GENDER BUDGET STATEMENT (GBS)
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian

NAMA PERANGKAT DAERAH Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian
UNIT ORGANISASI Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian
TAHUN ANGGARAN 2026
PROGRAM Program Penyediaan dan Pengembangan Sarana Pertanian
KEGIATAN Pengawasan Penggunaan Sarana Pertanian
SUB KEGIATAN Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian
TUJUAN SUB KEGIATAN Terlaksananya Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian
KODE SUB KEGIATAN Program Penyediaan dan Pengembangan Sarana Pertanian
ANALISIS SITUASI
  1. Data Pembuka wawasan
    • Laporan yang disusun dalam rangka Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian terdiri dari laporan:
    • 1. Laporan TW I Tahun 2025 kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian 2. Laporan TW II Tahun 2025 kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian 3. Laporan TW III Tahun 2025 kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian 4. Laporan TW IV Tahun 2025 kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian
    • Didalam kegiatan tersebut diselenggarakan kegiatan pelatihan Budidaya Tanaman Sayuran dalam Pot, Budidaya Tanaman Sayuran secara Hidroponik, Pemupukan Berimbang dan Uji Kualitas Tanah pada Lahan Perkotaan, Penguatan kapasitas Eduwisata pada Kampung Sayur Surabaya yang bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan pengetahuan masyarakat pembudidaya dan untuk mengembangkan usahanya baik dalam hal manajemen budidaya maupun manajemen pemasaran produk
    • DATA TERPILAH: 1. Kegiatan pelatihan budidaya tasapot (tanaman sayuran dalam pot) telah dilaksanakan sebanyak 13 kali dengan diikuti lebih banyak perempuan 180 orang (78%) daripada laki-laki 50 orang (22%) 2. Kegiatan pelatihan budidaya sayuran dengan cara hidroponik telah dilaksanakan sebanyak 8 kali dengan diikuti lebih banyak perempuan 66 orang (60%) daripada laki-laki 44 orang (40%) 3. Kegiatan Pelatihan Pemupukan Berimbang dan Uji Kualitas Tanah pada Lahan Perkotaan telah dilaksanakan sebanyak 3 kali dengan diikuti lebih banyak perempuan 79 orang (60%) dan laki-laki 51 orang (40%) 4. Kegiatan Pelatihan Penguatan kapasitas Eduwisata pada Kampung Sayur Surabaya telah dilaksanakan sebanyak 1 kali dan diikuti lebih banyak perempuan 17 orang (56%) dan laki-laki 13 orang (44%)
    • -
  2. Isu dan Faktor Kesenjangan Gender
    1. Faktor Kesenjangan :
      Akses:
      Peserta kegiatan mendapat akses berdasarkan usulan Kecamatan, PPL Kementerian Pertanian, dan Tim Teknis Urban Farming
      Partisipasi:
      Proporsi pembudidaya tanaman hortikultur yang mengikuti Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian lebih tinggi perempuan 342 orang (68%) daripada laki-laki 158 orang (32%)
      Kontrol:
      Pejabat pengampu kegiatan -Eselon II P: 1 Orang -Eselon III L: 1 Orang
      Manfaat:
      masyarakat yang teredukasi tentang pelatihan Budidaya Tanaman Sayuran dalam Pot, Budidaya Tanaman Sayuran secara Hidroponik, Pemupukan Berimbang dan Uji Kualitas Tanah pada Lahan Perkotaan, Penguatan kapasitas Eduwisata pada Kampung Sayur Surabaya secara baik dan benar sehingga bisa meningkatkan ketersediaan dan kualitas konsumsi produk pertanian
    2. Sebab Kesenjangan Internal :
      1. Belum adanya mekanisme pelatihan yang mengatur partisipasi dan manfaat yang bisa diambil secara adil antara laki-laki dan perempuan 2. Dinas tidak bisa menyelenggarakan kegiatan pelatihan secara optimal karena menyesuaikan ketersediaan anggaran
    3. Sebab Kesenjangan Eksternal :
      1. Adanya anggapan di masyarakat bahwa untuk menjadi pembudidaya tanaman hortikultura dilahan pekarangan lebih sesuai dilaksanakan oleh perempuan karena dianggap perempuan lebih telaten dan bisa menjadi pekerjaan sampingan/ hobby 2. Kurangnya ketertarikan generasi muda dalam mengembangkan budidaya pertanian perkotaan
CAPAIAN SUB KEGIATAN
  1. Tolak Ukur :
    Laporan yang disusun dalam rangka Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian terdiri dari 1. Laporan TW I Tahun 2026 kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian 2. Laporan TW II Tahun 2026 kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian 3. Laporan TW III Tahun 2026 kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian 4. Laporan TW IV Tahun 2026 kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian
  2. Indikator dan Target Kinerja :
    Output: 1. Terwujudnya kegiatan pelatihan budidaya tasapot (tanaman sayuran dalam pot) sebanyak 8 kali 2, Terwujudnya kegiatan pelatihan budidaya sayuran dengan cara hidroponik sebanyak 8 kali 3. Terwujudnya kegiatan Pelatihan Pengembangan Usaha sebanyak 4 kali 4. Terwujudnya kelompok pembudidaya yang mampu menghasilkan produk hortikultura 5. Terwujudnya Distribusi bantuan sarpras pengembangan pertanian perkotaan ; Pendampingan usaha budidaya bagi pelaku usaha pertanian perkotaan yang sudah di laksanakan tahun sebelumnya serta Kegiatan pengelolaan sarana edukasi pertanian perkotaan (eduwisata) TERSEDIANYA: sarana budidaya pertanian sebagai bahan pelatihan berupa Budidaya Hidroponik dan Tasapot
    Outcome: Tersusunnya 4 Laporan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian Terpenuhinya Jumlah 45 kelompok pertanian perkotaan (kampung sayur) yang konsisten berbudidaya Tercapainya Produksi Hortikultura Pertanian Perkotaan dengan jumlah 8.33 Ton
JUMLAH ANGGARAN SUB KEGIATAN(Rp.) 2622831461
RENCANA AKSI
Aktivitas 1 Kegiatan Pelatihan Budidaya Tasapot (Tanaman Sayuran dalam Pot)
Aktivitas 2 Kegiatan Pelatihan Budidaya Sayuran dengan Cara Hidroponik
Aktivitas 3 Kegiatan Pelatihan Pengembangan Usaha
Aktivitas 4 Kegiatan Pelatihan Diversifikasi Usaha
Aktivitas 5 Distribusi bantuan sarpras pengembangan pertanian perkotaan
Aktivitas 6 Kegiatan pokja pengembangan pertanian perkotaan
Aktivitas 7 Pendampingan usaha budidaya bagi pelaku usaha pertanian perkotaan
Aktivitas 8 Kegiatan pengelolaan sarana edukasi pertanian perkotaan (eduwisata)
INDIKATOR OUTCOME / DAMPAK / HASIL SECARA LUAS Output:
1. Terwujudnya kegiatan pelatihan budidaya tasapot (tanaman sayuran dalam pot) sebanyak 8 kali 2, Terwujudnya kegiatan pelatihan budidaya sayuran dengan cara hidroponik sebanyak 8 kali 3. Terwujudnya kegiatan Pelatihan Pengembangan Usaha sebanyak 4 kali 4. Terwujudnya kelompok pembudidaya yang mampu menghasilkan produk hortikultura 5. Terwujudnya Distribusi bantuan sarpras pengembangan pertanian perkotaan ; Pendampingan usaha budidaya bagi pelaku usaha pertanian perkotaan yang sudah di laksanakan tahun sebelumnya serta Kegiatan pengelolaan sarana edukasi pertanian perkotaan (eduwisata) TERSEDIANYA: sarana budidaya pertanian sebagai bahan pelatihan berupa Budidaya Hidroponik dan Tasapot
Outcome:
Tersusunnya 4 Laporan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian Terpenuhinya Jumlah 45 kelompok pertanian perkotaan (kampung sayur) yang konsisten berbudidaya Tercapainya Produksi Hortikultura Pertanian Perkotaan dengan jumlah 8.33 Ton