NAMA PERANGKAT DAERAH
|
Dinas Perhubungan |
UNIT ORGANISASI
|
Dinas Perhubungan |
TAHUN ANGGARAN
|
2024 |
PROGRAM
|
Program Penyelenggaraan Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan (LLAJ) |
KEGIATAN
|
Penyediaan Perlengkapan Jalan di Jalan Kabupaten/Kota |
SUB KEGIATAN
|
Penyediaan Perlengkapan Jalan di Jalan Kabupaten/Kota |
TUJUAN SUB KEGIATAN
|
Penataan ruang, infrastruktur dan utilitas kota yang terpadu dan memperhatikan daya dukung kota. Meningkatkan keselamatan lalu lintas bagi pejalan kaki. |
KODE SUB KEGIATAN
|
Program Penyelenggaraan Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan (LLAJ) |
ANALISIS SITUASI
|
-
Data Pembuka wawasan
- Jumlah PCTL di Kota Surabaya : 233 Lokasi
- Jumlah Penduduk Kota Surabaya: (*BPS Kota Surabaya) Tahun 2020 L: 1.474.330 (49,6 persen) P: 1.496.970 (50,4 persen)
- Jumlah Laka Lantas Pejalan Kaki: (*Polrestabes Kota Surabaya) 2023 (Jan-Des) : 100 Kejadian L : 67 (67 persen) P : 36 (36 persen)
- 2023 ( Jan-Jun) : 153 Kejadian L : 83 (54 persen) P : 70 (46 persen)
- Jumlah Petugas Pemeliharaan PCTL: L: 21 P: 0 Jumlah Perencana Penyediaan PCTL: L: 10 P: 3 Jumlah PNS eselon III: L: 1 P: 0
- Isu dan Faktor Kesenjangan Gender
- Faktor Kesenjangan :
Akses:
Adanya kesamaan akses bagi masyarakat perempuan dan laki-laki terhadap penggunaan PCTL.
Partisipasi:
Proporsi partisipasi pejalan sama bagi laki-laki dan perempuan, namun jumlah kecelakaan pejalan kaki laki-laki lebih tinggi daripada perempuan, dengan perbandingan pada Tahun 2021 laki-laki 67 persen dan perempuan 36 persen, Tahun 2022 laki-laki 54 persen dan perempuan 46 persen.
Kontrol:
Proporsi kontrol kewenangan terhadap penyediaan PCTL didominasi laki-laki.
Manfaat:
Proporsi manfaat keselamatan pejalan kaki dengan adanya PCTL bagi perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki, dengan perbandingan angka kecelakaan pejalan kaki pada Tahun 2021 laki-laki 67 persen dan perempuan 36 persen, Tahun 2022 laki-laki 54 persen dan perempuan 46 persen.
- Sebab Kesenjangan Internal :
Pejabat Pengambil Kebijakan pada Dinas Perhubungan lebih didominasi oleh laki-laki. Petugas Pemelihara peralatan dan pelaksana pekerjaan lebih didominasi oleh Laki-laki. Tidak semua pengambil keputusan dan perencana memahami konsep kesetaraan dan keadilan gender. Kurangnya kompetensi perencana penyediaan perlengkapan jalan untuk melakukan analisis gender.
- Sebab Kesenjangan Eksternal :
Masih adanya anggapan kuat di masyarakat bahwa pemegang kontrol kewenangan lebih diutamakan laki-laki daripada perempuan, karena perilaku laki-laki lebih rasional serta tegas daripada perempuan. Atas hasil konstruksi sosial dan budaya di Indonesia, laki-laki berperan sebagai pencari nafkah utama yang bekerja di luar rumah. Sehingga angka mobilitas laki-laki terutama di jalan lebih tinggi dari pada perempuan yang berperan pada sektor domestik (kerumahtanggaan).
|
CAPAIAN SUB KEGIATAN
|
-
Tolak Ukur :
Menurunnya angka kecelakaan lalu lintas bagi pejalan kaki baik perempuan maupun laki-laki.
-
Indikator dan Target Kinerja :
Output: (melakukan pengukuran hasil dari akses partisipasi). Menurunnya angka kecelakaan lalu lintas bagi pejalan kaki baik perempuan maupun laki-laki.
Outcome: (implikasi positif baik fisik maupun non-fisik atas pelaksanaan kegiatan ini). Menurunnya kesenjangan perbandingan presentase kecelakaan pejalan kaki laki-laki dan perempuan (2021-2022). L : P dari 67 persen : 36 persen menjadi 54 persen : 46 persen
|
JUMLAH ANGGARAN SUB KEGIATAN(Rp.)
|
21104018103 |
RENCANA AKSI
|
|
INDIKATOR OUTCOME / DAMPAK / HASIL SECARA LUAS
|
Output:
(melakukan pengukuran hasil dari akses partisipasi). Menurunnya angka kecelakaan lalu lintas bagi pejalan kaki baik perempuan maupun laki-laki.
Outcome:
(implikasi positif baik fisik maupun non-fisik atas pelaksanaan kegiatan ini). Menurunnya kesenjangan perbandingan presentase kecelakaan pejalan kaki laki-laki dan perempuan (2021-2022). L : P dari 67 persen : 36 persen menjadi 54 persen : 46 persen
|