang konsep kesetaraan dan keadilan gender
    3. Sebab Kesenjangan Eksternal :
      1. Masih ada anggapan bahwa orang yang beresiko terinfeksi HIV adalah laki-laki 2. Perempuan lebih beresiko tertular HIV dibandingkan laki-laki
CAPAIAN SUB KEGIATAN
  1. Tolak Ukur :
    1. Mendapatkan jumlah sasaran populasi berisiko yang melakukan pemeriksaan testing HIV sesuai standar 2. Mendapatkan langkah dan strategi dalam upaya pencegahan dan pengendalian HIV 3. Terlaksananya pendampingan ODHIV yang komprehensif
  2. Indikator dan Target Kinerja :
    Output: 1. Penemuan pasien HIV secara dini dengan melakukan skrining tes dan konseling HIV pada seluruh populasi berisiko seperti Ibu Hamil, Pasien TBC, Pasien IMS, WPS, LSL, Waria, Penasun, serta populasi rentan seperti calon pengantin dan pasien dengan keluhan klinis yang datang ke fasyankes. 2. Pertemuan, koordinasi dan kolaborasi bersama dengan LSM, tenaga kesehatan, petugas pendamping HIV untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mumpuni dalam pengendalian HIV di Kota Surabaya. 3. Pendampingan untuk monitoring kepatuhan minum obat, dampak pengobatan dan keberhasilan pengobatan ARV
    Outcome: Pengelolaan pelayanan kesehatan orang dengan risiko terinfeksi HIV
JUMLAH ANGGARAN SUB KEGIATAN(Rp.) 1194744498
RENCANA AKSI
Aktivitas 1 Pengadaan Penyediaan Reagen R0 HIV dan Syphilis sebanyak 1.848 box
Aktivitas 2 Pertemuan Koordinasi dan Kolaborasi Pencegahan dan Pengendalian HIV
Aktivitas 3 Melakukan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pendampingan Orang dengan resiko terinfeksi HIV (ODHIV) yang dilakukan oleh Manajer Kasus (Petugas pendamping)
INDIKATOR OUTCOME / DAMPAK / HASIL SECARA LUAS Output:
1. Penemuan pasien HIV secara dini dengan melakukan skrining tes dan konseling HIV pada seluruh populasi berisiko seperti Ibu Hamil, Pasien TBC, Pasien IMS, WPS, LSL, Waria, Penasun, serta populasi rentan seperti calon pengantin dan pasien dengan keluhan klinis yang datang ke fasyankes. 2. Pertemuan, koordinasi dan kolaborasi bersama dengan LSM, tenaga kesehatan, petugas pendamping HIV untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mumpuni dalam pengendalian HIV di Kota Surabaya. 3. Pendampingan untuk monitoring kepatuhan minum obat, dampak pengobatan dan keberhasilan pengobatan ARV
Outcome:
Pengelolaan pelayanan kesehatan orang dengan risiko terinfeksi HIV