GENDER BUDGET STATEMENT (GBS)
Kecamatan Sambikerep

NAMA PERANGKAT DAERAH Kecamatan Sambikerep
UNIT ORGANISASI Kecamatan Sambikerep
TAHUN ANGGARAN 2024
PROGRAM PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DAN KELURAHAN LONTAR
KEGIATAN Kegiatan Pemberdayaan Kelurahan Lontar -Sub Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan Lontar
SUB KEGIATAN Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan Lontar
TUJUAN SUB KEGIATAN Terpenuhinya sarana dan prasarana Masyarakat di Kelurahan Lontar
KODE SUB KEGIATAN Kode Sub Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan Lontar ID ; 3004 Kode : 7.01.03.2.02.0002
ANALISIS SITUASI
  1. Data Pembuka wawasan
    • Monografi Kelurahan Lontar
    • Pelaksana sub kegiatan : - RT, RW, LPMK, MASYAKARAT KELURAHAN LONTAR serta Pokmas dan Pihak Penyedia Jasa
    • Jml RT th 2024 : L :78 orang P : 12 orang Jml RW th 2024: L : 16 orang Jml LPMK th 2024 : L : 1 orang, Masyarakat L:15.098 P:15.224
    • Jumlah Balai RW 13, jumlah pembangunan fisik 13 pekerjaan lokasi
    • Luas wilayah kelurahan Lontar : 654 hektar.
  2. Isu dan Faktor Kesenjangan Gender
    1. Faktor Kesenjangan :
      Akses:
      Laki – laki dan perempuan mendapatkan akses informasi yang sama Pembangunan sarana dan Prasarana di Kelurahan Lontar
      Partisipasi:
      Tingkat Partisipasi Pejabat dan Staf kelurahan Lontar dan masyarakat di wilayah Kelurahan Lontar, dimana jumlah pejabat dan staf yang terlibat dalam sub kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan sebanyak 4 orang terdiri dari : 1. Lurah 2. Sekretaris Kelurahan 3. Kasi Bangtib 4. Staf Pembantu Adapun komposisi gender pada dan staf Kelurahan Lontar terdiri dari : Laki – Laki sebanyak 4 orang Perempuan : - Sedangkan dari unsur masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Masyarakat pelaksana pekerjaan pembangunan sarana dan prasarana sebanyak 7 orang yang keseluruhannya adalah laki-laki
      Kontrol:
      Pejabat pengambil keputusan dalam sub kegiatan ini laki-laki
      Manfaat:
      Terlaksananya pekerjaan pembangunan sarana dan prasarana di Kelurahan Lontardengan komposisi gender sesuai dengan yang dibutuhkan
    2. Sebab Kesenjangan Internal :
      Tidak semua SDM dalam OPD paham tentang konsep Gender atau pembangunan responsif Gender. - Mekanisme penetapan penerima manfaat hasil pembangunan sarana dan prasarana tidak mengatur masalah gender, sehingga komposisi jumlah penerima manfaat laki – laki dan perempuan ditentukan oleh kondisi di lapangan
    3. Sebab Kesenjangan Eksternal :
      Adanya persepsi masyarakat bahwa pembangunan sarana dan prasarana adalah tanggung jawab laki-laki. Adanya anggapan bahwa perempuan lebih cocok menangani pekerjaan domestik
CAPAIAN SUB KEGIATAN
  1. Tolak Ukur :
    Meningkatkan Pemenuhan pembangunan sarana prasarana wilayah dan pemberdayaan masyarakat baik laki-laki maupun perempuan, dengan cara: Peningkatan keterampilan dan kemampuan masyarakat tentang Pekerjaan Fisik yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya termasuk bentuk pelaporan yang mungkin bisa dilakukan oleh Perempuan
  2. Indikator dan Target Kinerja :
    Output: Meningkatnya akses informasi tentang pembangunan sarana prasarana wilayah dan pemberdayaan masyarakat dari (2023) L 40 (%) Menjadi (2024) L 50. (%) dari (2023) P 50 (%) Menjadi (2024) P 60 (%)
    Outcome: Tercapainya kegiatan pembangunan sarana dan prasarana kelurahan yang diharapkan dapat melibatkan semua gender
JUMLAH ANGGARAN SUB KEGIATAN(Rp.) 3168789898
RENCANA AKSI
Aktivitas 1 -Rehabilitasi bangunan balai RW -Pembangunan serta perbaikan saluran air -pembangunan paving
INDIKATOR OUTCOME / DAMPAK / HASIL SECARA LUAS Output:
Meningkatnya akses informasi tentang pembangunan sarana prasarana wilayah dan pemberdayaan masyarakat dari (2023) L 40 (%) Menjadi (2024) L 50. (%) dari (2023) P 50 (%) Menjadi (2024) P 60 (%)
Outcome:
Tercapainya kegiatan pembangunan sarana dan prasarana kelurahan yang diharapkan dapat melibatkan semua gender