A. | LATAR BELAKANG |
Keberlangsungan penyelenggara pembangunan nasional tidak pernah bebas dari ancaman keamanan. Berbagai gejolak yang membahayakan keamanan nasional, mulai dari pemberontakan, aksi separatisme, terorisme, kerusuhan hingga terjadi konflik sosial menjadi pengalaman buruk yang mengakibatkan terganggunya stabilitas keamanan nasional. Di satu sisi, Indonesia merupakan negara demoktratis dengan jumlah penduduk terpadat Ke-4 di dunia yang terdiri dari beraneka ragam, suku, etnis, budaya, bahasa daerah, agama. Namun, di sisi lain Indonesia mempunyai potensi kekuatan besar untuk membangun bangsa sekaligus juga memiliki kerawanan karena adanya berbagai perbedaan yang sewaktu-waktu bisa memicu terjadinya konflik sosial. Banyak konflik yang timbul di Indonesia yang disebabkan oleh beragamnya latar belakang masyarakat terutama di kehidupan sehari-hari. Sehingga diperlukan koordinasi untuk mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang berkembang dalam masyarakat |
|
B. | TUJUAN |
1. Mendapatkan informasi cepat dan akurat yang diperlukan untuk bahan penentuan kebijakan masalah-masalah Sosial Ekonomi, Sosial Budaya dan Sosial Masyarakat serta membangun sistem informasi yang diperlukan sebagai alat peringatan dini dan meningkatkan fungsi dan koordinasi jajaran SKPD terkait dalam upaya pembentukan keterpaduan pengendalian masalah-masalah gangguan kamtibmas di masyarakat Kota Surabaya. 2. Agar permasalahan dapat diakomodir secara optimal dengan didukung Pengumpulan Bahan keterangan (PULBAKET) berbagai sumber yang berkaitan dengan potensi, gejala atau peristiwa yang menjadi ancaman Stabilitas Nasional di Kota Surabaya serta mendetksi secara dini segala kemungkinan yang dapat mempengaruhi stabilitas IPOLEKSOSBUD di daerah |
|
C. | OUTPUT YANG INGIN DICAPAI |
Terpenuhinya semua pelaksanaan kegiatan dengan memperhatikan jumlah peserta yang responsif gender serta meningkatkan pengawasan dan kepedulian terhadap penaganan konflik sosial karena setiap konflik sosial dalam berbagai kehidupan masyarakat memiliki polanya masing-masing karena setiap konflik memiliki sumber yang berbeda-beda. |
|
D. | RINCIAN KEGIATAN |
Terselenggaranya sosialisasi terkait penanganan konflik sosial dengan peserta yang responsif gender, Terlaksananya kegiatan Rakor bersama Deteksi Dini, Terlaksananya kegiatan Rakor Anggota Tim Kewaspadaan Dini, Terlaksananya kegiatan Rakor Anggota Tim Terpadu Penanganan Konflik, dan Memberi sumbangsih pada indeks kesetaraan gender. |
|
3. | TEMPAT DAN WAKTU |
Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Surabaya - Kecamatan di Wilayah Kota Surabaya - Gedung Siola |
|
4. | PESERTA |
Peserta kegiatan Sosialisasi terkait Penanganan Konflik Sosial adalah warga masyarakat Kota Surabaya - Peserta kegiatan Rakor bersama Petugas Deteksi Dini adalah ASN dan Non ASN yang bekerja di lingkup Kecamatan dan ditunjuk sebagai Deteksi Dini oleh Camat. - Peserta kegiatan Rakor Anggota Tim Kewaspadaan Dini adalah berdasarkan SK Tim yang dikeluarkan oleh Walikota yang terdiri dari TNI-Polri - Peserta kegiatan Rakor Anggota Tim Terpadu Penanganan Konflik adalah berdasarkan SK Tim yang dikeluarkan oleh Walikota yang terdiri dari Lembaga Masyarakat |
|
5. | ANGGARAN |
10639213462 |
|
6. | JADWAL ACARA |
Adapun waktu rencana pelaksanaan Kegiatan adalah mulai triwulan I s/d triwulan III tahun 2024 pada bulan Februari sampai Nopember 2024. |
|
7. | PENUTUP |
Demikian TOR ini kami buat sebagai gambaran pelaksanaan kegiatan Pelaksanaan Koordinasi, Di Bidang Kewaspadaan Dini, Kerjasama Intelejen, Pemantauan Orang Asing, Tenaga Kerja Asing Dan Lembaga Asing, Kewaspadaan Perbatasan Antar Negara, Fasilitasi Kelembagaan Bidang Kewaspadaan, Serta Penanganan Konflik Di Daerah tahun 2024. |