NAMA PERANGKAT DAERAH
|
Dinas Pendidikan |
UNIT ORGANISASI
|
Dinas Pendidikan |
TAHUN ANGGARAN
|
2024 |
PROGRAM
|
1.01.02 Program Pengelolaan Pendidikan |
KEGIATAN
|
1.01.02.2.04 Pengelolaan Pendidikan Nonformal/Kesetaraan |
SUB KEGIATAN
|
1.01.02.2.04.0017 Pengelolaan DanaBOP SekolahNonformal/Kesetaraan |
TUJUAN SUB KEGIATAN
|
Meningkatkan layanan pendidikan dan mendukung penyelenggaraan pendidikan kesetaraan |
KODE SUB KEGIATAN
|
1.01.02 Program Pengelolaan Pendidikan |
ANALISIS SITUASI
|
-
Data Pembuka wawasan
- 1. Jumlah siswa LKP dan PKBM:
L : 8.587 (51,95%)
P : 7.943 (48,05%)
2. Jumlah siswa dari sekolah yang menerima bantuan operasional penyelenggaraan kesetaraan:
L : 1.504 (63,43%)
P : 867 (36,56%)
- Akses:
Adanya kesamaan akses bagi siswa dari sekolah yang menerima bantuan operasional penyelenggaraan kesetaraan:
Laki-laki: 1.504 (63,43%)
Perempuan: 867 (36,56%)
- Partisipasi:
Jumlah siswa dari sekolah yang menerima bantuan operasional penyelenggaraan kesetaraan:
Laki-laki: 1.504 (63,43%)
Perempuan: 867 (36,56%)
Dari data tersebut, terdapat perbedaan penerima seragam antara siswa laki-laki dan perempuan sebesar 26,87%.
- Kontrol:
Pejabat pengawas subkegiatan Pengelolaan Dana BOP Sekolah Nonformal/Kesetaraan didominasi oleh laki-laki.
Pejabat pengampu kegiatan:
Eselon II :
L : 1
P : 0
Eselon III :
L : 1
P : 0
Eselon IV :
L : 1
P : 0
- Manfaat:
Siswa dari sekolah yang menerima bantuan operasional penyelenggaraan kesetaraan:
Laki-laki: 1.504 (63,43%)
Perempuan: 867 (36,56%)
- Isu dan Faktor Kesenjangan Gender
- Faktor Kesenjangan :
Akses:
Adanya kesamaan akses bagi siswa dari sekolah yang menerima bantuan operasional penyelenggaraan kesetaraan:
Laki-laki: 1.504 (63,43%)
Perempuan: 867 (36,56%)
Partisipasi:
Jumlah siswa dari sekolah yang menerima bantuan operasional penyelenggaraan kesetaraan:
Laki-laki: 1.504 (63,43%)
Perempuan: 867 (36,56%)
Dari data tersebut, terdapat perbedaan penerima seragam antara siswa laki-laki dan perempuan sebesar 26,87%.
Kontrol:
Pejabat pengawas subkegiatan Pengelolaan Dana BOP Sekolah Nonformal/Kesetaraan didominasi oleh laki-laki.
Pejabat pengampu kegiatan:
Eselon II :
L : 1
P : 0
Eselon III :
L : 1
P : 0
Eselon IV :
L : 1
P : 0
Manfaat:
Siswa dari sekolah yang menerima bantuan operasional penyelenggaraan kesetaraan:
Laki-laki: 1.504 (63,43%)
Perempuan: 867 (36,56%)
- Sebab Kesenjangan Internal :
1. Belum semua SDM memahami konsep pengarusutamaan gender dalam penerimaan manfaat dan perencanaan penganggaran responsif gender.
2. Kurangnya partisipasi perempuan dalam proses pengambilan keputusan terkait pengelolaan dan alokasi dana bantuan operasional penyelenggaraan di sekolah dapat menyebabkan ketidaksetaraan.
- Sebab Kesenjangan Eksternal :
Norma dan budaya masyarakat yang membatasi peran perempuan atau memberikan preferensi kepada laki-laki dapat menciptakan kesenjangan dalam akses perempuan terhadap bantuan operasional penyelenggaraan.
|
CAPAIAN SUB KEGIATAN
|
-
Tolak Ukur :
Mengembangkan dan mengimplementasikan kebijakan yang sensitif terhadap gender untuk memastikan penerimaan manfaat dana bantuan operasional penyelenggaraan berdasarkan prinsip kesetaraan.
-
Indikator dan Target Kinerja :
Output: 1. Jumlah siswa LKP dan PKBM:
Laki-laki: 8.587 (51,95%)
Perempuan: 7.943 (48,05%)
2. Jumlah siswa dari sekolah yang menerima bantuan operasional penyelenggaraan kesetaraan:
Laki-laki: 1.504 (63,43%)
Perempuan: 867 (36,56%)
Outcome: 1. Persentase Pendidikan Nonformal/Kesetaraan yang sesuai dengan standar nasional pendidikan: 89,21%.
2. Jumlah Sekolah Nonformal/Kesetaraan yang mengelola Dana BOP: 27 satuan pendidikan.
|
JUMLAH ANGGARAN SUB KEGIATAN(Rp.)
|
4729770000 |
RENCANA AKSI
|
Aktivitas 1 |
1.01.02.2.04 Pengelolaan Pendidikan Nonformal/Kesetaraan |
Aktivitas 2 |
1.01.02.2.04 Pengelolaan Pendidikan Nonformal/Kesetaraan |
Aktivitas 3 |
Rapat koordinasi Dinas Pendidikan dan sekolah kesetaraan terkait konsep pengarusutamaan gender dan perencanaan penganggaran responsif gender |
Aktivitas 4 |
Melakukan koordinasi dengan satuan pendidikan terkait pengelolaan dana bantuan operasional penyelenggaraan |
Aktivitas 5 |
Rapat koordinasi Dinas Pendidikan dan sekolah kesetaraan terkait konsep pengarusutamaan gender & perencanaan penganggaran responsif gender.
Output 1: Jumlah siswa LKP dan PKBM
L: 8.587 (51,95%)
P: 7.943 (48,05%) |
Aktivitas 6 |
Melakukan koordinasi dengan satuan pendidikan terkait pengelolaan dana bantuan operasional penyelenggaraan.
Output 2: Jumlah siswa dari sekolah yang menerima bantuan operasional penyelenggaraan kesetaraan.
L: 1.504 (63,43%)
P: 867 (36,56%) |
|
INDIKATOR OUTCOME / DAMPAK / HASIL SECARA LUAS
|
Output:
1. Jumlah siswa LKP dan PKBM:
Laki-laki: 8.587 (51,95%)
Perempuan: 7.943 (48,05%)
2. Jumlah siswa dari sekolah yang menerima bantuan operasional penyelenggaraan kesetaraan:
Laki-laki: 1.504 (63,43%)
Perempuan: 867 (36,56%)
Outcome:
1. Persentase Pendidikan Nonformal/Kesetaraan yang sesuai dengan standar nasional pendidikan: 89,21%.
2. Jumlah Sekolah Nonformal/Kesetaraan yang mengelola Dana BOP: 27 satuan pendidikan.
|