NAMA PERANGKAT DAERAH
|
Badan Penanggulangan Bencana Daerah |
UNIT ORGANISASI
|
Badan Penanggulangan Bencana Daerah |
TAHUN ANGGARAN
|
2024 |
PROGRAM
|
PROGRAM PENANGGULANGAN BENCANA |
KEGIATAN
|
Pelayanan Pencegahan dan Kesiapsiagaan terhadap Bencana |
SUB KEGIATAN
|
Penguatan Kapasitas Kawasan untuk Pencegahan dan Kesiapsiagaan |
TUJUAN SUB KEGIATAN
|
Meningkatkan kapasitas serta peran aktif masyarakat dalam penanggulangan bencana untuk meminimalisir dampak bencana di wilayah masing-masing |
KODE SUB KEGIATAN
|
Kode: [1.05.03.2.02.06 ] |
ANALISIS SITUASI
|
-
Data Pembuka wawasan
- Jumlah kawasan yang ditingkatkan kapasitasnya dalam pencegahan dan kesiapsiagaan bencana adalah sebanyak 31 kawasan
- Jumlah Masyarakat Kota Surabaya L = 1.479.715 jiwa , P = 1.508.148 jiwa
- Jumlah masyarakat yang mengikuti pelatihan kelurahan tanggung bencana Januari hingga Juli sebanyak 1156 orang yang terdiri dari : L: 554 orang, P :602
- Kegiatan Penguatan Kapasitas Kawasan pada Januari hingga Juli dilaksanakan 13 kawasan
- Jumlah petugas mitigasi bencana sebanyak 15 orang laki-laki dan 7 orang perempuan sedangkan peserta peningkatan kapasitas adalah masyarakat di masing-masing Kelurahan Kota Surabaya
- Isu dan Faktor Kesenjangan Gender
- Faktor Kesenjangan :
Akses:
Adanya Kesamaan peluang untuk mendapatkan akses informasi terkait Penguatan Kapasitas Kawasan untuk Pencegahan dan Kesiapsiagaan
Partisipasi:
Secara jumlah perempuan yang mengikuti kegiatan Penguatan Kapasitas Kawasan lebih tinggi daripada laki-laki
Kontrol:
Pejabat pengampu sub kegiatan didominasi laki-laki
Manfaat:
Masyarakat yang tanggap dalam penanggulangan bencana untuk meminimalisir dampak bencana di kawasan rawan bencana
- Sebab Kesenjangan Internal :
- Masih adanya SDM di PD terkait yang belum memahami konsep gender
- Belum terciptanya budaya organisasi yang responsif gender mitigasi bencana
- Sebab Kesenjangan Eksternal :
- Persepsi pembagian kerja yang bersifat dikotomis antara sektor publik (laki-laki) dan domestik (perempuan) yang pada akhirnya membuat perempuan mengalami hambatan mengakses pengetahuan atau fasilitas yang berada di ranah publik
- Masih adanya masyarakat yang menjunjung nilai-nilai budaya patriarki
- Dorongan/insting perempuan sebagai seorang ibu untuk melindungi keluarganya saat terjadi bencana
|
CAPAIAN SUB KEGIATAN
|
-
Tolak Ukur :
- Meningkatkan kapasitas 31 kawasan rawan bencana melalui peran aktif masyarakatnya
-
Indikator dan Target Kinerja :
Output: Meningkatnya kapasitas masyarakat di 31 kawasan dalam menghadapi ancaman bencana
Outcome: - Tercapainya Indeks Penanggulangan Bencana sebesar 86,40%
- Meningkatnya kapasitas pencegahan dan kesiapsiagaan bencana di Kota Surabaya
- Masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana telah memiliki pengetahuan untuk mengenali potensi bencana di wilayahnya dan membuat rencana kesiapsiagaan wilayah
|
JUMLAH ANGGARAN SUB KEGIATAN(Rp.)
|
368981001 |
RENCANA AKSI
|
Aktivitas 1 |
1. pembaharuan SK pembentukan forum pengurangan resiko bencana berbasis masing-masing kelurahan
2. FGD dengan melibatkan satgas kelurahan tangguh bencana untuk memetakan kawasan bencana |
Aktivitas 2 |
Pembaruan SK Pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Masing-masing Kelurahan |
Aktivitas 3 |
Focus Group Discusion (FGD) dengan melibatkan satgas kelurahan tangguh bencana untuk memetakan kawasan rawan bencana di masing-masing kelurahan |
|
INDIKATOR OUTCOME / DAMPAK / HASIL SECARA LUAS
|
Output:
Meningkatnya kapasitas masyarakat di 31 kawasan dalam menghadapi ancaman bencana
Outcome:
- Tercapainya Indeks Penanggulangan Bencana sebesar 86,40%
- Meningkatnya kapasitas pencegahan dan kesiapsiagaan bencana di Kota Surabaya
- Masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana telah memiliki pengetahuan untuk mengenali potensi bencana di wilayahnya dan membuat rencana kesiapsiagaan wilayah
|