Sosialisasi Sexual Violence Prevention and Response Training Bagi Petugas Aplikasi Daring Grab di Area Transportasi Publik

DP3APPKB Surabaya Avatar
Sosialisasi Sexual Violence Prevention and Response Training Bagi Petugas Aplikasi Daring Grab di Area Transportasi Publik

Halo, Keluarga Bahagia Surabaya!

Bertempat di Kantor Grab Driver Center Surabaya pada Kamis, 2 Juli 2026 telah dilaksanakan Sosialisasi Sexual Violence Prevention and Response Training Bagi Petugas Aplikasi Daring di Area Transportasi Publik yang dibawakan oleh Narasumber Psikolog Puspaga Ibu Asteria Ratnawati, S.Psi., Psikolog.

Penggunaan aplikasi daring berbasis jasa semakin masif di zaman sekarang ini. Berbagai keperluan mulai dari ojek online, taksi online, pesan makanan online, antar paket online, hingga belanja online semakin mudah dilakukan dalam genggaman. Namun dengan kemudahan itu berdampingan juga dengan potensi-potensi tidak mengenakkan lainnya yang salah satunya adalah kekerasan seksual yang terjadi di transportasi publik.

Melalui sosialisasi ini, Ibu Asteria mengajak kepada seluruh petugas aplikasi daring Grab terkait bagaimana cara menjaga diri secara baik dan profesional ketika terjadi kekerasan seksual saat bekerja di ranah transportasi publik hingga bagaimana cara melaporkannya. Berani mengatakan tidak dan tegas dalam bersikap merupakan kunci utama bagi penggiat transportasi publik untuk bisa terhindar dari potensi kekerasan seksual. Ada juga beberapa cara lain diantaranya :
1. Pastikan selama menggunakan transportasi umum dalam kondisi sadar. Sehingga bisa tetap waspada dengan kondisi sekitar
2. Jangan menggunakan headset/headphone dengan volume terlalu kencang sehingga tidak peka akan gestur-gestur mencurigakan dari pelaku pelecehan / kekerasan seksual yang mungkin ada di sekitarmu
3. Jika menggunakan taksi online, hindari taksi dengan kaca yang terlalu gelap sampai tidak bisa terlihat isi dalam kendaraannya. Kaca yang terlalu gelap seperti ini biasanya menjadi sasaran empuk bagi predator seksual untuk menjalankan aksinya

Intinya tetap waspada dan menjaga ketertiban bersama karena transportasi publik sejatinya ada untuk dinikmati oleh publik bukan pribadi. Stop kekerasan pada perempuan dan anak!