ANALISIS SITUASI
|
-
Data Pembuka wawasan
- -Data total kunjungan pasien IGD:
Tahun 2020, jumlah pasien laki-laki=16.175 (47%), jumlah pasien perempuan= 18.415 (53%), total =34.589 (100%).
Tahun 2021,jumlah pasien laki-laki=11.420 (48%), jumlah pasien perempuan= 12.393 (52%), total= 23.813 (100%)
Tahun 2022, jumlah pasien laki-laki= 15.393 (47%), jumlah pasien perempuan= 17.658 (53%), total= 33.051 (100%)
Tahun 2023, jumlah pasien lali-laki= 18.775 (46%), jumlah pasien perempuan= 22.352 (54%), total= 41.127 (100%)
-Data total kunjungan pasien klinik rawat jalan;
Tahun 2020, jumlah pasien laki-laki= 76.007 (43%) , jumlah pasien perempuan= 102.372 (57%), total = 178.379 (100%)
Tahun 2021, jumlah pasien laki-laki=92.071(45%), jumlah pasien perempuan= 113.350 (55%), total = 205.421 (100%)
Tahun 2022, jumlah pasien laki-laki=107.189 (43%), jumlah pasien perempuan=143.968 (57%) , total =251.157 (100%)
Tahun 2023, jumlah pasien laki-laki=120.848 (43%), jumlah pasien perempuan= 166.218 (57%) , total = 287.066 (100%)
- -Data total kunjungan pasien klinik mata
Tahun 2020, jumlah pasien laki-laki=2.496 (38%), jumlah pasien perempuan=4.134(62%) , total = 6.630(100%)
Tahun 2021, jumlah pasien laki-laki=2.439(40%), jumlah pasien perempuan= 3.727(60%), total = 6.166(100%)
Tahun 2022, jumlah pasien laki-laki=4.477 (36%), jumlah pasien perempuan=7.835(64%) , total =12.312(100%)
Tahun 2023, jumlah pasien laki-laki=5.762(38%), jumlah pasien perempuan=9.317(62%) , total =15.079(100%)
-Data total kunjungan pasien klinik Orthopedi;
Tahun 2020, jumlah pasien laki-laki=3.729 (38%), jumlah pasien perempuan= 6.156 (62%), total = 9.885(100%)
Tahun 2021, jumlah pasien laki-laki=4.187 (39%), jumlah pasien perempuan= 6.684(61,4%), total =10.871(100%)
Tahun 2022, jumlah pasien laki-laki=5.464(38%), jumlah pasien perempuan= 8.796(62%) , total =14.260(100%)
Tahun 2023, jumlah pasien laki-laki=7.263(38%), jumlah pasien perempuan=11.965(62%) , total =19.228(100%)
- -Data kunjungan pasien rawat jalan kategori lansia (>65 tahun):
Tahun 2020, jumlah pasien laki-laki=25.553 (49%), jumlah pasien perempuan=26.455 (51%) , total =52.008 (100%)
Tahun 2021, jumlah pasien laki-laki=30.931(49,1%), jumlah pasien perempuan= 32.084(50,9%), total =63.015 (100%)
Tahun 2022, jumlah pasien laki-laki=39.256 (49%), jumlah pasien perempuan= 41.483 (51%), total =80.739 (100%),
Tahun 2023, jumlah pasien laki-laki=27.840 (47%), jumlah pasien perempuan=31.916 (53%) , total = 59.756 (100%)
-Data kunjungan pasien inst.radiologi:
Tahun 2020, jumlah pasien laki-laki=13.815 (48%), jumlah pasien perempuan=14.977 (52%) , total = 28.791(100%)
Tahun 2021, jumlah pasien laki-laki=13.985(46%), jumlah pasien perempuan=16.696 (54%) , total = 30.680 (100%)
Tahun 2022, jumlah pasien laki-laki=17.159 (46%), jumlah pasien perempuan=20.202(54%) , total = 37.366 (100%)
Tahun 2023, jumlah pasien laki-laki=19.008 (47%), jumlah pasien perempuan=21.139 (53%) , total = 40.146 (100%)
-Data total kunjungan pasien rawat inap:
Tahun 2020, jumlah pasien laki-laki=1.035(43%), jumlah pasien perempuan=1.395 (57%) , total =2.430 (100%)
Tahun 2021, jumlah pasien laki-laki=7.973 (47%), jumlah pasien perempuan=8.919 (53%) , total =16.892 (100%)
Tahun 2022, jumlah pasien laki-laki=11.329 (49%), jumlah pasien perempuan=11.966(51%) , total = 23.295(100%)
Tahun 2023, jumlah pasien laki-laki=13.329(48%),jumlah pasien perempuan=14.504(52%), total =27.833(100%)
- -Data jumlah pasien ruang neonatus
Tahun 2020, jumlah pasien laki-laki=1080 (52%), jumlah pasien perempuan=998 (48%), total =2.078 (100%)
Tahun 2021, jumlah pasien laki-laki=467(51%), jumlah pasien perempuan= 445 (49%), total = 912 (100%)
Tahun 2022, jumlah pasien laki-laki=663(52%), jumlah pasien perempuan= 618 (48%), total = 1.281 (100%)
Tahun 2023, jumlah pasien laki-laki=921(51%), jumlah pasien perempuan= 871(49%) , total =1.792 (100%)
-Data jumlah pasien ruang NICU
Tahun 2020, jumlah pasien laki-laki=100 (56%), jumlah pasien perempuan= 79 (44%), total =179 (100%)
Tahun 2021, jumlah pasien laki-laki=172 (58%), jumlah pasien perempuan=123 (42%) , total =295 (100%)
Tahun 2022, jumlah pasien laki-laki=191 (55%), jumlah pasien perempuan= 155
(45%), total =346 (100%)
Tahun 2023, jumlah pasien laki-laki=193 (58%), jumlah pasien perempuan=137
(42%) , total =330 (100%)
- -Data jumlah pasien operasi umum:
Tahun 2020, jumlah pasien laki-laki=338(38%), jumlah pasien perempuan=485(62%), total =883 (100%)
Tahun 2021, jumlah pasien laki-laki=250 (36%), jumlah pasien perempuan=451(64%) , total = 701(100%)
Tahun 2022, jumlah pasien laki-laki=1304(41%), jumlah pasien perempuan=1903(59%) , total = 3207(100%)
Tahun 2023, jumlah pasien laki-laki=2112(44,6%), jumlah pasien perempuan= 2325(55,4%), total =4737(100%)
-Jumlah Ruang operasi per tahun 2023
ruang operasi emergency=3, ruang operasi elektif 11, total =14
- Isu dan Faktor Kesenjangan Gender
- Faktor Kesenjangan :
Akses:
Ketersediaan beberapa alat kesehatan yang hanya bisa di akses oleh masyarakat di faskes tingkat lanjut
Partisipasi:
Partisipasi masyarakat terutama laki-laki dalam upaya kesehatan preventif dan promotif yang masih rendah sehingga permasalahan kesehatan berkembang menjadi kuratif dan rehabilitatif.
Kontrol:
Kesenjanagan terkait alat yang diskontinyu atau rusak dapat dikontrol oleh RSUD dr. Moh Soewandhie
Manfaat:
Pada umumnya pasien laki-laki kurang menyadari manfaat dari upaya kesehatan preventif dan promotif
- Sebab Kesenjangan Internal :
-Frekuensi penggunaan alat kesehatan/ penunjang medik yang tinggi sehingga mempengaruhi umur dan kinerja alat tersebut.
-Kondisi beberapa alat sudah mulai rusak sehiingga butuh diganti
-Ketersediaan alat dalam segi kuantitas dan kualitas dan pengadaanya sesuai dengan kunjungan pasien laki-laki dan perempuan
-Adanya fasilitas pelayanan pemeriksaan penunjang baru dapat meningkatkan validitas pemeriksaan pasien, pemberian terapi atau penanganan untuk pasien menjadi lebih cepat dan tepat.
- Sebab Kesenjangan Eksternal :
-Perkembangan ilmu kedokteran yang mutakhir membutuhkan penyediaan alat kedokteran.
-Jumlah pasien yang semakin banyak sehingga butuh penambahan alat.
-Adanya budaya di masyarakat bahwa jika perempuan sakit, mendapat dukungan lebih besar dari keluarga untuk berobat ketimbang laki-laki, sehingga jumlah pasien di RS lebih banyak perempuan dari pada laki-laki
|