GENDER BUDGET STATEMENT (GBS)
Kecamatan Bubutan

NAMA PERANGKAT DAERAH Kecamatan Bubutan
UNIT ORGANISASI Kecamatan Bubutan
TAHUN ANGGARAN 2026
PROGRAM Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan
KEGIATAN Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Jepara
SUB KEGIATAN kegiatan Pemberdayaan MasyarakaT
TUJUAN SUB KEGIATAN Terwujudnya pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Jepara
KODE SUB KEGIATAN 7.01.03.2.020003
ANALISIS SITUASI
  1. Data Pembuka wawasan
    • Data Pembuka Wawasan yang ada di Wilayah Kelurahan Jepara
    • 1. Pemberdayaan masyarakat di kelurahan digunakan untuk meningkatkan kwalitas hidup dimana meliputi pengelolaan kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat, pendidikan dan kebudayaan, Sosial, pengembangan UMKM, lembaga kemasyarakatan ketentraman ketertiban dan perlindungan masyarakat serta penguatan kesiap siagaan masyarakat dalam menghadapi bencana serta kejadian luar biasa serta peningkatan partisipasi masyrakat dalam pembangunan fisik maupun fisik dan lainnya.
    • 2. Kegiatan dilaksanakan swakelola tipe IV dengan dapat melibatkan kelompok masyarakat dan/atau Organisasi masyarakat dengan mempertimbangk an asas-asas penyelenggaraan : Kepastian hukum, transparansi, akuntabilitas, kemanfaatan, kecermatan
    • 3. Wilayah Kelurahan Jepara seluas : ± 0,82 Km yang terdiri dari 9 RW (Rukun Warga) dan 97 RT (Rukun Tetangga).
    • 4. Jumlah Penduduk di Kelurahan Jepara sebanyak : 25175 jiwa yang terdiri dari : L: 12,628 Jiwa. P: 12,547 Jiwa
  2. Isu dan Faktor Kesenjangan Gender
    1. Faktor Kesenjangan :
      Akses:
      Faktor Kesenjangan
      Partisipasi:
      Masyarakat baik laki- laki maupun Perempuan yang yang masukdalam kategori keluraga Miskin/Pra miskin dapat mengikuti program kegiatan yang ada. Partisipasi : Masyarakat baik laki-laki maupun Perempuan yang yang masuk dalam kategori keluraga Miskin/ Pramiskin dapat mengikuti program.
      Kontrol:
      Pejabat pengambil keputusan dalam sub kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan terdiri dari : L : 3 dan P : 1
      Manfaat:
      Manfaat yang di dapat diambil dari kegiatan pemberdayaan masyarakat ini menambah membuka peluang untuk berwirausaha dan membantu perekonomian untuk kategori keluarga miskin dan Pra miskin yang dapat meningkatkan perekonomian kesejahteraan sosialnya.
    2. Sebab Kesenjangan Internal :
      1. Kurangnya wawasan serta pemahaman terhadap keseteraan gender. 2. Kecendurungan bahwa isu gender belum dianggap sebagai sebagai hal penting yang harus ditangani secara serius dan berkelanjuta
    3. Sebab Kesenjangan Eksternal :
      1. Tidak ada pengganti peran perempuan di rumah apabila program Sub kegiatan Pemberdayaan Masyarakat d Kelurahan 2. Motivasi dari masyarakat yang masuk kategorin keluarga Miskin dan Pramiskin karena menganggap bahwa hal tersebut tidak akan berpengaruh secara instan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan sosial mereka
CAPAIAN SUB KEGIATAN
  1. Tolak Ukur :
    Untuk peningkatan kapasitas, kkapabilitas dan pemenuhan kebutuhan masyarakat di kelurahan Jepara dengan mendayagunakan potensi dan sumber daya yang ada, sendiri, dengan menerapkan responsive gender
  2. Indikator dan Target Kinerja :
    Output: Jumlah kelompok masyarakat yang usulan pemberdayaan masyarakatnya direalisasikan pada tahun berjalan
    Outcome: 1. Peningkatan kemampuan dan keahlian dari masyarakat yang masuk kategori keluarga miskin/ pramiskinsehingga dapat meningkatkan taraf perekonomian dan kesejahteraan sosialnya. 2. Terciptanya masyarakat yang maju, dinamis dan sejahtera 3. Berkurangnya jumlah masyarakat dalam kategori Keluarga Miskin di Surabaya.
JUMLAH ANGGARAN SUB KEGIATAN(Rp.) 1.410658680
RENCANA AKSI
Aktivitas 1 - Memberikan pemahaman tentang konsep responsif gender. - Melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa pemberdayaan masyarakat di Kelurahan secara berkala merupakan tanggung jawab bersama baik laki-laki maupun perempuan. - Jadwal sepanjang tahun Anggaran 2026
INDIKATOR OUTCOME / DAMPAK / HASIL SECARA LUAS Output:
Jumlah kelompok masyarakat yang usulan pemberdayaan masyarakatnya direalisasikan pada tahun berjalan
Outcome:
1. Peningkatan kemampuan dan keahlian dari masyarakat yang masuk kategori keluarga miskin/ pramiskinsehingga dapat meningkatkan taraf perekonomian dan kesejahteraan sosialnya. 2. Terciptanya masyarakat yang maju, dinamis dan sejahtera 3. Berkurangnya jumlah masyarakat dalam kategori Keluarga Miskin di Surabaya.