NAMA PERANGKAT DAERAH
|
Dinas Komunikasi dan Informatika |
UNIT ORGANISASI
|
Dinas Komunikasi dan Informatika |
TAHUN ANGGARAN
|
2024 |
PROGRAM
|
Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik |
KEGIATAN
|
Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota |
SUB KEGIATAN
|
Pengelolaan Media Komunikasi Publik |
TUJUAN SUB KEGIATAN
|
Melaksanakan Pengelolaan Media Komunikasi Publik Yang Berkualitas |
KODE SUB KEGIATAN
|
2.16.02.2.01.0005 |
ANALISIS SITUASI
|
-
Data Pembuka wawasan
- Pengelolaan Media Komunikasi Publik merupakan kegiatan diseminasi informasi program kegiatan Pemerintah Kota Surabaya kepada masyarakat melalui media massa baik cetak maupun elektronik serta media sosial.
- Media sosial yang menjadi kanal diseminasi informasi Pemerintah Kota Surabaya adalah “Sapa Warga Kota Surabaya” dan “Bangga Surabaya”.
- Jumlah follower / subscriber media sosial “Sapawarga Kota Surabaya” adalah:
- Instagram berjumlah 86.728, dengan komposisi laki-laki 55,3 persen dan perempuan 44,6 persen;
- Facebook berjumlah 40.314, dengan komposisi laki-laki 66 persen dan perempuan 34 persen;
- Youtube berjumlah 8.169, dengan komposisi laki-laki 49,2 persen dan perempuan 50,8 persen;
- Tiktok berjumlah 44.101, dengan komposisi laki-laki 57 persen dan perempuan 43 persen.
- Jumlah follower “Bangga Surabaya” adalah:
- Instagram berjumlah 444.121, dengan komposisi laki-laki 57,6 persen dan perempuan 42,3 persen;
- Facebook berjumlah 153.634, dengan komposisi laki-laki 40,5 persen dan perempuan 59,5 persen;
- Youtube berjumlah 35.426, dengan komposisi laki-laki 79,3 persen dan perempuan 20,7 persen;
- Tiktok berjumlah 30.009, dengan komposisi laki-laki 51 persen dan perempuan 49 persen.
- Jumlah total follower / subscriber media sosial Sapawarga Kota Surabaya adalah 179.312 dengan komposisi laki-laki 58 persen dan perempuan 42 persen dan Bangga Surabaya adalah 663.190 dengan komposisi laki-laki 55 persen dan perempuan 45 persen.
- Isu dan Faktor Kesenjangan Gender
- Faktor Kesenjangan :
Akses:
Masyarakat dapat mengakses informasi tentang Kota Surabaya melalui media sosial Sapawarga Kota Surabaya dan Bangga Surabaya
Partisipasi:
Partisipasi masyarakat yang menjadi follower / subscriber media sosial Sapawarga Kota Surabaya dan Bangga Surabaya lebih banyak laki-laki daripada perempuan.
Kontrol:
Dari berbagai platform media sosial Pemerintah Kota Surabaya (Instagram, Facebook, Youtube, Tiktok), warga dapat memilih sesuai dengan selera masing-masing.
Manfaat:
Masyarakat memperoleh informasi tentang perkembangan Kota Surabaya dan program kegiatan Pemerintah Kota Surabaya.
- Sebab Kesenjangan Internal :
Pembuatan konten media sosial Sapawarga Kota Surabaya dan Bangga Surabaya belum memperhatikan perspektif gender.
- Sebab Kesenjangan Eksternal :
Masyarakat laki-laki lebih berperan aktif dalam mengikuti informasi tentang Kota Surabaya melalui media sosial dengan menjadi follower / subscriber.
|
CAPAIAN SUB KEGIATAN
|
-
Tolak Ukur :
Melaksanakan Pengelolaan Media Komunikasi Publik yang berkualitas serta memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
-
Indikator dan Target Kinerja :
Output: Meningkatnya jumlah follower media sosial Sapawarga Kota Surabaya dan Bangga Surabaya berjenis kelamin perempuan.
Outcome: 1. Persentase kecepatan respon/ tanggapan pengaduan melalui aplikasi WargaKu ≤ 24 jam
2. Jumlah jenis kegiatan pengelolaan informasi dan komunikasi publik yang diselenggarakan
3. Jumlah Dokumen Hasil Pelaksanaan Pengelolaan Media Komunikasi Publik
|
JUMLAH ANGGARAN SUB KEGIATAN(Rp.)
|
12234415523 |
RENCANA AKSI
|
Aktivitas 1 |
Untuk meningkatkan follower perempuan, maka dilakukan peningkatan kualitas konten media sosial yang menarik dan edukatif bagi perempuan |
|
INDIKATOR OUTCOME / DAMPAK / HASIL SECARA LUAS
|
Output:
Meningkatnya jumlah follower media sosial Sapawarga Kota Surabaya dan Bangga Surabaya berjenis kelamin perempuan.
Outcome:
1. Persentase kecepatan respon/ tanggapan pengaduan melalui aplikasi WargaKu ≤ 24 jam
2. Jumlah jenis kegiatan pengelolaan informasi dan komunikasi publik yang diselenggarakan
3. Jumlah Dokumen Hasil Pelaksanaan Pengelolaan Media Komunikasi Publik
|