GENDER BUDGET STATEMENT (GBS)
RSUD Dr. Mohamad Soewandhie

NAMA PERANGKAT DAERAH RSUD Dr. Mohamad Soewandhie
UNIT ORGANISASI RSUD Dr. Mohamad Soewandhie
TAHUN ANGGARAN 2024
PROGRAM Program penunjang urusan pemerintahan daerah kabupaten/kota
KEGIATAN Peningkatan pelayanan BLUD
SUB KEGIATAN Pelayanan dan penunjang pelayanan BLUD
TUJUAN SUB KEGIATAN Memenuhi jumlah dan jenis kebutuhan operasional pelayanan dan penunjang pelayanan BLUD RS
KODE SUB KEGIATAN 1.02.01.2.10.0001
ANALISIS SITUASI
  1. Data Pembuka wawasan
    • Data total kunjungan pasien IGD: Tahun 2020, jumlah pasien laki-laki=16.175 (47%), jumlah pasien perempuan= 18.415 (53%), total =34.589 (100%). Tahun 2021,jumlah pasien laki-laki=11.420 (48%), jumlah pasien perempuan= 12.393 (52%), total= 23.813 (100%) Tahun 2022, jumlah pasien laki-laki= 15.393 (47%), jumlah pasien perempuan= 17.658 (53%), total= 33.051 (100%) Tahun 2023, jumlah pasien lali-laki= 18.775 (46%), jumlah pasien perempuan= 22.352 (54%), total= 41.127 (100%) -Data total kunjungan pasien klinik rawat jalan; Tahun 2020, jumlah pasien laki-laki= 76.007 (43%) , jumlah pasien perempuan= 102.372 (57%), total = 178.379 (100%) Tahun 2021, jumlah pasien laki-laki=92.071(45%), jumlah pasien perempuan= 113.350 (55%), total = 205.421 (100%) Tahun 2022, jumlah pasien laki-laki=107.189 (43%), jumlah pasien perempuan=143.968 (57%) , total =251.157 (100%) Tahun 2023, jumlah pasien laki-laki=120.848 (43%), jumlah pasien perempuan= 166.218 (57%) , total = 287.066 (100%) -Data total kunjungan pasien rawat inap: Tahun 2020, jumlah pasien laki-laki=1.035(43%), jumlah pasien perempuan=1.395 (57%) , total =2.430 (100%) Tahun 2021, jumlah pasien laki-laki=7.973 (47%), jumlah pasien perempuan=8.919 (53%) , total =16.892 (100%) Tahun 2022, jumlah pasien laki-laki=11.329 (49%), jumlah pasien perempuan=11.966(51%) , total = 23.295(100%) Tahun 2023, jumlah pasien laki-laki=13.329(48%),jumlah pasien perempuan=14.504(52%), total =27.833(100%)
    • Data kunjungan rawat inap pasien balita gizi buruk dan stunting: -Tahun 2020, jumlah pasien laki-laki=18 (62%), jumlah pasien perempuan=11(38%), total = 29(100%) -Tahun 2021, jumlah pasien laki-laki=22 (61%), jumlah pasien perempuan=14(39%), total = 36 (100%) -Tahun 2022, jumlah pasien laki-laki=184 (59%), jumlah pasien perempuan= 127 (41%), total = 313 (100%) -Tahun 2023, jumlah pasien laki-laki=193 (56%), jumlah pasien perempuan=150 (44%), total = 343 (100%)
    • Data kunjungan pasien inst.radiologi -Tahun 2020, jumlah pasien laki-laki=13.815 (48%), jumlah pasien perempuan= 14.977 ( 52%),total = 28.791(100%) -Tahun 2021,jumlah pasien laki-laki=13.985(46%),jumlah pasien perempuan= 16.696 (54%) , total = 30.680(100%) -Tahun 2022,jumlah pasien laki-laki=17.159(46%),jumlah pasien perempuan= 20.202 (54%) , total = 37.366(100%) -Tahun 2023, jumlah pasien laki-laki=19.008(47%),jumlah pasien perempuan= 21.139 (53%),total = 40.146(100%) Data kunjungan lab. terintegrasi (Lab.PK) dan patologi anatomi -Tahun 2020, kunjungan lab PK=317.532 , kunjungan lab PA=1.610 -Tahun 2021,kunjungan lab PK=396.436 , kunjungan lab PA=2.087 -Tahun 2022, kunjungan lab PK=401.800 , kunjungan lab PA=3.121 -Tahun 2023, kunjungan lab PK=461.383 , kunjungan lab PA=4.113
    • Jumlah pemeriksaan lab. terintegrasi (Lab.PK) yang dikirim keluar -Tahun 2020= 467 sampel -Tahun 2021= 651 sampel -Tahun 2022= 805 sampel -Tahun 2023= 935 sampel Jumlah permintaan darah ke PMI - Tahun 2020= 9480 kantong -Tahun 2021= 9750 kantong -Tahun 2022= 9520 kantong -Tahun 2023= 11.525 kantong Jumlah resep yang dilayani farmasi -Tahun 2020= 1.075.676 resep -Tahun 2021= 1.176.008 resep -Tahun 2022= 1.628.826 resep -Tahun 2023= 1.771.261 resep
    • Jumlah SDM yang mengikuti pelatihan -Tahun 2020, jumlah pasien laki-laki=0, jumlah pasien perempuan=0,total = 0 -Tahun 2021, jumlah pasien laki-laki=,0 jumlah pasien perempuan=,0 total = 0 -Tahun 2022, jumlah pasien laki-laki=65 (31%), jumlah pasien perempuan=147 (69%), total = 212(100%) -Tahun 2023, jumlah pasien laki-laki=117 ( 28%), jumlah pasien perempuan=301 (72%),total 418(100%)
  2. Isu dan Faktor Kesenjangan Gender
    1. Faktor Kesenjangan :
      Akses:
      Akses: -Ketersediaan beberapa alat kedokteran, obat dan profesi jenis tenaga kesehatan tertentu yang hanya bisa di akses oleh masyarakat di faskes tingkat lanjut. -Orangtua tidak tahu jika balitanya mengalami masalah gizi saat perawatan di rumah sakit. -Pendidikan dan pelatihan eksternal yang diikuti oleh SDM RS harus tetap memperhatikan komposisi dan jumlah SDM dan pasien di ruang perawatan,agar proses pelayanan kesehatan di ruangan tetap berjalan dengan baik.
      Partisipasi:
      Partisipasi: -Partisipasi masyarakat dalam upaya kesehatan preventif dan promotif yang masih rendah sehingga permasalahan kesehatan berkembang menjadi kuratif dan rehabilitatif. -Orangtua tidak segera membawa balitanya saat memperoleh rujukan rawat inap dari puskesmas/fasilitas kesehatan tingkat pertama. -Peran dan kontrol ayah terkait pentingnya tumbuh kembang untuk anak masih rendah.
      Kontrol:
      Kontrol: -Kontrol upaya kesehatan preventif dan promotif di masyarakat belum optimal. -Kurangnya kontrol dan kewaspadaan orang tua dalam mengamati tumbuh kembang balitanya.
      Manfaat:
      -Masyarakat kurang menyadari manfaat dari upaya kesehatan preventif dan promotif -Beberapa orang tua tidak membawa balitanya ke RS untuk melakukan kontrol pertama pasca perawatan dari RS
    2. Sebab Kesenjangan Internal :
      -Volume kebutuhan darah PMI yang meningkat selama tahun 2020-2023. -Beberapa pemeriksaan laboratprium tidak tersedia di RS karena beberapa faktor. -Perkembangan ilmu kesehatan mutakhir sehingga SDM RS perlu meng-update kompetensinya -Kebijakan pemerintah tentang pelayanan rujukan mengakibatkan obat-obat tertentu hanya tersedia di fasilitas kesehatan tingkat lanjut
    3. Sebab Kesenjangan Eksternal :
      -Laboratorium yang melakukan kerjasama dengan rsud soewandhie berpotensi mengalami keterlambatan dalam pengelolaan sampel, hal ini mengakibatkan sampel rusak dan penentuan diagnosa di RS akan terhambat. -Kelanjutan perawatan balita stunting yang mendapatkan resep susu, harus mengambil di puskesmas selaku FKTP. -Peserta universal health coverage kota Surabaya tiap tahun meningkat sehingga fasilitas pelayanan kesehatan dituntut flexible menyediakan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat.
CAPAIAN SUB KEGIATAN
  1. Tolak Ukur :
    Memenuhi kebutuhan operasional pelayanan dan penunjang pelayanan di RS
  2. Indikator dan Target Kinerja :
    Output: Pemeriksaan radiologi, lab luar, PMI, belanja obat dan alat medis habis pakai, belanja kebutuhan gizi pasien serta pendidikan pelatihan SDM RS terpenuhi
    Outcome: Outcome: Indikator subkegiatan: Jumlah BLUD yang Menyediakan Pelayanan dan Penunjang Pelayanan Indikator kegiatan: Jumlah BLUD yang Menyediakan Pelayanan dan Penunjang Pelayanan Indikator program: Persentase jenis kebutuhan operasional pelayanan dan penunjang pelayanan BLUD di rumah sakit yang terpenuhi
JUMLAH ANGGARAN SUB KEGIATAN(Rp.) 292316171975
RENCANA AKSI
Aktivitas 1 Aktivitas 1: 1.Penyediaan jasa pemeriksaan laboratorium, radiologi luar dan PMI 2.Pengelolaan obat dan alat medis habis pakai rumah sakit 3.Pengelolaan pelayanan kesehatan gizi pasien dan tenaga beresiko 4.Pendidikan dan pelatihan SDM rumah sakit Output 1: - Penyediaan pemeriksaan laboratorium, radiografi, obat dan alat medis habis pakai, pemenuhan kebutuhan gizi pasien dan pendidikan pelatihan SDM RS terpenuhi.
INDIKATOR OUTCOME / DAMPAK / HASIL SECARA LUAS Output:
Pemeriksaan radiologi, lab luar, PMI, belanja obat dan alat medis habis pakai, belanja kebutuhan gizi pasien serta pendidikan pelatihan SDM RS terpenuhi
Outcome:
Outcome: Indikator subkegiatan: Jumlah BLUD yang Menyediakan Pelayanan dan Penunjang Pelayanan Indikator kegiatan: Jumlah BLUD yang Menyediakan Pelayanan dan Penunjang Pelayanan Indikator program: Persentase jenis kebutuhan operasional pelayanan dan penunjang pelayanan BLUD di rumah sakit yang terpenuhi