NAMA PERANGKAT DAERAH
|
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian |
UNIT ORGANISASI
|
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian |
TAHUN ANGGARAN
|
2024 |
PROGRAM
|
Program Penyediaan dan Pengembangan Sarana Pertanian |
KEGIATAN
|
Pengawasan Penggunaan Sarana Pertanian |
SUB KEGIATAN
|
Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian |
TUJUAN SUB KEGIATAN
|
Tersusunnya 4 Laporan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian |
KODE SUB KEGIATAN
|
3.27.02.2.01.02 |
ANALISIS SITUASI
|
-
Data Pembuka wawasan
- Laporan TW I tahun 2024 sub kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian
- 1. Jumlah masyarakat yang menerima pelatihan budidaya tasapot (tanaman sayuran dalam pot)
L: 76 orang (38%)
P: 124 orang (62%)
- Jumlah masyarakat yang menerima pelatihan budidaya sayuran dengan cara hidroponik
L: 75 orang (37,5%)
P: 125 orang (62,5%)
- Jumlah masyarakat yang menerima pelatihan diversifikasi usaha
L: 9 orang (18%)
P: 41 orang (82%)
- umlah masyarakat yang menerima pelatihan pengembangan usaha
L: 19 orang (38%)
P: 31 orang (62%)
- Isu dan Faktor Kesenjangan Gender
- Faktor Kesenjangan :
Akses:
Peserta kegiatan mendapat akses berdasarkan usulan Kecamatan, PPL, dan Tim Urban Farming
Partisipasi:
Proporsi pembudidaya tanaman hortikultur yang mengikuti Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian lebih tinggi perempuan 321 orang (64,2%) daripada laki-laki 179 orang (35,8%)
Kontrol:
Pejabat pengampu kegiatan
- Eselon II
P: 1 orang
- Eselon III
L: 1 orang
Manfaat:
Masyarakat yang teredukasi tentang budidaya tasapot, hidroponik,
- Sebab Kesenjangan Internal :
1. Belum adanya mekanisme pelatihan yang mengatur partisipasi dan manfaat yang bisa diambil secara adil antara laki-laki dan perempuan
2. Dinas tidak bisa menyelenggarakan kegiatan pelatihan secara optimal karena menyeseuaikan ketersediaan anggaran
- Sebab Kesenjangan Eksternal :
1. Adanya anggapan di masyarakat bahwa untuk menjadi pembudidaya tanaman hortikultura dilahan pekarangan lebih sesuai dilaksanakan oleh perempuan karena dianggap perempuan lebih telaten dan bisa menjadi pekerjaan sampingan/ hobby
2. Kurangnya kesadaran laki-laki untuk berbudidaya tanaman hortikultura dalam memanfaatkan lahan pekarangan
|
CAPAIAN SUB KEGIATAN
|
-
Tolak Ukur :
Penyusunan Laporan Sub Kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian terdiri:
1. Laporan TW I tahun 2024 sub kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian
2. Laporan TW II tahun 2024 sub kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian
3. Laporan TW III tahun 2024 sub kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian
4. Laporan TW IV tahun 2024 sub kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian
-
Indikator dan Target Kinerja :
Output: OUTPUT:
1. Terwujudnya Kegiatan pelatihan budidaya tasapot (tanaman sayuran dalam pot) telah dilaksanakan sebanyak 7 kali
2. Terwujudnya kegiatan pelatihan budidaya sayuran dengan cara hidroponik sebanyak 7 kali
3. Terwujudnya kegiatan pelatihan diversifikasi usaha sebanyak 2 kali
4. Terwujudnya kegiatan pelatihan pengembangan usaha sebanyak 2 kali
• Terwujudnya kegiatan pengenalan budidaya pertanian perkotaan
• Terwujudnya kegiatan pemberian sarana produksi budidaya pertanian perkotaan (bibit/benih, pupuk, obat tanaman, pot dan lain-lain) sebanyak 10 jenis
Outcome: OUTCOME:
INDIKATOR PROGRAM
- Jumlah pembudidaya pekarangan yang berproduksi konsisten dengan hasil layak dipasarkan (35 orang)
INDIKATOR KEGIATAN
- Jumlah jenis sarana pertanian yang disediakan bagi pembudidaya pekarangan (10 Jenis)
INDIKATOR SUB KEGIATAN
- Jumlah pendampingan penggunaan sarana pendukung pertanian (4 Laporan)
|
JUMLAH ANGGARAN SUB KEGIATAN(Rp.)
|
3131510346 |
RENCANA AKSI
|
Aktivitas 1 |
Kegiatan Pelatihan Budidaya Tasapot (Tanaman Sayuran dalam Pot) |
Aktivitas 2 |
Kegiatan Pelatihan Budidaya Sayuran dengan Cara Hidroponik |
Aktivitas 3 |
Kegiatan Pelatihan Diversifikasi Usaha |
Aktivitas 4 |
Kegiatan Pelatihan Pengembangan Usaha |
|
INDIKATOR OUTCOME / DAMPAK / HASIL SECARA LUAS
|
Output:
OUTPUT:
1. Terwujudnya Kegiatan pelatihan budidaya tasapot (tanaman sayuran dalam pot) telah dilaksanakan sebanyak 7 kali
2. Terwujudnya kegiatan pelatihan budidaya sayuran dengan cara hidroponik sebanyak 7 kali
3. Terwujudnya kegiatan pelatihan diversifikasi usaha sebanyak 2 kali
4. Terwujudnya kegiatan pelatihan pengembangan usaha sebanyak 2 kali
• Terwujudnya kegiatan pengenalan budidaya pertanian perkotaan
• Terwujudnya kegiatan pemberian sarana produksi budidaya pertanian perkotaan (bibit/benih, pupuk, obat tanaman, pot dan lain-lain) sebanyak 10 jenis
Outcome:
OUTCOME:
INDIKATOR PROGRAM
- Jumlah pembudidaya pekarangan yang berproduksi konsisten dengan hasil layak dipasarkan (35 orang)
INDIKATOR KEGIATAN
- Jumlah jenis sarana pertanian yang disediakan bagi pembudidaya pekarangan (10 Jenis)
INDIKATOR SUB KEGIATAN
- Jumlah pendampingan penggunaan sarana pendukung pertanian (4 Laporan)
|