GENDER BUDGET STATEMENT (GBS)
Kecamatan Gubeng

NAMA PERANGKAT DAERAH Kecamatan Gubeng
UNIT ORGANISASI Kecamatan Gubeng
TAHUN ANGGARAN 2026
PROGRAM Program Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan
KEGIATAN Kegiatan Pemberdayaan Kelurahan (Kelurahan Kertajaya)
SUB KEGIATAN Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan
TUJUAN SUB KEGIATAN 1. Meningkatkan partisipasi masyarakat 2. Mengembangkan potensi ekonomi lokal 3. Meningkatkan kapasitas SDM dan kelembagaan masyarakat 4. Mendorong kemandirian sosial dan budaya 5. Mewujudkan lingkungan yang lebih tertata dan sejahtera
KODE SUB KEGIATAN 7.01.03.2.02.0003
ANALISIS SITUASI
  1. Data Pembuka wawasan
    • Jumlah Penduduk Kelurahan Kertajaya 24.569 jiwa P : 12.527 jiwa L : 12.042 jiwa
    • LPMK : 1
    • Rukun Warga (RW) : 11
    • Rukun Tetangga (RT) : 80
    • Balai RW ada 10 Balai dan Balai RT ada 51 Balai RT
  2. Isu dan Faktor Kesenjangan Gender
    1. Faktor Kesenjangan :
      Akses:
      1. Akses Informasi. Warga bisa mengetahui program/kegiatan pemberdayaan (pelatihan, bantuan, pendampingan, dll.) melalui kelurahan, RT/RW, LPMK, PKK, karang taruna, atau media informasi resmi. 2. Akses Partisipasi Setiap warga diberi ruang untuk ikut terlibat mulai dari musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang), forum warga, hingga pelaksanaan program kelurahan. 3. Akses Ekonomi Kelompok masyarakat/UMKM mendapatkan peluang untuk akses modal, pelatihan keterampilan, pemasaran produk, hingga fasilitas usaha. 4. Akses Sosial Kelompok rentan (perempuan, lansia, penyandang disabilitas, keluarga miskin) diberi jalur khusus untuk memperoleh pendampingan dan dukungan sosial. 5. Akses Kelembagaan Lembaga kemasyarakatan (RT, RW, LPMK, PKK, Karang Taruna, Posyandu, BKM, dll.) mendapat penguatan kapasitas dan difasilitasi untuk berkolaborasi dengan pemerintah maupun swasta.
      Partisipasi:
      1. Partisipasi dalam perencanaan meliputi Hadir dan memberi masukan di Musrenbang kelurahan, forum warga, atau rapat RT/RW. Menyampaikan usulan kebutuhan lingkungan (infrastruktur, sosial, ekonomi, dll.). 2. Partisipasi dalam pelaksanaan meliputi Ikut gotong royong, kerja bakti, atau pelatihan yang diselenggarakan. Terlibat dalam pengelolaan kegiatan (misalnya kelompok usaha, posyandu, karang taruna). 3. Partisipasi dalam pembiayaan meliputi Memberi kontribusi swadaya berupa tenaga, dana, atau material untuk mendukung program. 4. Partisipasi dalam pengawasan meliputi Mengawasi jalannya program agar transparan dan sesuai kebutuhan warga. Memberikan masukan atau kritik konstruktif kepada pengelola/pemerintah kelurahan. 5. Partisipasi dalam pemeliharaan meliputi Merawat fasilitas hasil pembangunan (misalnya taman, drainase, balai RW, sarana UMKM).
      Kontrol:
      1. Kontrol Perencanaan meliputi Masyarakat ikut menilai apakah usulan kegiatan sesuai kebutuhan warga. RT/RW, LPMK, dan tokoh masyarakat memberi masukan sebelum program dijalankan. 2. Kontrol Pelaksanaan meliputi Warga ikut memantau penggunaan dana (misalnya Dana Kelurahan). Kegiatan gotong royong atau forum warga menjadi sarana untuk melihat apakah program berjalan sesuai rencana. 3. Kontrol Administrasi & Keuangan meliputi Adanya transparansi anggaran (papan informasi, laporan keuangan terbuka). Warga berhak mengetahui besaran anggaran dan realisasinya. 4. Kontrol Hasil / Output meliputi Mengevaluasi apakah hasil program bermanfaat bagi masyarakat (contoh: pelatihan UMKM benar-benar meningkatkan pendapatan). Menilai keberlanjutan, apakah hasil pembangunan terawat dan dipakai warga. 5. Kontrol Sosial meliputi Warga berhak memberi kritik, saran, bahkan laporan jika ada penyimpangan. Forum musyawarah kelurahan jadi wadah utama kontrol sosial.
      Manfaat:
      1. Meningkatkan kapasitas masyarakat yaitu Warga lebih terampil, mandiri, dan mampu mengelola potensi lingkungan maupun usaha. 2. Meningkatkan partisipasi dan rasa memiliki yaitu Masyarakat aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga pemeliharaan hasil pembangunan → program jadi lebih berkelanjutan. 3. Menguatkan ekonomi lokal yaitu UMKM dan kelompok usaha mendapat dukungan (pelatihan, modal, pemasaran) sehingga pendapatan masyarakat meningkat. 4. Meningkatkan kualitas hidup yaitu Akses pendidikan, kesehatan, lingkungan bersih, dan pelayanan publik di kelurahan lebih baik. 5. Mengurangi kesenjangan dan masalah sosial yaitu Kelompok rentan (perempuan, lansia, penyandang disabilitas, keluarga miskin) lebih terfasilitasi sehingga kesejahteraan lebih merata. 6. Menguatkan kelembagaan masyarakat yaitu RT, RW, LPMK, Karang Taruna, PKK, dan lembaga lainnya lebih solid dan mampu bekerja sama dengan pemerintah. 7. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas yaitu Masyarakat ikut mengawasi dana dan kegiatan, sehingga tata kelola pemerintahan kelurahan lebih baik.
    2. Sebab Kesenjangan Internal :
      1. Perbedaan tingkat pendidikan yaitu Warga dengan pendidikan lebih tinggi lebih mudah menyerap program, sedangkan yang rendah kesulitan mengikuti. 2. Perbedaan ekonomi keluarga yaitu Keluarga mampu lebih siap memanfaatkan peluang (modal, usaha), sedangkan keluarga miskin kesulitan ikut program produktif. 3. Ketimpangan akses informasi yaitu Ada warga yang dekat dengan perangkat/RT-RW lebih cepat tahu program, sementara yang lain kurang mendapat info. 4. Kurangnya partisipasi sebagian kelompok yaitu Tidak semua warga aktif; ada yang enggan ikut musyawarah, pelatihan, atau gotong royong. 5. Dominasi kelompok tertentu yaitu Misalnya kelompok tokoh masyarakat atau elite lokal lebih menentukan arah kegiatan, sehingga usulan warga kecil kurang terakomodasi. 6. Perbedaan gender dan usia yaitu Perempuan, pemuda, atau lansia kadang kurang terlibat karena kegiatan lebih banyak didominasi laki-laki usia produktif. 7. Kelembagaan masyarakat yang belum merata yaitu Ada RT/RW atau karang taruna yang aktif, ada juga yang pasif sehingga pemberdayaan tidak seimbang antarwilayah.
    3. Sebab Kesenjangan Eksternal :
      1. Perbedaan tingkat pendidikan dan pengetahuan yaitu Warga yang lebih terdidik lebih cepat memahami program, sedangkan yang kurang pendidikan kesulitan mengikuti. 2. Ketidakmerataan ekonomi rumah tangga yaitu Warga yang punya modal/pekerjaan lebih mudah berpartisipasi, sementara keluarga miskin kesulitan mengakses peluang usaha. 3. Keterbatasan akses informasi yaitu Ada warga yang dekat dengan perangkat kelurahan/RT-RW mendapat info lebih cepat, sementara yang lain tertinggal. 4. Budaya partisipasi yang rendah yaitu Tidak semua masyarakat terbiasa ikut musyawarah, pelatihan, atau gotong royong, sehingga manfaat program tidak merata. 6. ominasi kelompok tertentu yaitu Tokoh atau elite lokal kadang lebih berpengaruh dalam menentukan arah program, sehingga suara kelompok kecil kurang terakomodasi. 7. Perbedaan gender, usia, dan peran sosial yaitu Perempuan, pemuda, lansia, atau penyandang disabilitas sering tidak terakomodasi optimal dalam kegiatan. 8. Kelembagaan masyarakat yang belum merata aktif yaitu Ada RT, RW, atau karang taruna yang aktif, ada juga yang pasif sehingga pelayanan dan pemberdayaan tidak seimbang.
CAPAIAN SUB KEGIATAN
  1. Tolak Ukur :
    Dari: “Meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelurahan melalui pembangunan sarana dan prasarana dasar.” Menjadi: “Mewujudkan masyarakat kelurahan yang mandiri, partisipatif, dan berdaya saing melalui peningkatan kapasitas SDM, penguatan kelembagaan, serta pemanfaatan potensi lokal.”
  2. Indikator dan Target Kinerja :
    Output: 1. Bidang Sosial & Partisipasi yaitu Meningkatnya partisipasi warga dalam musyawarah dan kegiatan kelurahan, Menguatnya kelembagaan lokal (RT, RW, LPMK, PKK, Karang Taruna), Meningkatnya kesadaran gotong royong dan solidaritas antarwarga. 2. Bidang Ekonomi yaitu Meningkatnya jumlah UMKM yang beroperasi secara mandiri, Naiknya pendapatan rata-rata pelaku UMKM/kelompok usaha binaan, Masyarakat memiliki akses lebih baik pada modal, pelatihan, dan pemasaran. 3. Bidang Lingkungan yaitu Meningkatnya kepedulian warga dalam menjaga kebersihan dan lingkungan, Berkurangnya volume sampah yang tidak terkelola, Terciptanya lingkungan yang lebih hijau dan sehat karena keterlibatan warga
    Outcome: 1. Bidang Sosial & Partisipasi yaitu Meningkatnya partisipasi warga dalam musyawarah dan kegiatan kelurahan, Menguatnya kelembagaan lokal (RT, RW, LPMK, PKK, Karang Taruna), Meningkatnya kesadaran gotong royong dan solidaritas antarwarga. 2. Bidang Ekonomi yaitu Meningkatnya jumlah UMKM yang beroperasi secara mandiri, Naiknya pendapatan rata-rata pelaku UMKM/kelompok usaha binaan, Masyarakat memiliki akses lebih baik pada modal, pelatihan, dan pemasaran. 3. Bidang Lingkungan yaitu Meningkatnya kepedulian warga dalam menjaga kebersihan dan lingkungan, Berkurangnya volume sampah yang tidak terkelola, Terciptanya lingkungan yang lebih hijau dan sehat karena keterlibatan warga
JUMLAH ANGGARAN SUB KEGIATAN(Rp.) 1198403224
RENCANA AKSI
Aktivitas 1 - Pemberian Honor RT, RW, LPMK untuk menunjang pelayanan masyarakat - Pengadaan bibit ikan lele untuk swasembada pangan - Pengadaan Tenda Terop untuk menunjang aktivitas kemasyarakatan
INDIKATOR OUTCOME / DAMPAK / HASIL SECARA LUAS Output:
1. Bidang Sosial & Partisipasi yaitu Meningkatnya partisipasi warga dalam musyawarah dan kegiatan kelurahan, Menguatnya kelembagaan lokal (RT, RW, LPMK, PKK, Karang Taruna), Meningkatnya kesadaran gotong royong dan solidaritas antarwarga. 2. Bidang Ekonomi yaitu Meningkatnya jumlah UMKM yang beroperasi secara mandiri, Naiknya pendapatan rata-rata pelaku UMKM/kelompok usaha binaan, Masyarakat memiliki akses lebih baik pada modal, pelatihan, dan pemasaran. 3. Bidang Lingkungan yaitu Meningkatnya kepedulian warga dalam menjaga kebersihan dan lingkungan, Berkurangnya volume sampah yang tidak terkelola, Terciptanya lingkungan yang lebih hijau dan sehat karena keterlibatan warga
Outcome:
1. Bidang Sosial & Partisipasi yaitu Meningkatnya partisipasi warga dalam musyawarah dan kegiatan kelurahan, Menguatnya kelembagaan lokal (RT, RW, LPMK, PKK, Karang Taruna), Meningkatnya kesadaran gotong royong dan solidaritas antarwarga. 2. Bidang Ekonomi yaitu Meningkatnya jumlah UMKM yang beroperasi secara mandiri, Naiknya pendapatan rata-rata pelaku UMKM/kelompok usaha binaan, Masyarakat memiliki akses lebih baik pada modal, pelatihan, dan pemasaran. 3. Bidang Lingkungan yaitu Meningkatnya kepedulian warga dalam menjaga kebersihan dan lingkungan, Berkurangnya volume sampah yang tidak terkelola, Terciptanya lingkungan yang lebih hijau dan sehat karena keterlibatan warga