A. | LATAR BELAKANG |
Gender merupakan suatu konsep dasar dalam merumuskan suatu kebijakan atau regulasi yang berkaitan dengan khalayak umum. Dalam hal ini, gender difokuskan penerapannya dalam pembuatan kajian manajemen dan rekayasa lalu lintas berupa dokumen analisa kinerja lalu lintas sebagai upaya dalam mengatasi kemacetan di ruas-ruas jalan Kota Surabaya. Sehingga dapat terwujud jalanan Kota Surabaya yang aman dan nyaman bagi masyarakat baik laki-laki maupun perempuan. |
|
B. | TUJUAN |
Memperoleh data lalu lintas harian rata-rata pada ruas-ruas jalan di Kota Surabaya pada Tahun 2024 |
|
C. | OUTPUT YANG INGIN DICAPAI |
Terciptanya lalu lintas di Kota Surabaya yang selamat, aman, tertib, lancar dan terkendali untuk semua jenis kendaraan yang beroperasi. Pengendara di Kota Surabaya setara gender baik laki laki maupun perempuan merasa aman, tertib, lancar. Meningkatnya studi terkait oleh umum, mahasiswa maupun ahli/pakar. |
|
D. | RINCIAN KEGIATAN |
Sosialisasi kepada seluruh personil baik laki-laki dan perempuan dalam pelaksanaan survey lapangan maupun kajian sesuai lokasi yang telah ditentukan. Berkoordinasi dengan aparatur terkait lainnya maupun berkoordinasi dengan tenaga ahli atau pakar. |
|
3. | TEMPAT DAN WAKTU |
Ruas-ruas jalan Kota Surabaya. |
|
4. | PESERTA |
Seluruh masyarakat Kota Surabaya. |
|
5. | ANGGARAN |
Rp xxxx |
|
6. | JADWAL ACARA |
2024 |
|
7. | PENUTUP |
Kota Surabaya sebagai kota industri, bisnis, dan perdagangan tentu memiliki mobilitas yang tinggi. Konsekuensinya dapat dilihat melalui pelayanan jasa transportasi khususnya pada permintaan penyediaan jasa angkutan barang dan jasa yang semakin meluas dengan kualitas yang harus meningkat pula. Jalur transportasi harus diperhatikan dengan baik, agar pendistribusian barang juga dapat berjalan dengan lancar. Masyarakat dapat melakukan aktivitas setiap harinya dengan pemakaian jalan raya Kota Surabaya dengan aman, nyaman, dan tertib baik laki-laki maupun perempuan. |