Di momentum Hari Keluarga Nasional (HARGANAS), para ayah menunjukkan bahwa cinta kepada keluarga tidak selalu diucapkan dengan kata-kata. Terkadang, cinta hadir dalam sebuah keputusan sederhana namun bermakna besar, berbagi tanggung jawab demi masa depan keluarga yang lebih sehat dan bahagia.

Hal ini tampak dalam Pelayanan KB yang dilaksanakan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya melalui pelayanan Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi bagi masyarakat. Di balik layanan tersebut, tersimpan kisah inspiratif para ayah yang memilih berbagi peran dalam perencanaan keluarga. Salah satunya Adam Pasha, yang datang bersama istrinya, Livia, ke Satyagatra untuk melakukan vasektomi. Setelah berdiskusi bersama pasangan, Adam mantap mengambil keputusan tersebut.
Menurut Adam, rasa tidak nyaman yang dirasakan saat vasektomi masih kalah jika dibandingkan dengan perjuangan ibu saat melahirkan. “Istri sudah pernah melahirkan, tentu jauh lebih sakit. Kami sepakat saya yang vasektomi daripada istri harus disteril” tuturnya.

Cerita serupa datang dari Khoirul Arifin. Bersama istrinya, Nila, ia memilih vasektomi karena kondisi kesehatan istrinya tidak memungkinkan untuk menggunakan metode kontrasepsi lainnya. “Anak kami sudah dua dan istri tidak bisa mengikuti KB apa pun. Proses vasektomi ternyata cepat dan tidak sakit sama sekali. Jadi tidak perlu takut,” katanya.
Sementara Adi, warga Kecamatan Karangpilang, mengaku telah merencanakan vasektomi sejak dua tahun lalu. Berbekal berbagai literatur yang dipelajarinya, ia semakin yakin bahwa metode tersebut aman dan efektif untuk keluarganya yang memutuskan cukup memiliki dua anak. “Pelayanannya 10. Kalau nyerinya buat saya mungkin cuma satu atau dua. Prosesnya cepat, dokternya responsif, kami mendapat obat edukasi yang lengkap,” ujar Adi.
