Pada hari Rabu, 28 Agustus 2026, Tim Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) Kota Surabaya melaksanakan kegiatan Trauma Healing di SMP Negeri 60 Surabaya sebagai bentuk respons psikososial pascakejadian runtuhnya plafon atap di salah satu ruang kelas.
Kegiatan ini diikuti oleh 27 siswa kelas VII yang terdampak secara psikologis akibat peristiwa tersebut. Meskipun tidak terdapat korban luka, kejadian yang berlangsung secara tiba-tiba menimbulkan rasa terkejut, takut, cemas, dan syok pada sebagian siswa. Kondisi seperti ini perlu mendapatkan perhatian agar tidak berkembang menjadi trauma yang berkepanjangan dan mengganggu proses belajar maupun kesejahteraan mental peserta didik.

Dalam pelaksanaannya, Tim Puspaga Surabaya memfokuskan kegiatan pada aktivitas relaksasi dan pemulihan emosi. Berbagai metode digunakan, seperti latihan pernapasan, permainan interaktif, komunikasi positif, serta kegiatan yang mendorong siswa untuk mengungkapkan perasaan mereka dengan aman dan nyaman. Aktivitas tersebut bertujuan membantu siswa mengurangi ketegangan, melepaskan emosi negatif, serta mengembalikan rasa aman dan percaya diri setelah mengalami peristiwa yang mengejutkan.
Melalui kegiatan trauma healing ini, diharapkan para siswa mampu kembali menjalani aktivitas belajar dengan tenang, memiliki kondisi emosional yang lebih stabil, serta memperoleh dukungan psikologis yang diperlukan untuk proses pemulihan. Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Surabaya melalui Puspaga dalam memberikan layanan perlindungan dan pendampingan psikologis kepada anak-anak yang mengalami situasi darurat atau peristiwa yang berpotensi menimbulkan trauma.
