GENDER BUDGET STATEMENT (GBS)
Dinas Perhubungan

NAMA PERANGKAT DAERAH Dinas Perhubungan
UNIT ORGANISASI Dinas Perhubungan
TAHUN ANGGARAN 2024
PROGRAM Program Penyelenggaraan Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan (LLAJ)
KEGIATAN Penyediaan Perlengkapan Jalan di Jalan Kabupaten/Kota
SUB KEGIATAN Penyediaan Perlengkapan Jalan di Jalan Kabupaten/Kota
TUJUAN SUB KEGIATAN Penataan ruang, infrastruktur dan utilitas kota yang terpadu dan memperhatikan daya dukung kota. Meningkatkan keselamatan lalu lintas bagi pejalan kaki
KODE SUB KEGIATAN 1652
ANALISIS SITUASI
  1. Data Pembuka wawasan
    • Jumlah PCTL di Kota Surabaya : 238 Lokasi Jumlah Penduduk Kota Surabaya: (*BPS Kota Surabaya) Tahun 2020 L: 1.474.330 (49,6 persen) P: 1.496.970 (50,4 persen) Jumlah Laka Lantas Pejalan Kaki: (*Polrestabes Kota Surabaya) 2021 (Jan-Des) : 100 Kejadian L : 67 (67 persen) P : 36 (36 persen) 2022 ( Jan-Jun) : 153 Kejadian L : 83 (54 persen) P : 70 (46 persen)
    • Adanya kesamaan akses bagi masyarakat perempuan dan laki-laki terhadap penggunaan PCTL
    • Adanya kesamaan partisipasi dari masyarakat perempuan dan laki-laki terhadap penggunaan PCTL
    • Jumlah Petugas Pemeliharaan PCTL: L: 21 P: 0 Jumlah Perencana Penyediaan PCTL: L: 10 P: 3 Jumlah PNS eselon III: L: 1 P: 0
    • Adanya kesamaan manfaat bagi masyarakat perempuan dan laki-laki terhadap penggunaan PCTL.
  2. Isu dan Faktor Kesenjangan Gender
    1. Faktor Kesenjangan :
      Akses:
      Adanya kesamaan akses bagi masyarakat perempuan dan laki-laki terhadap penggunaan PCTL.
      Partisipasi:
      Proporsi partisipasi pejalan sama bagi laki-laki dan perempuan, namun jumlah kecelakaan pejalan kaki laki-laki lebih tinggi daripada perempuan, dengan perbandingan pada Tahun 2021 laki-laki 67 persen dan perempuan 36 persen, Tahun 2022 laki-laki 54 persen dan perempuan 46 persen.
      Kontrol:
      Proporsi kontrol kewenangan terhadap penyediaan PCTL didominasi laki-laki.
      Manfaat:
      Proporsi manfaat keselamatan pejalan kaki dengan adanya PCTL bagi perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki, dengan perbandingan angka kecelakaan pejalan kaki pada Tahun 2021 laki-laki 67 persen dan perempuan 36 persen, Tahun 2022 laki-laki 54 persen dan perempuan 46 persen.
    2. Sebab Kesenjangan Internal :
      Pejabat Pengambil Kebijakan pada Dinas Perhubungan lebih banyak laki-laki daripada perempuan. Petugas Pemelihara peralatan dan pelaksana pekerjaan lebih didominasi oleh Laki-laki. Tidak semua pengambil keputusan dan perencana memahami konsep kesetaraan dan keadilan gender. Kurangnya kompetensi perencana penyediaan perlengkapan jalan untuk melakukan analisis gender.
    3. Sebab Kesenjangan Eksternal :
      Masih adanya anggapan kuat di masyarakat bahwa pemegang kontrol kewenangan lebih diutamakan laki-laki daripada perempuan, karena perilaku laki-laki lebih rasional serta tegas daripada perempuan. Atas hasil konstruksi sosial dan budaya di Indonesia, laki-laki berperan sebagai pencari nafkah utama yang bekerja di luar rumah. Sehingga angka mobilitas laki-laki terutama di jalan lebih tinggi dari pada perempuan yang berperan pada sektor domestik (kerumahtanggaan)
CAPAIAN SUB KEGIATAN
  1. Tolak Ukur :
    Menurunnya angka kecelakaan lalu lintas bagi pejalan kaki baik perempuan maupun laki-laki.
  2. Indikator dan Target Kinerja :
    Output: (melakukan pengukuran hasil dari akses partisipasi) Menurunnya angka kecelakaan lalu lintas bagi pejalan kaki baik perempuan maupun laki-laki.
    Outcome: (implikasi positif baik fisik maupun non-fisik atas pelaksanaan kegiatan ini) Menurunnya kesenjangan perbandingan presentase kecelakaan pejalan kaki laki-laki dan perempuan (2021-2022) L : P dari 67% : 36 persen menjadi 54% : 46 persen
JUMLAH ANGGARAN SUB KEGIATAN(Rp.) 11711174722
RENCANA AKSI
Aktivitas 1 Sosialisasi keselamatan lalu lintas pejalan kaki tentang pentingnya menyeberang menggunakan PCTL yang sudah disediakan. Tujuan: Menurunnya angka kecelakaan lalu lintas bagi pejalan kaki baik perempuan maupun laki-laki. Aktivitas: Sosialisasi etika berlalu lintas terutama bagi keselamatan lalu lintas pejalan kaki dapat dilakukan melalui media informasi, maupun sosialisasi langsung terhadap masyarakat oleh stakeholder. Output : Menurunnya angka kecelakaan lalu lintas bagi pejalan kaki baik perempuan maupun laki-laki. 2. Outcome: Menurunnya kesenjangan perbandingan presentase kecelakaan pejalan kaki laki-laki dan perempuan Perbandingan L : P dari 67% : 36% menjadi 54% :46%
INDIKATOR OUTCOME / DAMPAK / HASIL SECARA LUAS Output:
(melakukan pengukuran hasil dari akses partisipasi) Menurunnya angka kecelakaan lalu lintas bagi pejalan kaki baik perempuan maupun laki-laki.
Outcome:
(implikasi positif baik fisik maupun non-fisik atas pelaksanaan kegiatan ini) Menurunnya kesenjangan perbandingan presentase kecelakaan pejalan kaki laki-laki dan perempuan (2021-2022) L : P dari 67% : 36 persen menjadi 54% : 46 persen