NAMA PERANGKAT DAERAH
|
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian |
UNIT ORGANISASI
|
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian |
TAHUN ANGGARAN
|
2024 |
PROGRAM
|
Pengendalian Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner |
KEGIATAN
|
Penerapan dan Pengawasaan Persyaratan Teknis Kesehatan Masyarakat Veteriner |
SUB KEGIATAN
|
Pengawasan Unit Usaha Produk Hewan |
TUJUAN SUB KEGIATAN
|
Pelaksanaan pengawasan unit usaha produk hewan terhadap penerpan cara yang baik |
KODE SUB KEGIATAN
|
3.27.04.2.04.0010 |
ANALISIS SITUASI
|
-
Data Pembuka wawasan
- Laporan yang disusun dalam rangka Pengawasan Unit Usaha Produk Hewan, terdiri dari:
1. Laporan Kegiatan Pelatihan Budidaya Ayam KUB
2. Laporan Kegiatan Pelatihan Budidaya Jangkrik
3. Laporan Kegiatan Pelatihan Pembuatan Keju
4. Laporan Kegiatan Pelatihan Budidaya Maggot
5. Laporan Pengawasan dan Pendampingan unit usaha produk hewan
- Kegiatan Pelatihan Budidaya Peternakan dan Pembuatan Keju dilakukan untuk menambah pengetahuan masyarakat dan peternak untuk meningkatkan pendapatan mereka.
- Kegiatan Tahun ini berbeda dengan tahun 2022, dimana adanya kebutuhan di tahun 2024 untuk dilaksanakan pendampingan peternak.
- Jumlah masyarakat yang menerima pelatihan dan pendampingan pengaplikasian teknologi tepat guna budidaya peternakan 2022
1. Jumlah masyarakat yang menerima pelatihan budidaya Ayam KUB
L: 43 orang (74,1%)
P: 15 orang (21,9%)
- 2. Jumlah masyarakat yang menerima pelatihan budidaya Jangkrik
L: 41 orang (62,1%)
P: 25 orang (37,9%)
3. Jumlah masyarakat yang menerima pelatihan Pembuatan Keju
L: 0 orang (0%)
P: 69 orang (100%)
4. Jumlah masyarakat yang menerima pelatihan budidaya Maggot
L: 48 orang (84,2%)
P: 9 orang (15,8%)
- Isu dan Faktor Kesenjangan Gender
- Faktor Kesenjangan :
Akses:
Peserta kegiatan mendapatkan akses berdasarkan usulan Kelurahan dan Kecamatan ke DKPP
Partisipasi:
Proporsi yang mengikuti pelaksanaan pelatihan dan pendampingan pengaplikasian teknologi tepat guna lebih banyak laki-laki (52,8%) daripada perempuan (47,2%)
Kontrol:
Pejabat pengampu kegiatan
- Eselon II
P: 1 orang
- Eselon III
L: 1 orang
peserta mengikuti kegiatan undangan dari Dinas yang difasilitasi oleh Kelurahan dan Kecamatan
Manfaat:
Masyarakat mendapatkan pengetahuan budidaya peternakan dan pembuatan keju untuk meningkatkan pendapatan mereka
- Sebab Kesenjangan Internal :
1. Dinas tidak bisa menyelenggarakan kegiatan pelatihan secara optimal karena menyeseuaikan ketersediaan anggaran
2. Isu gender belum menjadi dasar untuk menentukan pemilihan Pejabat Pengampu Pelaksana Pelatihan Budidaya Ternak dan Pembuatan Keju
3. Belum adanya mekanisme pelatihan yang mengatur partisipasi dan manfaat yang bisa diambil secara adil antara laki-laki dan perempuan.
- Sebab Kesenjangan Eksternal :
Adanya anggapan di masyarakat bahwa untuk menjadi peternak lebih sesuai dilaksanakan oleh laki-laki karena dianggap pekerjaan berat dan kotor untuk kegiatan pelatihan budidaya Ayam KUB, pelatihan budidaya Maggot BSF dan pelatihan budidaya Jangkrik
- Adanya anggapan di masyarakat tentang pencari nafkah utama didominasi laki-laki
|
CAPAIAN SUB KEGIATAN
|
-
Tolak Ukur :
Penyusunan laporan kegiatan Pelatihan, yang terdiri dari:
1. Laporan Kegiatan Pelatihan Budidaya Ayam KUB
2. Laporan Kegiatan Pelatihan Budidaya Jangkrik
3. Laporan Kegiatan Pelatihan Pembuatan Keju
4. Laporan Kegitan Pelatihan Budidaya Maggot
5. Laporan Pengawasan dan Pendampingan unit usaha produk hewan
-
Indikator dan Target Kinerja :
Output: 1. Terwujudnya pelatihan budidaya Ayam KUB sejumlah 2 kali untuk masyarakat di Kecamatan dan Kelurahan
2. Terwujudnya pelatihan budidaya jangkrik sejumlah 2 kali untuk masyarakat di Kecamatan dan Kelurahan
3. Terwujudnya pelatihan pembuatan keju sejumlah 2 kali untuk masyarakat di Kecamatan dan Kelurahan
4. Terwujudnya pelatihan budidaya maggot sejumlah 2 kali untuk masyarakat di Kecamatan dan Kelurahan
5. Terwujudnya Pengawasan dan Pendampingan unit usaha produk hewan sejumlah 35 unit usaha
Outcome: INDIKATOR PROGRAM
- Jumlah pembudidaya ternak yang berproduksi konsisten dengan hasil layak dipasarkan (6 kelompok)
INDIKATOR KEGIATAN
- Jumlah pelaksanaan pendampingan unit usaha dan produk asal hewan (35 unit usaha)
INDIKATOR SUB KEGIATAN
- Jumlah unit usaha produk hewan yang diawasi terhadap penerpan cara yang baik (35 unit usaha)
|
JUMLAH ANGGARAN SUB KEGIATAN(Rp.)
|
1153513929 |
RENCANA AKSI
|
Aktivitas 1 |
Pelayanan Kesehatan Hewan berupa pengobatan hewan (ternak dan non ternak) dan Pencegahan Penyakit Hewan pada ternak berupa vaksinasi dan desinfeksi sarana peternakan |
Aktivitas 2 |
Sosialisasi Tata Laksana Pemotongan Hewan Kurban pada Panitia Pemotongan Hewan Kurban |
Aktivitas 3 |
Kegiatan pelatihan budidaya Ayam KUB dilaksanakan untuk masyarakat Kecamatan dan Kelurahan |
Aktivitas 4 |
Kegiatan pelatihan budidaya jangkrik dilaksanakan untuk masyarakat Kecamatan dan Kelurahan |
Aktivitas 5 |
Kegiatan pelatihan pembuatan keju dilaksanakan untuk masyarakat Kecamatan dan Kelurahan |
Aktivitas 6 |
Kegiatan pelatihan budidaya maggot dilaksanakan untuk masyarakat Kecamatan dan Kelurahan |
Aktivitas 7 |
Melakukan Pengawasan dan Pendampingan unit usaha produk hewan |
|
INDIKATOR OUTCOME / DAMPAK / HASIL SECARA LUAS
|
Output:
1. Terwujudnya pelatihan budidaya Ayam KUB sejumlah 2 kali untuk masyarakat di Kecamatan dan Kelurahan
2. Terwujudnya pelatihan budidaya jangkrik sejumlah 2 kali untuk masyarakat di Kecamatan dan Kelurahan
3. Terwujudnya pelatihan pembuatan keju sejumlah 2 kali untuk masyarakat di Kecamatan dan Kelurahan
4. Terwujudnya pelatihan budidaya maggot sejumlah 2 kali untuk masyarakat di Kecamatan dan Kelurahan
5. Terwujudnya Pengawasan dan Pendampingan unit usaha produk hewan sejumlah 35 unit usaha
Outcome:
INDIKATOR PROGRAM
- Jumlah pembudidaya ternak yang berproduksi konsisten dengan hasil layak dipasarkan (6 kelompok)
INDIKATOR KEGIATAN
- Jumlah pelaksanaan pendampingan unit usaha dan produk asal hewan (35 unit usaha)
INDIKATOR SUB KEGIATAN
- Jumlah unit usaha produk hewan yang diawasi terhadap penerpan cara yang baik (35 unit usaha)
|