A. | LATAR BELAKANG |
Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit penyakit yang tidak bisa ditularkan dari orang ke orang, yang perkembangannya berjalan perlahan dalam jangka waktu yang panjang (kronis). Menurut World Health Organization (2021), 71 persen kematian di dunia disebabkan oleh PTM. Penyakit kardiovaskuler menduduki peringkat pertama penyebab kematian PTM dengan total kematian 17,9 juta orang pertahun, disusul oleh kanker 9,3 juta orang pertahun, penyakit pernapasan 4,1 juta orang pertahun, dan diabetes 1,5 juta orang pertahun. Indonesia menduduki urutan ke-7 negara dengan prevalensi diabetes tertinggi, dibawah Cina, India, Amerika Serikat, Pakistan, Brazil, dan Mexico (Pusdatin, 2019). Berdasarkan kondisi tersebut, maka diperlukan strategi pengendalian PTM yang melibatkan peran serta masayarakat. Bentuk pemberdayaan masyarakat yakni melalui kegiatan Pelayanan Terpadu (PANDU) PTM. Pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular merupakan upaya pencegahan dan penanggulangan PTM melalui peningkatan kapasitas petugas dalam pelayanan deteksi dini, monitoring dan tatalaksana PTM melalui pendekatan faktor risiko serta penemuan dan penanganan kasus PTM dan manajemen faktor risiko PTM di FKTP secara terpadu. Pelaksanaan PANDU PTM diharapkan mampu bertindak sebagai motor penggerak (agent of change) dalam pengendalian PTM. |
|
B. | TUJUAN |
Tujuan Umum : Deteksi dini risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) pada masyarakat Kota Surabaya, serta meningkatkan pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM. Tujuan Khusus : 1. Wawancara faktor risiko PTM ( Usia, Jenis Kelamin, Riwayat Keluarga, Riwayat PTM pada diri sendiri, Faktor risiko perilaku merokok, kurang aktifitas fisik, dll) 2. Pengukuran antropometri (Berat badan, tinggi badan, Lingkar perut) 3. Pemeriksaan tekanan darah, GDA, profil lipid, Indera, IVA SADANIS, deteksi dini jantung menggunakan EKG, deteksi dini PPOK pada perokok dan kadar CO pernapasan. 4. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam penanganan kesehatan jiwa di wilayahnya. |
|
C. | OUTPUT YANG INGIN DICAPAI |
1. Terlaksananya wawancara faktor risiko 2. Terlaksananya pengukuran antropometri dan pemeriksaan tekanan darah 3. Terlaksananya Pemeriksaan, profil lipid, Indera, IVA SADANIS, deteksi dini jantung menggunakan EKG, deteksi dini PPOK pada perokok dan kadar CO pernapasan 4. Terlaksananya Posyandu Jiwa di 63 Puskesmas 5. Hasil temuan monitoring dan evaluasi |
|
D. | RINCIAN KEGIATAN |
Kegiatan Pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular (PANDU PTM) yakni sebagai berikut : 1. Pasien/pengunjung puskesmas melakukan pendaftaran di loket pendaftaran 2. Pasien/pengunjung memasuki poli rawat jalan (Umum/Lansia/KIA/KB) 3. Wawancara faktor risiko PTM ( Usia, Jenis Kelamin, Riwayat Keluarga, Riwayat PTM pada diri sendiri, Faktor risiko perilaku merokok, kurang aktifitas fisik, dll) 4. Pengukuran antropometri (Berat badan, tinggi badan, Lingkar perut) dan pemeriksaan tekanan darah. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan, profil lipid, Indera, IVA SADANIS, deteksi dini jantung menggunakan EKG, deteksi dini PPOK pada perokok dan kadar CO pernapasan (apabila memungkinkan). 5. Penentuan diagnosis dan nilai faktor risiko PTM menggunakan Charta (Pasien dengan PTM : Rujuk FKRTL atau tatalaksana sesuai standar, Pasien yang memiliki faktor risiko PTM : KIE dan Konseling, Pasien sehat: KIE dan konseling) 5.Monitoring dan evaluasi |
|
3. | TEMPAT DAN WAKTU |
Kegiatan ini dilaksanakan di Kota Surabaya |
|
4. | PESERTA |
Kelompok masyarakat sehat, berisiko dan penyandang PTM berusia 15 tahun ke atas yang berkunjung/berobat ke Puskesmas |
|
5. | ANGGARAN |
Rp. 1.312.197.100,- |
|
6. | JADWAL ACARA |
Januari-Desember 2024 |
|
7. | PENUTUP |
Demikian Kerangka Acuan Kegiatan Pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular (PANDU PTM) di Kota Surabaya sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan. |