GENDER BUDGET STATEMENT (GBS)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah

NAMA PERANGKAT DAERAH Badan Penanggulangan Bencana Daerah
UNIT ORGANISASI Badan Penanggulangan Bencana Daerah
TAHUN ANGGARAN 2024
PROGRAM PROGRAM PENANGGULANGAN BENCANA
KEGIATAN Pelayanan Pencegahan dan Kesiapsiagaan terhadap Bencana
SUB KEGIATAN Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Kabupaten/Kota
TUJUAN SUB KEGIATAN Meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan petugas dan masyarakat dalam menghadapi bencana
KODE SUB KEGIATAN [ 1.05.03.2.02.0016 ]
ANALISIS SITUASI
  1. Data Pembuka wawasan
    • Sasaran Sub Kegiatan ini adalah peserta pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana sebanyak 1650 orang yang terdiri dari : - Warga Sekolah - Bunda PAUD - Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit / Puskesmas - Fasilitator PMI - Relawan
    • Jumlah Masyarakat Kota Surabaya L : 1.473.517 jiwa P : 1.499.284 jiwa
    • Jumlah warga kota Surabaya yang mengikuti kegiatan mitigasi pada Januari hingga Juli 2024 sebanyak L : 350 orang P : 460 orang
    • Jumlah Pegawai BPBD Kota Surabaya sebanyak 437 orang dengan rincian 374 orang laki-laki (83,85%) dan 72 orang perempuan (16,14%)
    • Perbandingan jumlah pegawai BPBD terhadap jumlah Masyarakat Kota Surabaya adalah 0,01512%
  2. Isu dan Faktor Kesenjangan Gender
    1. Faktor Kesenjangan :
      Akses:
      Adanya kesamaan peluang untuk mendapatkan akses informasi terkait Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Kabupaten/Kota
      Partisipasi:
      Secara jumlah perempuan yang mengikuti kegiatan mitigasi bencana lebih tinggi daripada laki-laki
      Kontrol:
      Pejabat pengampu sub kegiatan didominasi laki-laki
      Manfaat:
      Masyarakat yang tanggap dalam melakukan mitigasi bencana didominasi oleh perempuan
    2. Sebab Kesenjangan Internal :
      - Masih adanya SDM di internal PD yang belum memahami konsep gender - Belum terciptanya budaya organisasi yang responsif gender
    3. Sebab Kesenjangan Eksternal :
      - Persepsi pembagian kerja yang bersifat dikotomis antara sektor publik (laki-laki) dan domestik (perempuan) yang pada akhirnya membuat perempuan mengalami hambatan mengakses pengetahuan atau fasilitas yang berada di ranah publik - Masih adanya masyarakat yang menjunjung nilai-nilai budaya patriarki - Dorongan/insting perempuan sebagai seorang ibu untuk melindungi keluarganya saat terjadi bencana
CAPAIAN SUB KEGIATAN
  1. Tolak Ukur :
    - Meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana - Mengurangi kerentanan masyarakat - Meningkatkan partisipasi perempuan dalam Penanggulangan Bencana - Memberikan pendidikan kewaspadaan terhadap bencana yang mudah diakses oleh perempuan
  2. Indikator dan Target Kinerja :
    Output: - Peserta Kegiatan Pembentukan Sekolah/Madrasah Tanggap Bencana sebanyak 350 orang - Peserta Kegiatan Edukasi Penanggulangan Bencana bagi Bunda PAUD sebanyak 200 orang - Peserta Kegiatan Pembentukan Rumah Sakit/ Puskesmas Aman Bencana sebanyak 98 orang - Peserta Pelatihan dan Rekrutmen Fasilitator Palang Merah Indonesia sebanyak 49 orang - Peserta Kegiatan Pembinaan Potensi Relawan Bencana sebanyak 150 orang
    Outcome: - Tercapainya Indeks Penanggulangan Bencana sebesar 86,40% - Meningkatnya kapasitas pencegahan dan kesiapsiagaan bencana di Kota Surabaya - Meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan petugas maupun masyarakat dalam menghadapi bencana
JUMLAH ANGGARAN SUB KEGIATAN(Rp.) 1275312350
RENCANA AKSI
Aktivitas 1 Pembentukan sekolah / madrasah tanggap bencana
Aktivitas 2 Rumah sakit / puskesmas aman bencana
Aktivitas 3 Pembinaan potensi relawan bencana
Aktivitas 4 Training of fasilitator PMI Kota Surabaya
Aktivitas 5 Pembentukan Sekolah/Madrasah Tanggap Bencana
Aktivitas 6 Edukasi Penanggulangan Bencana bagi Bunda PAUD
Aktivitas 7 Pembentukan Rumah Sakit/Puskesmas Aman Bencana
Aktivitas 8 Pelatihan dan Rekrutmen Fasilitator Palang Merah Indonesia
Aktivitas 9 Pembinaan Potensi Relawan Bencana
INDIKATOR OUTCOME / DAMPAK / HASIL SECARA LUAS Output:
- Peserta Kegiatan Pembentukan Sekolah/Madrasah Tanggap Bencana sebanyak 350 orang - Peserta Kegiatan Edukasi Penanggulangan Bencana bagi Bunda PAUD sebanyak 200 orang - Peserta Kegiatan Pembentukan Rumah Sakit/ Puskesmas Aman Bencana sebanyak 98 orang - Peserta Pelatihan dan Rekrutmen Fasilitator Palang Merah Indonesia sebanyak 49 orang - Peserta Kegiatan Pembinaan Potensi Relawan Bencana sebanyak 150 orang
Outcome:
- Tercapainya Indeks Penanggulangan Bencana sebesar 86,40% - Meningkatnya kapasitas pencegahan dan kesiapsiagaan bencana di Kota Surabaya - Meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan petugas maupun masyarakat dalam menghadapi bencana