|
NAMA PERANGKAT DAERAH
|
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana |
|
UNIT ORGANISASI
|
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana |
|
TAHUN ANGGARAN
|
2026 |
|
PROGRAM
|
Program Pembinaan Keluarga Berencana (KB) |
|
KEGIATAN
|
Pengendalian dan Pendistribusian Kebutuhan Alat dan Obat Kontrasepsi serta Pelaksanaan Pelayanan KB di Daerah Kabupaten/Kota |
|
SUB KEGIATAN
|
Pengendalian Pendistribusian Alat dan Obat Kontrasepsi dan Sarana Penunjang Pelayanan KB ke Fasilitas Kesehatan Termasuk Jaringan dan Jejaringnya |
|
TUJUAN SUB KEGIATAN
|
Meningkatkan Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) yang menggunakan alat kontrasepsi tanpa putus |
|
KODE SUB KEGIATAN
|
2.14.03.2.03.000 |
|
ANALISIS SITUASI
|
-
Data Pembuka wawasan
- Dasar Hukum
Peraturan Walikota Nomor 47 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Walikota Surabaya Nomor 77 Tahun 2021 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Surabaya
- Jumlah peserta KB Aktif tahun 2025 berdasarkan metode kontrasepsi (mCPR) :
- Suntik : 191.190
- Pil : 125.053
- Kondom : 18.463
- Implant : 21.756
- IUD : 39.350
- Vasektomi : 1.399
- Tubektomi : 25.731
- Jumlah Kader institusi Masyarakat Perkotaan sejumlah 2.214
- Terdapat pelayanan KB yang dilaksanakan secara mandiri oleh masyarakat
- Penggerakan pelayanan KB dilaksanakan di 31 Kecamatan di Kota Surabaya
- Isu dan Faktor Kesenjangan Gender
- Faktor Kesenjangan :
Akses:
Pasangan Usia Subur (PUS) memiliki kemudahan akses untuk ber-KB
Partisipasi:
Masyarakat dapat berpartisipasi dalam program Keluarga Berencana baik dengan pembiayaan pemerintah maupun mandiri
Kontrol:
Pada KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang kontrol terletak pada pasangannya
Manfaat:
Tidak semua PUS mengakses pelayanan KB di Fasilitas Pelayanan Kesehatan pemberi layanan KB yang telah disediakan
- Sebab Kesenjangan Internal :
Kurang optimalnya upaya kerjasama dengan mitra kerja pelayanan KB
- Sebab Kesenjangan Eksternal :
- Kurangnya kesadaran pria dalam penggunaan KB
- Masih adanya masyarakat yang beranggapan bahwa penggunaan KB sebagai tugas / kewajiban bagi wanita saja
- Adanya isu yang berkembang di masyarakat terkait efek samping yang merugikan setelah pelaksanaan KB
|
|
CAPAIAN SUB KEGIATAN
|
-
Tolak Ukur :
Meningkatkan Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) yang menggunakan alat kontrasepsi tanpa putus
-
Indikator dan Target Kinerja :
Output: Jumlah Laporan Pengendalian Pendistribusian Alat dan Obat Kontrasepsi dan Sarana Penunjang Pelayanan KB ke Fasilitas Kesehatan Termasuk Jaringan dan Jejaringnya sejumlah 1 laporan
Outcome: Proporsi Kebutuhan KB yang terpenuhi menurut alat/cara KB Modern yaitu 84,02%
|
|
JUMLAH ANGGARAN SUB KEGIATAN(Rp.)
|
420680868 |
|
RENCANA AKSI
|
| Aktivitas 1 |
Fasilitasi pelayanan Keluarga Berencana kepada Pasangan Usia Subur (PUS) di Kota Surabaya |
|
|
INDIKATOR OUTCOME / DAMPAK / HASIL SECARA LUAS
|
Output:
Jumlah Laporan Pengendalian Pendistribusian Alat dan Obat Kontrasepsi dan Sarana Penunjang Pelayanan KB ke Fasilitas Kesehatan Termasuk Jaringan dan Jejaringnya sejumlah 1 laporan
Outcome:
Proporsi Kebutuhan KB yang terpenuhi menurut alat/cara KB Modern yaitu 84,02%
|