Sosialisaasi Pembinaan Kelembagaan dan Pendidikan Anak Usia Dini Senin April 2026 Gedung Wanita Candra Kencana

DP3APPKB Surabaya Avatar
Sosialisaasi Pembinaan Kelembagaan dan Pendidikan Anak Usia Dini Senin April 2026 Gedung Wanita Candra Kencana

Hai Bunda PAUD . . . .

Bunda PAUD Kota Surabaya terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui kegiatan Sosialisasi Pembinaan Kelembagaan dan Persiapan Pagelaran Talenta Seni 2026 di Gedung Wanita Candra Kencana, Senin (20/4) kemarin. Langkah ini menjadi bagian strategis dalam mendukung kebijakan nasional Wajib Belajar 13 Tahun.

Langkah ini menjadi respons strategis yang sejalan dengan arah kebijakan nasional menuju Wajib Belajar 13 Tahun, di mana satu tahun pendidikan prasekolah memegang peran yang sangat penting.

Bunda PAUD Kota Surabaya menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan hak pendidikan setiap anak terpenuhi. “Tidak boleh ada satu pun anak di Kota Surabaya yang tidak mendapatkan layanan PAUD yang layak, inklusif, dan bermutu,” tegas Bunda PAUD.

Dalam kesempatan ini, Bunda PAUD kembali menguatkan Gerakan 7++, yaitu 7 Kebiasaan Baik Anak Indonesia Hebat yang ditambah dengan dua nilai khas Surabaya: Berani (Wani) dan Gotong Royong. Penguatan karakter ini akan ditampilkan secara nyata melalui Pagelaran Talenta Seni dan Kreativitas 2026 yang akan melibatkan lebih dari 72.000 anak di 16 pusat perbelanjaan se-Surabaya.

Selain itu, sosialisasi ini juga menjadi jembatan untuk melakukan langkah besar dalam tata kelola kelembagaan melalui digitalisasi. Mulai tahun 2026, seluruh Surat Keputusan (SK) pendidik Pos PAUD Terpadu wajib diterbitkan melalui aplikasi SIBUNDA dan ditandatangani langsung oleh Bunda PAUD Kecamatan.

Menjelang rangkaian pembinaan kelembagaan yang akan berlangsung hingga 20 Mei 2026 mendatang, Bunda PAUD berpesan kepada seluruh pihak yang terlibat di lapangan.

“Kegiatan ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk memastikan kebenaran data, ketertiban sistem, dan integritas layanan pendidikan. Mari bergandengan tangan, bergotong-royong. Kesuksesan Wajib Belajar 13 Tahun dan lahirnya anak Surabaya yang hebat, tangguh, dan berkarakter ada di pundak kita bersama,” pungkasnya.